DAMARIOTIMES - Malang, 17 Oktober 2021. Salah satu acara yang digelar di Kampung Wisata Kota Malang. yaitu Festival Kuliner Tempe Sanan. Sebagai pembawa acara festival ini adalah Ki Demang (Isa Wahyudi, M.Psi) koordinator kampung tematik Kota Malang dan April. Dengan amat kompak, keduanya membawakan acaa mulai pk. 11.00-13.00 dan dilanjutkan dengan hiburan musik.
Pendemi COVID-19, hampir kurang lebih mencapai dua tahun melanda
Indonesia, telebih pada bulan Juli-Agustus 2021 telah diberlakukan PPKM Darurat
Jawa dan Bali. Kondisi ini memang sangat memberatkan bagi kalangan PMKM di
berbagai sektor. Termasuk juga para pengrajin tempe di Kampung Sanan Kelurahan
Purwantoro Kota Malang.
Terkait
dengan melandainya masyarakat yang terinfeksi virus mematikan itu, dan
dilongarkan PPKM darurat di Kota Malang. Kampung Tematik di Sanan Tempe, sebuah
sentra cemilan ringan berbahan baku kedelai ini mulai bersemangat untuk
menggelar Festival Kuliner Tempe Sanan. Sudah barang tentu beberapa pejabat
mulai dari tingkat RW hingga perwakilan KOMINFO pusat menghadiri festival yang
diselenggarakan hari Minggu, tgl 17 Oktobe 2021. Acaranya sangat meriah, dan
masyarakat setempat antusias untuk mendukung, sungguhpun masih waspada,
sehingga masyarakat tidak berbondong-bondong, mereka cukup meliahat dari jarak
aman. Para pengisi acara juga menerapkan protokol Kesehatan ketat, pakai masker
atau fisel, jaga jarak, dan tidak menerima salam berjabatan tangan. Namun tidak
mengurangi keaakrapan dan kemeriahan acara.
| Salah satu stand kuliner tempe yang menanti kunjungan para pejabat (foto ist.) |
| Salah satu stand yang sudah tidak tahan untuk berfoto bersama dengan pejabat dari DPRD Kota Malang (Foto Ist.) |
Masyarakat kampung Sanan
benar-benar merasakan kegembiraan, karena kampung ini memang menyiapkan diri
sebagai kampung yang memiliki potensi dan produktivitas dalam mengembangkan
potensi masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata kampung tematik di Kota
Malang.
Editor :
Artikel ini sangat menarik karena mengangkat Festival Kuliner Tempe Sanan sebagai bentuk pelestarian kuliner khas daerah sekaligus pengembangan wisata budaya. Pembahasannya menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi identitas budaya yang patut dijaga. Artikel ini mampu menambah wawasan pembaca tentang potensi kuliner lokal sebagai daya tarik pariwisata dan kreativitas masyarakat.
BalasHapusArtikel ini sangat menarik karena berhasil mengangkat Festival Kuliner Tempe Sanan sebagai wujud pelestarian kuliner tradisional sekaligus pengembangan potensi wisata daerah. Pembahasannya menunjukkan bahwa tempe bukan hanya makanan khas, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Malang. Artikel ini mampu memberikan wawasan tentang pentingnya kreativitas dan kolaborasi masyarakat dalam menjaga serta mempromosikan kuliner lokal agar tetap dikenal luas.
BalasHapus