![]() |
| tradisi :galak gampil" berkunjung kerumah tetangga (Sumber AI) |
Damariotimes.
Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim
di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Muslim merayakan hari
kemenangan ini dengan bersuka cita. Di Indonesia, ada banyak tradisi unik yang
menyelimuti perayaan Idul Fitri. Salah satu tradisi yang sempat marak di tahun
1970-an, terutama di kalangan anak-anak usia 5-12 tahun, adalah "galak
gampil".
Istilah "galak gampil" sendiri belum memiliki
arti yang pasti. Beberapa orang mengartikannya sebagai "mencari uang
dengan cara yang gampang", namun ada juga yang mengartikannya sebagai
"mendapatkan uang dengan cara yang tak terduga". Apa pun artinya,
"galak gampil" adalah tradisi yang sangat dinantikan oleh anak-anak
di masa itu.
Pada hari raya Lebaran, setelah menunaikan shalat Id,
anak-anak akan berkelompok mengunjungi rumah-rumah tetangga tanpa didampingi
orang tua. Mereka akan mengetuk pintu rumah tetangga sambil mengucapkan kata
"Galak gampil" dengan suara yang lantang. Setelah pemilik rumah
membuka pintu, anak-anak akan bersalaman dan meminta maaf atas segala kesalahan
yang telah diperbuat.
Pemilik rumah biasanya akan menyambut anak-anak dengan
senang hati dan mempersilakan mereka masuk. Mereka akan menyuguhkan berbagai
hidangan kue-kue Lebaran yang lezat. Anak-anak yang datang berkunjung pun akan
dipersilakan untuk menyantap hidangan tersebut.
Namun, tujuan utama anak-anak ini bukanlah untuk makan kue.
Yang mereka cari adalah uang (ampau) yang disebut dengan "galak
gampil". Pemilik rumah biasanya akan memberikan uang kepada anak-anak
tersebut, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar.
Uang yang didapat dari "galak gampil" akan
dikumpulkan oleh anak-anak. Mereka akan saling bertukar informasi mengenai
jumlah uang yang mereka dapatkan dari setiap rumah yang dikunjungi. Anak-anak
yang lain akan datang ke rumah yang memberikan uang paling banyak.
Uang yang terkumpul dari "galak gampil" biasanya
digunakan oleh anak-anak untuk pergi ke tempat-tempat wisata yang ada kolam
renangnya. Hal ini menjadi semacam kebiasaan bagi anak-anak di masa itu.
Tradisi "galak gampil" saat ini sudah tidak lagi
marak, namun tradisi ini tetap menjadi kenangan manis bagi anak-anak yang
pernah mengalaminya. Tradisi ini menunjukkan betapa bahagianya anak-anak di
masa lalu dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Contributor:
R.Dh.

Posting Komentar untuk "Galak Gampil: Tradisi Mencari Ampau di Hari Raya Lebaran Idul Fitri"