Sarasehan Dagelan PADAS Sinergikan Humor dan Strategi Kreatif Komedi Tradisional di Sleman Yogyakarta





Sambutan ka dinas kebud sleman di wakili sekdin (arif wibowo. Skm. Mm. (Foto ist.)



       Damaritimes. SLEMAN, D.I. YOGYAKARTA
– Dalam rangka menjaga eksistensi, melestarikan, sekaligus mewariskan kekayaan seni komedi tradisional di tengah gempuran modernisasi, Paguyuban Dagelan Sleman (PADAS) sukses menyelenggarakan agenda berkala bertajuk Sarasehan Dagelan sebagaimana yang tertera pada lembar publikasi resmi image_9a643c.png. Kegiatan yang penuh dengan kehangatan dan gelak tawa ini dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Jalan KRT. Pringgodiningrat No. 11, Beran, Tridadi, Sleman. Berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB, acara ini dihadiri oleh 25 orang seniman dagelan dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Sleman yang antusias memikirkan masa depan seni tutur tradisional.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang khidmat melalui pembacaan doa bersama, memohon kelancaran serta keberkahan atas berlangsungnya forum diskusi seni tersebut. Nuansa nasionalisme kemudian membubung tinggi saat seluruh hadirin berdiri bersama untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serempak. Memasuki sesi formal, Drs. Suparno selaku Ketua Paguyuban Dagelan Sleman (PADAS) menyampaikan laporan panitia sekaligus laporan keorganisasian. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi urgensi penguatan solidaritas antar-pelawak lokal serta perlunya adaptasi kreatif agar seni dagelan tetap dicintai oleh generasi muda tanpa kehilangan jati diri kulturalnya.


Laporan ketua PADAS (Drs.Suparno) (Foto ist.)


Apresiasi dan dukungan penuh dari birokrasi pemerintahan disampaikan melalui sambutan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Dinas, Bapak Arif Wibowo, SKM, MM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap ekosistem kebudayaan, khususnya seni pertunjukan rakyat seperti dagelan. Beliau berharap sarasehan ini dapat melahirkan gagasan-gagasan segar yang inovatif sehingga dagelan tidak sekadar menjadi tontonan hiburan yang menghibur, tetapi juga tuntunan moral yang efektif bagi masyarakat luas.

Memasuki acara inti, forum sarasehan menghadirkan dua narasumber kawakan yang sudah sangat familier di jagat komedi dan seni pertunjukan modern. Sesi pertama dipaparkan oleh Drs. KRT. Sintanus Prigel Siswanto, M.Hum., atau yang lebih akrab disapa publik sebagai Dalijo Angkring. Beliau mengupas tuntas materi mengenai perkembangan dunia lawak di Indonesia. Dalam ulasannya yang deskriptif dan reflektif, Dalijo memetakan transformasi lawak dari panggung-panggung tradisional keliling hingga masuk ke era digital dan media sosial. Ia menekankan bahwa meskipun media penyampaiannya berubah, substansi kepekaan sosial dan kecerdasan menangkap fenomena sehari-hari tetap menjadi fondasi utama seorang pelawak dalam bertahan di industri kreatif.


Foto bersama setelah Sarasehan selesai (Foto ist.)


Paparan dilanjutkan oleh narasumber kedua, Wisben Antara, yang membawakan materi teknis dan praktis dengan judul cara jitu meraih lucu. Melalui gaya bicaranya yang segar, Wisben membedah formula-formula estetika humor, teknik pemenggalan kalimat (timing), pembacaan situasi audiens, hingga metode membalikkan ekspektasi atau pembuatan punchline yang tak terduga. Penjelasan ini memberikan wawasan baru bagi para peserta mengenai proses kreatif di balik layar dalam menyusun sebuah skenario komedi yang berbobot dan terstruktur, demi memicu tawa yang natural namun tetap beretika.

Suasana ruang rapat semakin dinamis saat memasuki sesi tanya jawab. Para peserta sarasehan memanfaatkan momentum ini untuk saling bertukar pikiran, berkeluh kesah mengenai tantangan regenerasi seniman lawak, hingga berdiskusi mengenai strategi kolaborasi pertunjukan. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab secara mendalam oleh kedua narasumber, yang diselingi lemparan humor segar khas pelawak Sleman sehingga suasana tetap terasa cair namun esensinya tetap terjaga. Seluruh rangkaian acara sarasehan budaya ini kemudian diakhiri dengan penutupan dan doa bersama, menandai komitmen bersama para pelaku seni untuk terus bergerak bersama menjaga, mengembangkan, serta memajukan khazanah kebudayaan dagelan di Kabupaten Sleman.

 

Kontributor Yogyakarta: Suparno

  

Posting Komentar untuk "Sarasehan Dagelan PADAS Sinergikan Humor dan Strategi Kreatif Komedi Tradisional di Sleman Yogyakarta"