Perspektif Perubahan Sosial Ludruk Menurut Pandangan James L. Peacock

        Damariotimes. Buku berjudul ‘Ritus Moernisasi” karya James L. Peacock merupakan buku yang masih menjadi rujukan bagi mahasiswa seni pertunjukan di Indonesia. Mengingat buku ini tidak hanya membahas aspek teknis, namun sangat kuat pada pemahaman perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi di Jawa, dan utamanya di Asia Tenggara. Kambing hitamnya adalah faktor modernisasi, sehingga badai moderniasi yang melanda Asia Tenggara dapat dibaca melalui seni pertunjukan Ludruk, utamanya studi kasus perubahan sosial di Jawa pada tahun 1960-an, atau setelah perang dunia II.

Potret kondisi sosial masyarakat Jawa melalui Ludruk (Foto koleksi Marsam)
        Peacock mengamati modernisasi di Indonesia, utamanya kondisi dan situasi politik Pemerintah Orde Baru yang berdampak pada seni pertunjukan Ludruk. Pemerintah Orde Baru mendorong seni pertunjukan yang lebih modern dan nasionalis, serta memandang ludruk sebagai seni pertunjukan yang konvensional.

Beberapa point yang dapat diperhatikan sebagai berikut:
  1. Peacock menjelaskan, bahwa modernisasi di Asia Tenggara adalah sebuah proses yang kompleks dan tidak homogen. Karena itu, setiap tempat atau wilayah menunjukan reaksi dan membentuk kondisi yang berbeda-beda.
  2. Perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi akibat badai modernisasi di Asia Tenggara yang menghantam masyarakat tradisional di Asia Tenggara mengakibatkan terjadinya Urbanisasi, industrialisasi, dan globalisasi, sudah barang tentu berdampak pada aspek sikap masyarakat dalam mengekspresikan kehidupan sosial. Pemahaman ini dibaca oleh Peacock melalui seni pertunjukan Ludruk yang bersifat konvensional.
  3. Dampak positif dan negatif dari modernisasi, menurut Peacock adalah membawa dampak yang sekaligus, yaitu positif dan negatif. Seperti gaya hidup, kesempatan kerja yang bervariasi, akses teknologi. Dampak negatifnya adalah terjadinya konflik sosial, stabilitas masyarakat, kerenggangan kekerabatan, dan kehilangan nilai-nilai tradisional. Peacock menunjukan, seni pertunjukan Ludruk terus bertahan dan berkembang ditengah perubahan sosial-politik dan budaya di Indonesia. Nilai-nilai Ludruk masih dipandang penting, seperti keberanian, kejujuran, dan ikatan persaudaran. Karena dianggap relevan bagi perkembangan masyarakat di Jawa, dan Indonesia secara keseluruhan. Peacock menunjukan mampu mengadaptasi seni pertunjukan modern dan melakukan inovasi dalam penampilan, sehingga mampu bertahan dari gempuran gaya hidup metropolis.
  4. Peacock juga menandaskan, bahwa nilai-nilai tradisional tetap menjadi penting, seperti nilai-nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan kehidupan berdasarkan pola siklus alami. Hal ini yang secara tegas ditekankan, bahwa ludruk menjadi mempunyai kemampuan beradaptasi, sehingga nilai-nilai tradisional yang tergerus modernisasi masih mampu dikonservasi oleh seni pertunjukan tersebut.
        Secara umum Peacock dalam buku “Ritus Modernisasi” menunjukan bahwa Ludruk merupakan seni pertunjukan yang dibutuhkan oleh masyarakat Jawa untuk menjadi keseimbangan sosial ditengah dorongan pembangunan disegala bidang kehidupan.
 
 
 
 
Penulis : R. Hidajat 
Editor   : Muhammad ‘Afaf Hasyimy

Posting Komentar untuk "Perspektif Perubahan Sosial Ludruk Menurut Pandangan James L. Peacock"