Daya tarik dan keunikan rumah tradisional Jawa di Gunungkawi Jawa Timur

DAMARIOTIMES - Setiap etnik mempunyai berbagai jenis rumah tradisional, rumah merupakan salah satu tempat untuk berlindung dari kondisi cuasa dan atau untuk berkumpul bersama keluarga. Sehingga setiap etnik, termasuk etnik Jawa mempunyai berbagai bentuk rumah tradisional. Salah satunya adalah rumah tradisional yang ada di kecamatan Wonosari Gunungkawi Kabupaten Malang.

Salah satu rumah tradisional jenis limasan di Gunungkawi Malang (Foto ist.)
                Rumah tradisional Jawa tersebut saat ini memang sudah banyak yang mengalami kondisi yang tidak baik, hal ini dikarenakan oleh usia yang telah tua. Namun dari aspek artitektur, rumah tradisional tersebut memiliki keunikan, yaitu bahan yang digunakan adalah terbuat dari kayu. Hal ini tentunya memiliki tujuan tertentu, karena kayu mempunyai karakter yang dapat menyerap udara. Jika udara panas ruangan di dalam rumah tidak  menjadi panas, dan jika udara dingin tidak menjadi terlalu dingin. Terlebih atas yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Jenis atas yang terbuat dari tanah ini mengalami proses pencetakan dan pembakaran sesuai dengan teknik yang diinginkan, sehingga tampak seperti sisik-sisik ikan. Hal ini menunjukan suatu yang unik.

                Selain dari pada itu rumah tradisional Jawa, seperti pada gambar adalah jenis rumah limasan. Rumah tersebut memiliki tiang penyangga, tiang dari jenis rumah Jawa yang paling sederhana adalah bertinang 4. Hal ini memiliki latar belakang filosofis, yaitu dalam pemahaman makrokosmos bahwa dunia ini ada 4 penjuru. Sehingga 4 tiang penyangga dari rumah Jawa disebut dengan soko guru. Soko itu adalah tiang, guru adalah orang yang memberikan ilmu pada generasi yang lebih muda. Sehingga soko guru adalah tiang penyangga rumah yang diharapkan sebagai panutan, pegangan, dan penguat dari kehidupan.

                Rumah Jawa yang terdapat di Gunungkawi tersebut dapat kita perhatikan tiang penyangganya, yaitu terdiri dari 4 tiang penyangga yang ada di depan rumah. Sudah barang tentu hal tersebut dapat dilipatkan menjadi 4 penyangga ke belakang.

                Tiang-tiang penyangga tersebut akan membentuk ruang-ruang yang lebih kecil, sehingga dapat ditemukan adanya tiga ruang potensial yaitu (1) ruang tamu yang disebut balai-balai, (2) kamar tidur keluarga dan anak, dan (3) dapur atau pawon. Sementara di depan terdapat halaman rumah, dan di belakang terdapat jamban atau kandang ternak.


Reporter              : Marsam Hidayat
Editor                  : Harda Gumelar

Posting Komentar untuk "Daya tarik dan keunikan rumah tradisional Jawa di Gunungkawi Jawa Timur"