Gagal Menyaksikan IKN; Rombongan Penari Dikbud Kota Malang Kecewa

        Damariotimes, Pasir Penajam IKN, 6 juni 2024. Rombongan meluncur pk. 07.30 setelah sarapan di hotel Zurich. Perjalanan dibutuhkan waktu 2-3 jam sampai di lokasi. Minibus melaju dengan kecepatan memaksa dengan ketangkasan: Raiman, sopir yang mengaku sejak SMP sudah bawa angkot. Pria kelahiran 1982 itu adalah orang rantau dari NTB.
Para penari selfi di resareal IKN dan diedit untuk memuaskan diri telah menyaksikan IKN
        Daerah IKN ini telah dijelajahi sebelum jalan dikeraskan, medan kalimantan yang berbukit-bukit, sungguhpun sepanjang perjalanan semua telah beraspal atau beton cor, namun kontur Medang jalan yang naik turun membuat reaksi para penari teriak seperti naik wahana relcoster. Sampai setengah perjalanan hampir separuh rombongan sudah tidak tahan buang air kecil, ketika ada indomaret langsung minta turun. Selain buang air, yang mereka sadar adalah eskrim. Udara di Kalimantan Timur ini memang panas, terlebih memasuki daerah pedalaman yang berbukit.
        Belum beranjak Meluncur 20 menit dari indomaret, salah satu penari mengaku smathphonnya ketinggalan di toilet. Mas Erwin segera balik ke indomaret, sementara menunggu ada kabar pengunjung tidak dapat memasuki areal IKN, hanya sampai di resateal. Berita lain yang menggembirakan, smatphone yang ketinggalan di Indomart ditemukan.
        Perjalanan dilanjutkan, jarak kurang 4,6 km pada posisi resareal IKN. Pada hari ini, pengunnung dilarang masuk ke titik 0 IKN, terlebih jalan menuju lokasi juga macet berat, dan juga cuaca gerimis. Sebagai rakyat Indonesia yang berkesempatan berada di lokasi IKN tentunya kecewa, tapi lebih memilih balik kanan menuju bendara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
 
 
 
Reporter    : R. Dt.
Editor        : MAH

1 komentar untuk "Gagal Menyaksikan IKN; Rombongan Penari Dikbud Kota Malang Kecewa"

  1. Tabuh kendang dendang selayang
    Bersama sang puan kita berangan Aduh sayang seribu sayang
    Dah dekat tujuan tak tercapai tangan

    BalasHapus