Eksplorasi Promosi Musik Tong-Tong melalui Media Sosial TikTok


ujian skripsi Ahmad Hadziq Nurrahmid (Foto ist.)


Damariotime; Malang, 12 Mei 2026. Telah dilaksanakan ujian hasil penelitian yang disusun oleh Ahmad Hadziq Nurrahmid, di bawah bimbingan Dr. Rully Aprilia Zandra, M.Pd., M.Sn. Penelitian yang diajukan bertajuk: Strategi Promosi Musik Tong-Tong Melalui Media Sosial TikTok pada Paguyuban Lanceng Spectra. Bertindak sebagai tim penguji dalam sidang ini adalah Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn., dan Dra. EW. Suprihatin, M.Pd. Topik yang diangkat mengenai strategi promosi musik Tong-Tong di Desa Pamolokan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur ini, pada dasarnya menunjukkan upaya akademis yang komprehensif dalam memotret dinamika budaya tradisional di era disrupsi digital.

Secara model penelitian, karya ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang tepat untuk menggali kedalaman fenomena sosial. Peneliti secara cermat mengurai alur manajerial yang sistematis, mulai dari tahap perencanaan konten yang berbasis pada kolektivitas tim melalui proses briefing, persiapan teknis yang mempertimbangkan kualitas estetika audio-visual, hingga tahap implementasi yang adaptif terhadap fitur-fitur mutakhir platform digital seperti penggunaan tagar dan live streaming. Ditinjau dari aspek teoretis, penelitian ini berpijak pada pilar komunikasi pemasaran modern dan teori konvergensi media. Penggunaan TikTok sebagai instrumen utama mencerminkan penerapan komunikasi yang dimediasi teknologi, di mana platform tersebut menjadi ruang interaksi yang mengubah cara masyarakat mengonsumsi seni tradisi. Peneliti pun berhasil mengaitkan konsep manajemen strategi klasik dengan variabel digital kontemporer dalam bingkai etnomusikologi yang adaptif di ruang siber.


Foto bersama setelah usai ujian (Foto ist.)



Namun, di balik keunggulan aktualitas isu dan validitas operasional lapangannya, proses pengujian mengungkap beberapa celah substansial yang perlu menjadi catatan kritis. Kelemahan pertama tampak pada aspek teoretis, di mana penelitian ini dinilai masih bersifat umum dan belum menyentuh penggunaan teori komunikasi yang spesifik terkait dengan disiplin musik (seperti semiotika musik atau komunikasi musikal). Hal ini menyebabkan analisis terhadap "pesan" dalam musik Tong-Tong itu sendiri belum terkupas secara mendalam dalam konteks digital.

Selain itu, terdapat keterbatasan data yang mampu menjelaskan fokus-fokus aspek strategis yang dipromosikan. Peneliti cenderung masih memotret permukaan strategi secara umum, tanpa membedah secara detail elemen musikal atau nilai filosofis spesifik apa yang ditonjolkan untuk memikat audiens TikTok. Kelemahan krusial lainnya adalah belum didalaminya dampak ekonomi secara sistematis. Meskipun penelitian ini menyebutkan adanya potensi konversi modal sosial menjadi ekonomi, alur dampak finansial yang nyata bagi kesejahteraan anggota paguyuban belum terpetakan dengan metodologi yang kuat.

Kendati memiliki catatan pada kedalaman analisis dampak dan spesifikasi teori musiknya, penelitian ini tetap memiliki potensi luar biasa sebagai cetak biru bagi kelompok seni tradisional lainnya. Detail teknis penggunaan perangkat DSLR hingga ponsel menunjukkan adanya pergeseran gaya produksi menuju semi-profesional yang sadar akan branding budaya. Hasil penelitian lapangan ini tetap menjadi referensi penting bagi upaya konservasi budaya digital, membuktikan bahwa tradisi dan teknologi dapat disinergikan melalui strategi yang inovatif, meski memerlukan penajaman lebih lanjut pada aspek ekonomi manajerial dan spesialisasi teori komunikasi musiknya.

 

Reporter: R.Dt.

 

Posting Komentar untuk "Eksplorasi Promosi Musik Tong-Tong melalui Media Sosial TikTok"