Menelusuri Makna Tempat Pulang Lewat Olah Tubuh "Andai, Rumah tanpa Tapi"

 


Galih Puspita Karti, M.Sn. (Foto ist.)


Damariotimes. Karya tari kontemporer bertajuk Andai, Rumah tanpa Tapi hadir sebagai sebuah perenungan mendalam tentang pencarian ruang aman, ingatan, dan kerinduan akan penerimaan hidup yang mutlak. Digagas oleh koreografer Galih Puspita Karti, M.Sn., pertunjukan ini membawakan narasi visual yang membedah ulang makna "rumah". Makna tersebut tidak lagi dimaknai sebatas bangunan fisik, melainkan sosok tempat pulang, ruang nyaman yang sarat beban, hingga angan-angan yang terus dicari tanpa kepastian.

Gagasan karya ini berangkat dari kenyataan bahwa tempat pulang kerap hadir bersama syarat, batas, dan keterasingan. Kata "tapi" sering kali menjadi penyekat yang menghalangi hadirnya rasa aman secara utuh. Lewat ungkapan "Andai...", pementasan ini berupaya menyuarakan kerinduan terdalam manusia akan ruang yang mampu menerima diri secara telanjang dan tanpa syarat.



Andai, Rumah tanpa Tepi karya Galih Puspita Kartini, M.Sn. (Foto ist.)


Secara artistik, pementasan ini mengambil inspirasi dari metafora kelomang (umang-umang), makhluk yang seumur hidupnya mengusung dan berpindah dari satu cangkang pinjaman ke cangkang lainnya. Eksplorasi gerak mewujud melalui ekspresi tubuh yang lunak dan rentan, dibawakan secara apik oleh dua penari, Hendriyansyah, A.P. dan Dimas Rizky Wicaksono, A.P. Seperti kelomang yang menjadikan cangkang sebagai pelindung terdekat, manusia kerap menjadikan sosok lain tempat bersandar. Namun, ketika pelindung itu tanggal, tubuh kembali terdedah pada kedinginan dan ketidakpastian.

Suasana di atas panggung juga diperkuat melalui pemanfaatan jeda dan keheningan. Keheningan ini dirancang sebagai representasi dari tanda koma setelah kata "Andai"—sebuah helaan napas yang menandai jarak antara harapan yang membumbung tinggi dan penerimaan akan realita bahwa ruang utuh mungkin hanya hidup dalam angan-angan. Pada akhirnya, pertunjukan ini menjadi sebuah perayaan sekaligus bentuk kepasrahan atas perjalanan tubuh yang terus melangkah mencari tempat untuk benar-benar pulang.

 

Reporter : R.Dt.

 

 

Posting Komentar untuk "Menelusuri Makna Tempat Pulang Lewat Olah Tubuh "Andai, Rumah tanpa Tapi""