Pendidikan Seni Tari: Ditujukan Sebagai Transformasi Nilai Budaya Bangsa (bagian 1)

        Damariotimes. Seni tari dipelajari sebagai upaya agar siswa dapat mengenali nilai budaya bangsa. Karena untuk mengenali budaya bangsa, ternyata tidak cukup hanya dengan membaca atau diberi penjelasan oleh guru.
Posisi gerak sembahan (Foto ist.)
        Siswa  dimungkinkan dapat berpartisipasi dengan cara berperan aktif merasakan secara langsung melalui kemampuan empatinya, misalnya mempelajari gerakan seni tari yang mempunyai nilai-nilai budaya; gerak sembah dapat dirasakan atau dihayati maknanya oleh siswa yang hidup dalam zaman yang sangat berbeda. Menghormat pada orang tua dengan cara salim, atau bersalaman, atau sungkem, akan lebih mudah dipraktekan oleh siswa ketika mereka telah mempelajari pola-pola gerak yang ada dalam seni tari tradisi. Karena dalam gerakan tari tradisional memuat bentuk gerak yang mirip atau hampir sama.
        Mempelajari seni tari, sudah barang tentu pengenalan nilai budaya ini juga dimungkinkan dapat diaplikasikan ke dalam nilai etika yang berkembang dalam masyarakat, seperti cara duduk, cara berdiri, berjalan, menghormati guru, orang tua, atau teman sebaya, bahkan sikap kesopanan yang lain.  Seni tari sebagai transformasi nilai budaya ini dimaksudkan sebagai usaha mempelajari etika dan moral melalui praktik menari, dengan kata lain siswa dapat belajar melalui seni (tari).
        Jika kita mengenali fungsi tari tersebut, maka belajar menari ternyata tidak hanya untuk pentas. Pementasan adalah salah satu tujuan, namun tujuan mempelajari seni tari dapat diarahkan kehal-hal yang non-presentasi. Menari untuk menjaga kesinambungan etika moral dan melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa.
 
 
Penulis: R. Hidajat
Editor  : Muhammad Afaf Hasyimy

Posting Komentar untuk "Pendidikan Seni Tari: Ditujukan Sebagai Transformasi Nilai Budaya Bangsa (bagian 1)"