Tari Zapin Di Gelar pada Gebyar Panawijen Djaman Bijen ke-5 Di Kampung Budaya Polowijen Malang

Damariotimes. Malang, 27 Nopember 2022. Kampung Budaya Polowijen (KBP) kembali menyelenggarakan event Gebyar Panawijen Djaman Bijen ke-5. Topik yang dilansir kali ini adalah Gebyar Budaya Nusantara. Ini merupakan spirit membangkitkan semangat prulalisme di kalangan generasi muda.

                Ki Demang (Isa Wahyudi) penggagas Kampung Budaya Polowijen menegaskan, bahwa event di KBP mempunyai spirit budaya dan pendidikan. Oleh karena itu, event yang digelar pada kali ini dapat menjadi penggerak yang sangat kuat di lingkungan generasi muda millenial, mereka dimungkinkan dapat menumbuhkan semangat pluraismenya. Hal ini mengingat Kota Malang sebagai kota pelajar menjadi rumah yang sehat bagi semua suku bangsa.

                Kegiatan yang dihadiri lebih dari 200 orang ini menunjukan kondisi yang bersifat pluralis, berbagai perguruan tinggi yang terlibat mengenakan kostum adat dan tradisi masing-masing daerah. Mereka yang bergabung adalah IKIP Budi Utomo dengan program kuliah Budaya, dan Universitas Merdeka Malang dengan matakuliah Merdeka Belajarnya, dan juga Universitas Negeri Malang hadir sebagai event organizer. Khusus bagi mahasiswa dari Universitas Negeri Malang, mereka hadir untuk mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari matakuliah Enterpreneur Seni Pertunjukan yang diampu oleh Dra. EW. Suprihatin DP.,M.Pd.

Tari Zapin Raja di Laut memeriahkan Gebyar Panawijen Djaman Bijen (Foto Ist.)

                Matakuliah Enterpreneur Seni Pertunjukan merupakan matakuliah unggulan dari program studi pendidikan seni tari dan musik (PSTM), mengingat matakuliah ini membekali mahasiswa agar dapat menyelenggarakan event-event seni pertunjukan. Salah satunya adalah menampilkan seni pertunjukan dengan berbagai jenis. Salah satunya adalah menampilkan jenis Tari Zapin, tarian ini merupakan tari khas yang bermula dari budaya bangsa Arab. Pada abad ke XIII, bangsa Arab telah datang di berbagai daerah di Indonesia dengan membawa tari Zapin Arab, bahkan berabad-abad pula telah berakulturasi di Indonesia menjadi tari Zapin Melayu.

                Pada dua tahun terakhir ini, Dr. Robby Hidajat, M.Sn. dosen pada Departemen Seni dan Desain FS Universitas Negeri Malang melakukan penelitian kolaborasi dengan Universitas Teknologi Malaysia, dan menghasilkan beberapa jenis koroegrafi zapin, salah satunya yang ditampilkan di Kampung Budaya Polowijen (KBP) yaitu Tari Zapin Raja di Laut dan Tari Zapin Empat-Empat. Hasil penelitian ini kemudian diimplementasikan melalui matakuliah Olah Tubuh. Hal ini diharapkan, para mahasiswa mampu mengekspresikan secara teknis keterampilan tari Zapin yang masih belum memasyarakat di Malang, dan Jawa Timur pada umumnya. Demikian informasi yang diberikan oleh Robby Hidajat.




Reporter              : Harda Gumelar
Editor                    : Muhammad ‘Afaf Hasyimy

Posting Komentar untuk "Tari Zapin Di Gelar pada Gebyar Panawijen Djaman Bijen ke-5 Di Kampung Budaya Polowijen Malang"