Ibu Suciami (Istri Mendiang Seniman Tari Chattam AR); Berpulang

 



jenasah ibu Suciami ketika disemayamkan di rumahnya (Foto ist.)


Damariotimes. Telah berpulang ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, Ibu Suciami, istri dari seniman tari dan tokoh ludruk legendaris Malang, mendiang Chattam AR, pada usia 76 tahun. Beliau mengembuskan napas terakhir pada hari Minggu, 14 Juni 2026, pukul 08.13 WIB di kediaman beliau, Jl. Gading No. 14A, Kota Malang, setelah berjuang melawan penyakit diabetes yang dideritanya.

Ibu Suciami merupakan sosok pendamping yang setia dalam perjalanan panjang dunia seni tradisi di Malang. Selama puluhan tahun, beliau menjadi pilar kekuatan bagi mendiang Chattam AR—sosok cantrik teladan lulusan Padepokan Seni Bagong Kussudiaradjo (1979) yang namanya harum berkat karya monumental seperti rekonstruksi tari Beskalan serta berbagai tari kreasi khas Malang lainnya, seperti Branjang, Gading Alit, Kebar Malang, dan Senggot Tengger.

Di balik setiap gerak tari dan kesuksesan sang suami di pentas nasional, terdapat peran Ibu Suciami yang tak ternilai. Beliau adalah saksi bisu sekaligus pendukung utama proses kreatif di Sanggar Tari Swastika, tempat di mana akar-akar seni tradisi Malang pernah tumbuh subur.

Kisah hidup Ibu Suciami adalah pengingat bagi kita semua pentingnya perhatian terhadap keluarga seniman yang telah berjasa besar dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Beliau kini telah menyusul suaminya, meninggalkan seorang putra semata wayangnya.

Kami keluarga besar pecinta seni di Malang menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah dan kesabaran Ibu Suciami selama mendampingi perjuangan seni suaminya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Selamat jalan, Ibu Suciami. Pengabdianmu pada budaya dan ketegaranmu akan selalu dikenang dalam sejarah seni tari Malang.

 

Reporter: R.Dt.

 

Posting Komentar untuk "Ibu Suciami (Istri Mendiang Seniman Tari Chattam AR); Berpulang"