![]() |
| Pembukaan secara seremonial HTD UM di Matos (Foto ist.) |
Damariotimes.
Kota Malang kembali menegaskan jati dirinya sebagai barometer kesenian di Jawa
Timur melalui serangkaian perayaan Hari Tari Sedunia yang berlangsung semarak
dan penuh khidmat. Selama dua hari berturut-turut, tepat pada tanggal 29 dan 30
April 2026, denyut nadi kota ini seolah berpindah ke telapak kaki para penari
yang bergerak lincah di berbagai sudut ruang publik. Dari gedung bersejarah
Dewan Kesenian Malang, suasana guyub Kampung Budaya Polowijen, hingga kemegahan
pusat perbelanjaan modern, tarian menjadi bahasa universal yang menyatukan
ratusan seniman, akademisi, dan masyarakat luas dalam satu semangat pelestarian
budaya.
Kemeriahan ini diawali pada Rabu, 29 April 2026, di Gedung
Dewan Kesenian Malang (DKM). Sejak sore hari, atmosfer di sekitar gedung sudah
terasa berbeda; antusiasme masyarakat begitu meluap hingga memadati setiap
sudut area pertunjukan. Sebanyak 150 penari dari wilayah Malang Raya berkumpul
menjadi satu kekuatan kreatif yang luar biasa. Tercatat ada 33 kelompok yang
mempersembahkan total 44 pertunjukan berbeda, menciptakan sebuah kolase gerak
yang sangat kaya. Ketua DKM, Dimas Novib, dalam sambutannya menekankan bahwa
perhelatan ini merupakan bagian dari gerakan global yang dilakukan serentak di
seluruh dunia. Keunikan perayaan di DKM terletak pada inklusivitasnya; panggung
ini menjadi milik siapa saja, mulai dari sanggar profesional, institusi
pendidikan, hingga individu yang tergerak atas nama kecintaan pribadi pada seni
tari.
Keberagaman gender, usia, dan latar belakang menyatu dalam
harmoni yang apik di panggung DKM. Tidak ada batasan yang kaku antara generasi
tua yang sarat pengalaman dengan anak-anak yang baru memulai langkah pertamanya
di dunia tari. Spektrum tarian yang disuguhkan pun sangat luas, mencakup
eksplorasi tari kontemporer yang progresif, tarian tradisional Jawa yang sarat
filosofi, hingga pengaruh tarian Eropa dan aliran modern yang dinamis. Melalui
acara ini, Dimas Novib menitipkan harapan besar agar masyarakat tetap membuka
hati terhadap kebudayaan Indonesia. Baginya, visi besar DKM adalah membawa
kesenian tari Indonesia melangkah jauh melampaui batas nasional menuju panggung
internasional dengan warna-warni kreativitas yang semakin berani.
Apresiasi senada juga datang dari para penikmat seni, salah
satunya Tio Langkir dari Pamong Kebudayaan Malang Raya. Baginya, inisiatif DKM
merupakan langkah konkret yang sangat positif untuk memperkenalkan kembali
identitas budaya bangsa kepada generasi muda. Ruang ekspresi yang diberikan
secara cuma-cuma ini menjadi oase bagi bakat-bakat yang selama ini mungkin
terpendam. Dengan adanya wadah seperti ini, seni tari tidak lagi dianggap
sebagai peninggalan masa lalu yang kaku, melainkan sebuah entitas yang hidup
dan terus relevan dengan perkembangan zaman.
Di saat yang hampir bersamaan, semangat Hari Tari Sedunia
juga merambah ke kawasan utara kota, tepatnya di Kampung Budaya Polowijen
(KBP). Mengusung tema yang kental dengan nuansa lokal bertajuk “Kampung Budaya
Polowijen Njowo”, acara yang digelar di Pawon KBP ini menyajikan sisi mistis
sekaligus estetis dari warisan leluhur. Fokus utama di sini adalah penguatan
jati diri melalui seni tari tradisional dan Topeng Malang. Sebanyak 25 catrik
tari—sebutan bagi murid atau pengikut seni—tampil memukau di hadapan
pengunjung. Mereka membawakan tarian-tarian ikonik seperti Tari Beskalan Putri
Malang yang anggun, Tari Sekarsari, dan ditutup dengan manis oleh Tari Ragil
Kuning.
Filosofi "Njowo" yang diusung bukan sekadar tema
tanpa makna. Hal ini selaras dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam
Tari Topeng Grebeg Jowo yang menjadi materi pembelajaran utama di Polowijen.
Kesemarakan semakin memuncak saat deretan tarian topeng mulai ditampilkan,
mulai dari karakter Grebeg Sabrang yang gagah, Bapang yang jenaka, Gunungsari
yang halus, hingga Patih Kembar yang perkasa. Ditambah dengan penampilan
pendukung seperti Dolan Jaran, Bujang Ganong, dan Gandrung Salam Kerong,
perayaan di Polowijen berhasil mentransformasi ruang pemukiman menjadi panggung
budaya yang edukatif dan penuh makna.
Kemeriahan Hari Tari Sedunia tidak berhenti sampai di situ.
Esok harinya, Kamis, 30 April 2026, tongkat estafet perayaan berpindah ke
tangan para akademisi dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas
Sastra Universitas Negeri Malang (UM). Mengambil lokasi di lantai satu Malang
Town Square (Matos), mereka berhasil mendekatkan seni tari ke jantung keramaian
pusat perbelanjaan. Lebih dari 250 penari yang terdiri dari kolaborasi mahasiswa,
dosen, dan seniman se-Kota Malang unjuk gigi dalam perhelatan yang berlangsung
dari pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.
Acara dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor IV UM,
Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd, M.Ag., yang menandakan dukungan penuh
institusi pendidikan terhadap pelestarian seni. Dalam sambutannya, Ketua
Departemen Seni dan Desain, Dr. Wida Rahayuningtyas, M.Pd., menyampaikan sebuah
kabar menggembirakan bagi dunia akademik seni. Momentum Hari Tari ini digunakan
untuk memacu potensi prodi Pendidikan Seni Pertunjukan agar semakin
berkualitas. Salah satu langkah strategis yang diumumkan adalah peluncuran
Program Studi S2 Pendidikan Seni di lingkungan Jurusan Seni dan Desain UM. Hal
ini menjadi bukti nyata bahwa semangat menari di Malang tidak hanya berhenti
pada gerakan fisik di atas panggung, tetapi juga diimbangi dengan pendalaman
secara intelektual dan akademik.
Melalui rangkaian acara yang tersebar di berbagai titik
ini, Kota Malang sekali lagi membuktikan bahwa seni tari adalah jiwa yang terus
berdenyut. Perayaan Hari Tari Sedunia 2026 di Malang menjadi sebuah refleksi
kolektif bahwa budaya akan tetap abadi selama ada ruang untuk berekspresi,
kemauan untuk belajar, dan sinergi yang kuat antara masyarakat, praktisi, dan
akademisi. Tarian telah berhasil menyatukan masa lalu yang penuh tradisi dengan
masa depan yang penuh harapan di bawah satu payung harmoni budaya Indonesia.
Reporter: R.Dt.

Posting Komentar untuk "Merajut Tradisi dan Modernitas dalam Perayaan Hari Tari Sedunia 2026 di Kota Malang"