![]() |
| Tim Dosen UM persiapan perancangan kotum tari Malang (Foto ist.) |
Damariotimes.
Malang, 30 Mei 2026. Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan kekayaan
seni budaya lokal, tim ahli dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan,
Departemen Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang tengah
melaksanakan tahapan krusial dalam perancangan kostum tari khas Malang.
Aktivitas perencanaan perancangan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan
intensif menjelang pelaksanaan Workshop Perancangan Kostum Tari Malang bagi
Pelatih Tari di Sanggar Senaputra Malang yang dijadwalkan akan berlangsung pada
tanggal 7 Juli 2026.
Proses tersebut mengambil tempat di Laboratorium Program
Studi Pendidikan Seni Pertunjukan yang sekaligus berfungsi sebagai pusat
inkubasi ide, tempat rekonstruksi visual, dan ruang harmonisasi dimensi kostum
secara profesional agar siap diimplementasikan oleh para praktisi tari.
Aktivitas perencanaan dan perancangan di laboratorium ini dinakhodai langsung
oleh tim inti yang terdiri dari para pakar dan akademisi seni pertunjukan
bereputasi, yaitu Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn. selaku ketua sekaligus pakar
tari dan budaya Malangan, dengan didampingi oleh Dra. EW Suprihatin DP., M.Pd.
selaku ahli pendidikan seni serta Yurina Gosanti, M.Sn. selaku ahli desain dan
kostum pertunjukan.
![]() |
| hasil persiapan materi pelatihan bagi pelatih tari Sanggar Senaputra (Foto ist.) |
Fokus utama dari perancangan kostum ini bersumber langsung
dari anatomi busana klasik Wayang Topeng Malang. Tim inti melakukan pembedahan
estetika, penyelarasan dimensi proporsi tubuh, serta standardisasi pola agar
menghasilkan karya yang ergonomis namun tetap sarat akan nilai filosofis.
Terdapat empat elemen utama Wayang Topeng Malang yang menjadi inti fokus dalam
perancangan ini. Elemen tersebut diawali dengan celana panji yang merupakan
celana khas sebatas bawah lutut dengan hiasan atau tumpal pada bagian ujungnya
untuk mencerminkan karakter kedewasaan dan kesatria. Selanjutnya adalah rapek
yang berupa kain penutup bagian pinggang hingga paha untuk memberikan
karakteristik gerak dinamis pada penari. Selain itu, ada pula pedangan sebagai
elemen hiasan atau kelengkapan busana bagian depan atau samping yang
mempertegas struktur visual kostum, serta dilengkapi dengan kace atau hiasan
dada berupa ornamen melingkar yang memperindah tampilan atas sekaligus menegaskan
identitas karakter tokoh yang dimainkan.
Kegiatan di laboratorium ini menjadi tahap proses esensial
karena setiap detail dari celana panji, rapek, pedangan, hingga kace diukur,
diharmoniskan dimensinya, dan disesuaikan dengan kebutuhan ruang gerak kontemporer
tanpa menghilangkan identitas pakem aslinya. Hasil akhir dari perancangan
matang di laboratorium Universitas Negeri Malang ini nantinya akan
ditransformasikan menjadi materi utama dalam workshop pada tanggal 7 Juli 2026
mendatang dengan sasaran utama para pelatih tari di Sanggar Senaputra Malang.
Melalui proses transfer pengetahuan dari tim dosen kepada para pelatih sanggar,
diharapkan muncul standardisasi visual kostum tari Malang yang profesional,
modis, namun tetap berbasis pada keluhuran tradisi Wayang Topeng Malang,
sehingga mampu memberikan angin segar bagi ekosistem seni pertunjukan di Kota
Malang dalam menghadapi tantangan industri kreatif global.
Reporter : MAH


Posting Komentar untuk "Tim Dosen UM Rancang Kostum Tari Malang untuk Workshop Sanggar Senaputra Malang"