Kebahagiaan Wisuda Ke-15 SMK Negeri 1 Kepanjen


upacara wisuda ke 15 SMK N 1 Kepanjen (Foto ist.)


Damariotimes. Riuh rendah suara gamelan yang membelah keheningan pagi di Jalan Raya Kedungpedaringan menjadi penanda bahwa ada sesuatu yang istimewa tengah berlangsung di SMK Negeri 1 Kepanjen. Selasa, 12 Mei 2026, menjadi hari bersejarah bagi ratusan siswa-siswi yang telah menuntaskan masa studinya. Sejak pukul 08.00 WIB, suasana di dalam indoor Kanesa tampak begitu megah dan penuh khidmat, namun ada yang terasa sangat berbeda pada perayaan wisuda ke-15 kali ini jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kehangatan budaya dan semangat kebersamaan menyatu dalam sebuah seremoni yang tidak hanya merayakan kelulusan akademik, tetapi juga merayakan kelestarian tradisi nusantara.

Kepala SMK Negeri 1 Kepanjen, H. Lasmono, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya kegiatan ini dengan begitu lancar. Di atas podium, beliau tak henti-hentinya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh dewan guru dan panitia penyelenggara yang telah bekerja keras menyusun konsep wisuda ke-15 yang luar biasa ini. Kebahagiaan tersebut kian lengkap ketika beliau mengumumkan sebuah berita yang dinanti-nantikan oleh seluruh wali murid: siswa-siswi Kanesa dinyatakan lulus seratus persen. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara tenaga pendidik dan semangat belajar siswa tetap terjaga di level tertinggi, menghasilkan generasi yang siap terjun ke dunia industri maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


 Tim Karawitan siswa-siswi potho bersama Ki Juwarno, Cak Marsam Hidayat dan Ki Kingsus Sungkowo  penggagas Karawitan Kanesa Laras SMK Negeri 1 Kepanjen (Foto ist.)


Namun, yang menjadi buah bibir dan daya tarik utama dalam prosesi tahun ini adalah kehadiran tim karawitan "Kanesa Laras". Jika tahun-tahun sebelumnya wisuda kental dengan suasana modern, tahun 2026 ini Kanesa memilih untuk kembali ke akar budaya Jawa yang adiluhung. Sejak pukul lima pagi, ketika embun masih menyelimuti wilayah Kepanjen, para anggota tim karawitan telah hadir di sekolah dengan semangat membara. Mereka mempersiapkan diri dengan penuh disiplin, mengenakan busana khas Jawa yang indah dan penuh wibawa. Balutan kain batik dan beskap yang dikenakan para siswa memberikan kesan elegan, menunjukkan bahwa generasi muda SMK Negeri 1 Kepanjen tidak hanya melek teknologi, tetapi juga sangat mencintai warisan leluhur.

Tepat pukul 07.30 WIB, sebelum acara inti dimulai, dentuman gong dan alunan saron mulai menggema di seluruh penjuru ruangan. Nada-nada gembira dari gamelan Jawa yang dikumandangkan seolah menyambut para wisudawan dengan penuh sukacita. Radhitya Cahyono dan kawan-kawan tampil dengan performa yang sangat memukau, menunjukkan kemahiran mereka dalam memainkan instrumen tradisional tersebut. Penampilan yang begitu rapi dan harmonis ini merupakan hasil bimbingan intensif dari dua pengrawit berpengalaman, Ki Juwarno dan Cak Marsam. Di bawah tangan dingin kedua pembina tersebut, kecerdasan musikal siswa-siswi Kanesa benar-benar terasah hingga mampu menyuguhkan komposisi nada yang menyentuh hati setiap hadirin yang hadir.

Suasana khidmat terus berlanjut saat memasuki sesi sambutan-sambutan formal. Mulai dari Kepala Sekolah, Ketua Komite, hingga perwakilan dari Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Malang, semuanya memberikan pesan yang senada. Ada sebuah benang merah yang ditekankan oleh para tokoh pendidikan tersebut, yakni pentingnya nasehat untuk terus belajar dan tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang telah didapat. H. Lasmono dalam nasehatnya menekankan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan gerbang awal menuju tantangan yang lebih besar di masa depan. Semangat belajar sepanjang hayat atau long-life learning menjadi bekal utama agar lulusan Kanesa tetap relevan di tengah cepatnya perubahan zaman.

Tidak hanya unggul dalam urusan teknis dan budaya, SMK Negeri 1 Kepanjen juga membuktikan diri sebagai wadah yang inklusif bagi pengembangan talenta seni lainnya. Di sela-sela acara, beberapa siswa dengan suara merdu diberikan kesempatan untuk tampil di atas panggung. Mereka menunjukkan kreativitas dan kebolehannya dalam mengolah vokal, menambah warna dalam perayaan yang sudah meriah tersebut. Hal ini menegaskan bahwa sekolah ini sangat menghargai diversitas talenta siswanya. Bakat-bakat non-akademik mendapatkan ruang yang sama luasnya dengan prestasi akademik, menciptakan ekosistem pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, emosional, dan seni.

Perayaan wisuda ke-15 ini pada akhirnya meninggalkan kesan yang mendalam bagi siapa saja yang hadir. Keberhasilan meluluskan seluruh siswa dengan predikat seratus persen adalah prestasi yang patut dibanggakan, namun keberanian untuk menonjolkan identitas budaya melalui Kanesa Laras adalah sebuah capaian karakter yang jauh lebih tinggi nilainya. Wisuda tahun 2026 ini menjadi saksi bahwa di bawah atap SMK Negeri 1 Kepanjen, teknologi dan tradisi bisa berjalan beriringan. Para wisudawan pulang tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kenangan tentang keindahan irama gamelan dan pesan-pesan bijak yang akan terus menggaung dalam langkah mereka menuju masa depan yang cerah.

 

Reporter: cak Marsam

 

Posting Komentar untuk "Kebahagiaan Wisuda Ke-15 SMK Negeri 1 Kepanjen"