Surya Timur karya Moriko-Jepang di DarjoNesia 2026

 




Moriko (Foto ist.)


Damariotimes. Karya seni pertunjukan berdurasi 7 menit 17 detik yang dibawakan oleh Noriko asal Jepang ini menghadirkan sebuah perenungan mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam semesta. Menggunakan iringan musik dari Dmitry Soul (diizinkan secara resmi) pertunjukan ini lahir dari sapaan hangat sinar matahari pagi di jendela kamar, sebuah momen sederhana yang memantik rasa syukur mendalam atas keberlangsungan hidup di bumi.


Surya Timur karya Moriko (Foto ist.)

“Bersyukurlah... Pagi ini saya kembali menyambut Surya Timur dari jendela kamar. Saat ini, lingkungan alam kita sedang menghadapi banyak masalah rumit. Meski berbagai gerakan pelestarian telah berjalan, hal itu dirasa masih sangat kurang. Masalah utamanya bukan sekadar pada kurangnya aksi, melainkan pada akar motivasinya—yaitu rasa syukur kita terhadap alam semesta.

Krisis lingkungan saat ini seharusnya menjadi momen bagi kita untuk mengingat kembali rasa syukur yang mendalam kepada alam. Lewat balutan topeng Noh khas Jepang, saya menggambarkan tidak hanya kondisi alam yang sedang terancam, tetapi juga perasaan seluruh makhluk hidup—termasuk manusia—yang saling terhubung dan menjalani nasib bersama.”


Di tengah maraknya krisis lingkungan global, karya ini menyoroti sebuah persoalan mendasar yang kerap terabaikan. Berbagai gerakan pelestarian alam memang telah banyak digalakkan, namun dirasa masih belum cukup untuk menahan laju kerusakan yang terjadi. Masalah utamanya tidak hanya terletak pada kurangnya aksi nyata, melainkan pada akar motivasinya, yaitu mengikisnya rasa syukur manusia terhadap alam semesta. Situasi alam yang kian kritis saat ini justru dipandang sebagai sebuah momentum bagi manusia untuk merefleksikan kembali rasa terima kasih yang tulus kepada bumi tempat mereka bernaung.

Lewat balutan topeng Noh khas Jepang, Noriko tidak sekadar memvisualisasikan kondisi alam yang sedang dalam bahaya. Lebih dari itu, pertunjukan ini mengekspresikan pergulatan emosi dan perasaan seluruh makhluk hidup, termasuk manusia, yang pada hakikatnya saling terhubung dan menanggung nasib yang sama dalam menghadapi masa depan bumi.

Karena menyukai seni tari sejak kecil, Morico mulai mempelajari tari Jawa klasik gaya Yogyakarta saat baru tiba di Indonesia pada 2014 untuk mendampingi tugas suaminya. Meski telah pindah ke Jepang pada 2018, ia tetap konsisten memperdalam tarian tersebut. Hingga kini, Morico terus dipercaya untuk tampil mempresentasikan tarian klasik maupun kontemporer, baik di Jepang maupun di Indonesia.


Reporter “ R.Dt.

 

日本出身のNorikoによる上演時間717秒のパフォーマンス作品は、人間と宇宙(自然)との関わりについての深い思索を提示しています。Dmitry Soulによる音楽(正式な使用許諾済み)に乗せて繰り広げられる本作は、部屋の窓から差し込む暖かい朝日との出会いという、地球上の命の営みに対する深い感謝を呼び起こすささやかな瞬間から生まれました。

世界的な環境危機が叫ばれるなか、本作品は見落とされがちな根本的な課題を浮き彫りにします。これまでにも数多くの自然保護活動が行われてきましたが、進行する破壊を食い止めるにはまだ十分ではないと感じられます。最大の課題は活動の不足だけではなく、その原動力をなす根幹、すなわち人間が宇宙に対して抱く感謝の心の薄れにあります。深刻さを増す現在の環境状況は、私たちが生きる地球に対する真摯な感謝の気持ちを再考するための契機と捉えられています

日本の伝統芸能である能面を身にまとったNorikoは、危機に瀕した自然の姿を単に視覚化するにとどまりません。それ以上に、地球の未来に向けて本来互いにつながり合い、運命を共にしている人間を含むあらゆる生き物の感情や葛藤を表現しています

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "Surya Timur karya Moriko-Jepang di DarjoNesia 2026"