Tim Pengabdian Masyarakat UM Serahkan Bahan Kostum Tari pada Pelatihan Peningkatan Kopetensi Pelatih Tari di Sanggar Senaputra Malang



Penyerahan materi kain pada Sanggar Senaputra Malang dari tim Pengabdian Kepada Masyarakat UM (Foto ist.)



Damaritimes. MALANG – Upaya menjaga kelestarian identitas visual tari khas Malang terus diperkuat oleh kalangan akademisi. Tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Negeri Malang (UM) baru saja menyelenggarakan rangkaian workshop block time yang intensif di Sanggar Senaputra, Malang, yang berlangsung selama dua pekan sejak tanggal 7 hingga 21 Juni 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn., dengan melibatkan tim pendamping yang terdiri dari para pakar seni seperti Dra. EW. Suprihatin, DP., M.Pd., dan Yurina Gusanti, M.Sn., serta didukung oleh alumni UM, Muhammad Affaf Hasiymy, bersama dua mahasiswa aktif, Shalahudin Iskandar dan Helena Nindy.

Workshop ini menyasar sepuluh pelatih dan sepuluh asisten pelatih di Sanggar Senaputra sebagai peserta utama. Fokus utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi teknis mereka dalam merancang desain kostum tari yang khas, khususnya yang merepresentasikan karakter Wayang Topeng Malang. Momentum krusial terjadi pada tanggal 14 Juni 2026, di mana pihak UM menyerahkan bantuan dua rol kain secara simbolis kepada Ketua Sanggar Senaputra, Krisna yang akrab disapa Pak Uud, serta koordinator pelatih, Bu Ana Sopiana.

Dalam pidatonya saat penyerahan bahan tersebut, Prof. Dr. Robby Hidajat menekankan bahwa pemberian dukungan materiil ini dimaksudkan sebagai modal bagi para pelatih agar mampu berkreasi lebih luas. Beliau berharap bahwa penguasaan keterampilan produksi kostum yang mumpuni akan menjadi benteng bagi identitas visual tari khas Malang agar tetap relevan di tengah arus perkembangan zaman. Setelah serah terima tersebut, kegiatan berlanjut ke sesi inti yang dipandu oleh Dra. EW. Suprihatin, DP., M.Pd. Dalam sesi yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB itu, beliau memaparkan secara komprehensif mengenai pemilihan jenis bahan, prinsip estetika, hingga elemen-elemen detail desain yang harus ada dalam kostum khas Malangan.

Sesi diskusi interaktif yang padat tersebut memberikan fondasi konseptual yang sangat berharga bagi seluruh peserta untuk melangkah ke tahap perancangan desain di sesi-sesi berikutnya. Antusiasme peserta pun terlihat jelas saat mereka mengakui besarnya manfaat dari pelatihan ini. Meskipun diakui terdapat tantangan dalam memulai proses produksi, para pelatih merasa sangat terbantu dengan adanya penyegaran ilmu tersebut. Tidak hanya sekadar memperdalam kemampuan seni tari, para peserta kini memiliki optimisme untuk mengembangkan profesi tambahan dengan memproduksi kostum tari secara mandiri sebagai bentuk kemandirian ekonomi.

 

Reporter: R.Dt.

 

 

Posting Komentar untuk "Tim Pengabdian Masyarakat UM Serahkan Bahan Kostum Tari pada Pelatihan Peningkatan Kopetensi Pelatih Tari di Sanggar Senaputra Malang"