9 Tips untuk Mahasiswa Mengembangkan Kemampuan Menulis Ilmiah

        Damariotimes. Jika anda sedang mulai memasuki jenjang studi di perguruan tinggi, dedikasikan seluruh kemampuan anda untuk dapat menjadi ‘penulis ilmiah’. Jangan khawatir, bahwa kemampuan menulis ini akan dapat mengantar anda pada dunia kerja. Oleh karena itu, ada 9 tips yang dapat anda simak baik-baik.

Membaca, kemudian menulis (Foti ist.)

  1. Pahami Tujuan
    Menulis Semua mahasiswa pada jenjang pertama memasuki perkuliahan, tentu anda akan dihadapkan dengan berbagai karakter dan kebiasaan dosen. Akan tetapi, satu hal yang harus anda fokuskan, yaitu pahami tujuan menulis karya ilmiah. Karena semua dosen akan memberikan tugas menulis yang harus dikumpulkan dalam tertentu. Maka pahami tentang topik, dan mulailah untuk menuliskan sesuatu ditugaskan.
  2. Baca Artikel dan Buku Ilmiah
    Jika anda pada waktu di SMA telah menyukai membaca, itu merupakan kebiasaan yang baik. Maka ketika anda memasuki bangku kuliah. Hal itu harus ditingkatkan, setidaknya harus mulai dilakukan ‘membaca’. Carilah artikel atau buku yang ditulis oleh dosen, bacalah semua karya tulis ilmiah dosen yang berada di media masa. Jika harus membeli, upayakan dengan perencanaan agar anda dapat menggunakan buku tersebut secara maksimal. Artinya menjadi penulis itu membutuhkan asupan ilmu pengetahuan, utamanya ilmu pengetahuan dari sumber yang paling dekat yaitu dosen.
  3. Rencanakan Latihan Menulis
    Sebelum anda mengerjakan tulis menulis, buatlah rencana yang detail, setidaknya tepat seperti yang ditugaskan oleh dosen. Tentukan terlebih dahulu struktur (urutan) yang akan ditulis, poin utama yang menjadi pokok pembahasan harus ditempatkan pada setiap pokok pikiran yang ingin dijelaskan. Pada saat ini adalah kesempatan untuk Latihan mengorganisasikan sistematika tata tulis.
  4. Gunakan Bahasa Tulis
    Setiap mahasiswa (walaupun sudah mendaptkan pelajaran Bahasa Indonesia) dapat dipastikan sangat jarang yang mampu menulis dengan baik, hal ini dikarenakan pembelajaran di SMA lebih pada pengetahuan teoritik, dan bukan berlatih menulis. Sehingga mahasiwa harus mulai mengkondisikan diri untuk belajar untuk menulis Bahasa tulis, bukan bahasa lisan yang ditulis. Belajarlah menuliskan sesuatu yang jelas, tepat, dan benar-benar informasi yang anda sampaikan itu dimengerti oleh orang lain, utamanya dosen. Karena mereka tidak membaca dengan detail, namun membaca secara cepat. Maka kesalahan yang anda buat akan sangat mudah dikenali, jika ada kesalahan dalam menyampaikan tata tulis, maka dosen akan dapat mengetahui secara keseluruhan, bahwa tulisan anda memang tidak baik.
  5. Sadari Gaya Penulisan
    Gaya bahasa yang khas akan menunjukan ‘diri anda’. Sehingga dari tulisan anda itu akan dapat dikenali cara dan teknik anda menuliskan sesuatu. Oleh karena itu, sadari dengan teliti dengan penggunaan kata-kata, sehingga gaya penulisan menjadi identitas hingga anda mencapai kesuksesan. Seorang dosen akan mengenali gaya bahasa anda sampai anda menuliskan karya tulis sebagai tugas akhir.
  6. Otokritik
    Terbukalah dengan berbagai kritikan, utamanya kritik yang berasal dari diri anda sendiri. Oleh karena itu ‘penulis adalah pembaca pertama’. Dengan demikian, setelah anda menulis, maka upayakan menjadi pembaca yang kritis, sehingga ada kemungkinan ketidakjelasan dari tulisan yang dapat secepatnya diperbaiki.
  7. Gunakan Referensi
    Setiap menulis, usahakan dengan sungguh-sungguh menggunakan referensi. Karena referensi itu adalah cara untuk menguatkan pendapat atau pemahaman yang anda kemukakan. Berbagai uraian yang anda tulis, pasti meminta penguatan, karena tidak ada satupun pernyataan yang benar-benar murni dari pendapat anda sendiri. Oleh karena itu, referensi itu menjadi penguatan dari apa yang ingin anda sampaikan.
  8. Hindari Plagiasi
    Plagiasi adalah kejahatan ilmiah, oleh karena itu hindari plagiasi. Baik yang dicek oleh mesin pelacak kesamaan atau kemikiran tulisan. Akan tetapi anda sendiri harus mempunyai komitmen, bahwa apa yang anda tulis itu dapat diyakinkan bebas dari peniruan yang langsung atau tidak langsung.
  9. Berlatih Secara Rutin
    Seorang mahasiswa yang benar-benar ingin mencapai kesuksesan disarankan dengan sadar untuk menyiapkan waktunya untuk ‘menulis’. Hal ini dimungkinkan anda dapat menentukan waktu yang tepat sebagai cara anda belajar, yaitu kapan waktu yang tepat anda dapat menulis, umpamanya setelah sholat subuh, jika anda nyaman menulis pada waktu itu, kerjakan berulang-ulang dalam waktu yang sama. Hal ini yang harus dilakukan oleh setiap calon penulis, sehingga anda tidak melakukannya pada waktu yang sembarangan. Hal ini yang seringkali dilakukan oleh mahasiswa dengan istilah ‘SKS” (Sistem Kebut Semalam).
 
 
Penulis       : Robby Hidajat
Editor         : Muhammad Afaf Hasyimy

Posting Komentar untuk "9 Tips untuk Mahasiswa Mengembangkan Kemampuan Menulis Ilmiah"