![]() |
| salah satu tempilan Festival di Seleman Yogyakarta (Foto ist.) |
Damariotimes.
Dalam rangka memperingati momentum bersejarah Hari Jadi Kabupaten Sleman yang
ke-110, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menggelar agenda akbar Festival
Kethoprak se-Kabupaten Sleman pada hari Jumat, 22 Mei 2026. Acara yang
berlangsung meriah di Gedung Kesenian Sleman ini menyajikan kompetisi tingkat
tinggi yang mempertemukan enam grup kethoprak unggulan dari berbagai kapanewon.
Keenam kontingen terpilih tersebut secara bergiliran menampilkan performa
terbaik mereka di hadapan dewan juri dan pencinta seni tradisi, dimulai sejak
pagi hari dengan penampilan berturut-turut dari Kontingen Kapanewon Pakem,
Kapanewon Gamping, Kapanewon Sleman, Kapanewon Cangkringan, Kapanewon Turi,
hingga ditutup oleh Kontingen Kapanewon Godean pada sore harinya.
Perhelatan
budaya ini diawali dengan laporan resmi dari Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten
Sleman mengenai jalannya seleksi dan persiapan festival. Secara resmi, acara
dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) yang hadir mewakili Bupati Sleman.
Prosesi pembukaan berlangsung sakral sekaligus semarak, ditandai dengan
pemukulan kenthongan secara simbolis oleh Sekda Sleman. Ketukan ritmis
kenthongan tersebut kemudian diikuti secara serempak oleh Kepala Dinas
Kebudayaan Sleman beserta beberapa kepala instansi terkait yang turut naik ke
atas panggung, menandakan dimulainya pesta budaya masyarakat Sleman secara
resmi.
Sembari
menunggu dewan juri merumuskan nilai dan menentukan pemenang dari keenam
kontingen kontestan, suasana ketegangan di dalam gedung dicairkan oleh
penampilan istimewa dari Paguyuban Dagelan Sleman atau yang lebih dikenal
dengan nama PADAS. Mengangkat tema jenaka yang sarat akan kritik sosial
mendalam, PADAS menyuguhkan lakon bertajuk "Nabok Nyilih Tangan" atau
"Dukun Kependem". Lakon ini secara filosofis mengupas fenomena
manipulasi sosial, di mana seseorang berusaha memukul atau mencelakai pihak
lain dengan meminjam tangan atau memanfaatkan orang lain demi menyembunyikan
keterlibatan dirinya sendiri.
Pertunjukan
dagelan yang memancing gelak tawa penonton ini disutradarai oleh sutradara
kenamaan, Nano Asmorodono. Di atas panggung, jajaran pemain kawakan tampil
dengan harmoni peran yang luar biasa, di antaranya Drs. Suparno yang akrab
disapa Parno Arjodikompo, Sukirno yang populer dengan nama Sukir Iwak Gasir,
Paryati, S.Pd. yang memukau lewat karakter Siphye, serta didukung oleh
penampilan apik dari Putut dan Surono. Dinamika panggung semakin hidup dan
meriah berkat iringan musik dari orgen tunggal yang dimainkan secara piawai
oleh Jaka Waluyo, S.Sn. di bawah bendera Arjuna Entertainment, yang berhasil
memadukan nuansa modern tanpa kehilangan ruh tradisionalnya.
Kemeriahan
festival kethoprak ini berjalan runtut sesuai dengan jadwal formal yang telah
disusun oleh panitia, sebagaimana tertera dalam dokumen image_58a206.png mengenai
rundown acara. Setelah rekapitulasi nilai dan hiburan dari PADAS selesai
dilaksanakan pada sore hari, seluruh rangkaian perhelatan akbar ini ditutup
dengan pengumuman pemenang serta penutupan resmi pada pukul 18.00 WIB. Melalui
penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama masyarakatnya
kembali meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan melestarikan
warisan adiluhur kethoprak agar tetap eksis dan relevan di tengah perkembangan
zaman.
Kontributor: Suparno

Posting Komentar untuk "Semarak Festival Kethoprak Kabupaten Sleman: Perayaan Seni Tradisi Menyambut Hari Jadi Ke-110"