Misi Kewirausahaan Mahasiswa Program di Jantung Kampung Warna-Warni Jodipan

 


memberikan makna pada lingkungan dengan ide serpon teaterikal (Foto ist.)


Damariotimes. Malang, tanggal 26 November 2025, Koridor ruang kelas di Gedung C9 Departemen Seni dan Desain Fakultas Seni Universitas Negeri Malang (UM) mendadak sepi, karena perkuliahan teoretis estetika seni pertunjukan. Mahasiswa  70 orang yang diampu oleh Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn., dua offering mahasiswa ini melesat berjalan kelapangan yang menjanjikan sebuah transformasi serius: mengawinkan pemahaman mendalam tentang Estetika Seni Pertunjukan dengan potensi nyata kewirausahaan di tengah hiruk-pikuk wisata urban, mereka sejak pukul 09.00 sudah berada di Kampung Warna-Warni Jodiban (KWJ).

Misi mereka, yang dinamakan "Ekplorasi potensi estetika lingkungan," membalikkan anggapan lama. Selama bertahun-tahun, matakuliah teori keindahan seringkali terkurung dalam isolasi akademis, dengan perkuliahan yang konvensional. Kini diupayakan untuk berpisah dari perkuliahan klasikal, menuju pada kegiatan praktis seni hiburan yang bernilai ekonomi. Namun, kini telah muncul kesadaran yang mendesak: ilmu estetika harus berujung pada proyek yang berwujud, yang mampu diolah dan dikembangkan menjadi produk entertemen bernilai jual. Kesadaran ini menemukan lokus yang sempurna di Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ), Kota Malang.


ada wisatawan yang dilibatkan dalam eksplorasi (Foto ist.)


KWJ bukanlah sekadar permukiman padat yang dicat cerah. Destinasi wisata urban ini adalah anomali visual dan spasial; palet warna yang meledak di atas labirin topografi permukiman yang unik. Bagi para mahasiswa PSP, kampung ini adalah sebuah laboratorium hidup, sumber daya estetik yang siap untuk diaktivasi. Pengamatan mendalam mereka diarahkan untuk mengurai benang merah antara elemen visual, spasial, dan sosial khas Jodipan, lalu menginternalisasikannya. Tujuannya adalah merangkai elemen-elemen tersebut menjadi artikulasi pertunjukan yang menciptakan interaksi lebih kaya dan bermakna bagi setiap pengunjung yang melintas.

Kebutuhan KWJ akan support dalam perancangan program, sebagaimana diutarakan oleh pengelolanya, Pak Soniparin, menjadi konfirmasi bahwa pasar lokal haus akan sentuhan profesional. Mahasiswa PSP bukan sekadar datang untuk studi kasus mengadakan wawancara, dan menggali data; mereka datang sebagai konstoktor estetika dan calon wirausahawan, siap mengisi kekosongan programatik tersebut.

Titik validasi paling krusial datang dari respons pasar global. Senyum dan decak kagum wisatawan asing bukan hanya apresiasi visual yang biasa; itu adalah penanda jelas terjadinya "pengalaman transaksi estetik." Transaksi ini terjadi ketika penghayatan subjek (wisatawan) bertemu dengan objek estetik yang telah diolah (lingkungan urban KWJ), menghasilkan nilai emosional, kognitif, dan kultural yang terasa nyata dan berharga. Penerimaan pasar internasional ini secara langsung membenarkan hipotesis proyek: pengetahuan Estetika tidak lagi abstrak, melainkan sebuah mata uang yang dapat dikonversi menjadi pengalaman hiburan yang bernilai ekonomi.

Pada akhirnya, perjalanan di Jodipan ini membuktikan bahwa batas antara teori akademis dan aplikasi praktis dalam seni pertunjukan telah dilebur. Mahasiswa PSP UM tidak hanya memahami teori keindahan; mereka telah melangkah lebih jauh, menjadi arsitek pengalaman keindahan yang bernilai ekonomi dan budaya. Mereka kini adalah kreator-wirausahawan estetika lingkungan urban, siap untuk tidak hanya mengapresiasi destinasi wisata, tetapi juga memperkuat dan menghidupkan potensinya.

 

Reporter : R.Dt.

 

2 komentar untuk "Misi Kewirausahaan Mahasiswa Program di Jantung Kampung Warna-Warni Jodipan"

  1. Artikel ini menjelaskan pentingnya estetik lingkungan dalam pendidikan seni, terutama melalui eksplorasi dan praktik nyata di Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang. Kegiatan seni di kampung ini tidak hanya meningkatkan keindahan visual, tetapi juga membantu menciptakan nilai ekonomi dan hiburan bagi masyarakat serta wisatawan

    BalasHapus
  2. keren mahasiswa psp 25

    BalasHapus