Menjemput Topeng Bagong Karya Moch Soleh Adi Pramono Di Padepokan Seni Mangundharmo Tumpang Malang

Damariotimes. Sabtu, Tanggal 30 April 2022. Menghampiri Padepokan Seni Mangundharmo milik Moch Soleh Adi Pramono (Ki Soleh Adi Pramono) di Desa Tulus Besar Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. padepokan yang didirikan pada tahun 1983 ini terus bertahan, bahkan Ki Soleh Adi Pramono menggeluti profesi sebagai seniman seni pertunjukan. Berbagai upaya di masa pendemi Covid-19 ini agar tetap dapat bertahan, untungnya ketrampilan sebagai pengukir topeng lambat laun mulai menunjukan kualitasnya. Sungguhpun sebelumnya hanya menekuni profesi sebagai dalang wayang kulit dan topeng.

KI Soleh Adi Pramono dengan Topeng Bagong (Foto Ist.)
            Ketrampilan membuat topeng menjadi semakin lebih inten dalam berproses ketika dua tahun ini. Karena sebagai seniman seni pertunjukan memang sudah tidak dapat berbuat banyak. Hal ini benar-benar memukul kehidupan keluarga Moch Soleh Adi Pramono.

Topeng-topeng karya Moch Soleh Adi Pramono (Foto Ist.)
             Kali ini secara khusus menghampiri Ki Soleh Adi Pramono dikediamannya untuk menjemput Topeng Bapang. Sungguh sangat beruntung, topeng ini memiliki riwayat proses kreatif yang  spiritual, beberapa waktu yang lalu ada pohon sengon yang tumbuh liar di sekitar sebuah pundhen desa. Dengan masyarakat setempat ditebang, tujuannya akan digunakan kayu bakar. Ketika Ki Soleh mengetahui dan memohon untuk menita beberapa bagian.

            Singkat cerita kayu sengon tersebut dibuat topeng Semar dan Bagong. Topeng Semar ternyata diminta oleh seorang Romo di Malang dan topeng Bagong yang sedang penulis jemput ini. Semar dan Bagong harus berpisah, satu mengikuti spiritualis, dan yang satu mengikuti ilmuwan. Hal yang unik, dan mungkin juga ini kebetulan.



Penulis             : R. Hidajat
Editor              : Marsam Hidayat

Posting Komentar untuk "Menjemput Topeng Bagong Karya Moch Soleh Adi Pramono Di Padepokan Seni Mangundharmo Tumpang Malang"