Fenomena Boneka Arwah Bagi Masyarakat Awam

Gambar Ilustrasi (Sumber: Getty Images)
             DAMARIOTIMES - Belum lama ini warganet diguncang oleh pemberitaan sosial media tentang spirit doll (Boneka Arwah). Pemberitaan yang mencuat adalah ulah dari para seleberiti yang memposting boneka adobsinya sebagaimana seolah-oleh seperti anak (bayi) beneran. Perilaku yang dipertontonkan oleh seleberiti di sosial media itu memiliki kecendrungan yang mengarah pada upaya meningkatkan popularitasnya. Baik hal itu diakui atau tidak, namun hal itu merupakan sebuah upaya publikasi diri yang dapat dijadikan lahan baru bisnis mereka. Karena seleberitis diperlukan peningkatan dan atau mempertahankan popularitasnya. Sehingga ke depan, prilaku adopsi boneka arwah tersebut dapat digunakan untuk membuka ruang bisnis baru.

            Sementara fenomena ini menjadi tidak elok jika diikuti oleh warganet, dimana mereka adalah orang-orang awam dan tidak memiliki potensi dan orentasi publikasi. Sehingga mereka akan menjadi peniru prilaku para seleberitis. Bahkan dimungkinkan mereka akan terjangkit penyakit spikologis, imajinasi mereka akan tumbuh menjadi halusinasi yang liar dan akan meninggalkan realitasnya. Kehidupan sebagai orang tua, ayah atau ibu. Mereka akan merawat, menimang, menyuapi, dan berbiara dengan boneka sepanjang hari. Hal ini yang dimungkinkan akan menjangkiti masyarakat sebagai orang yang hidup dalam ketidak sadaran sosial.

            Kembali, prilaku seleberitis yang memperlakukan boneka arwah dimungkinkan hanya ‘acting’ mereka bisa jadi berpura-pura sebagai aktor di depan kamera. Tapi tidak demikian halnya dalam kehidupannya sehari-hari. Sungguhpun mereka mempertontonkan pada publik, tentunya ada saat yang dapat mereka ingin bangun, yaitu sebuah komunitas yang secara tidak sadar menjadi bagian yang terkondisikan dalam memperlakukan produk perlengkapan boneka. Bahkan harga dari perlengkapan itu tidak hanya barang sederhana, namun bisa jadi barang yang brendit. Dengan demikian akan tercipta sebuah pasar komuditas perlengkapan boneka. Harganya tentu akan pantastik, dan hal tersebut tidak ada yang mepermasalahkan. Karena para pengikut adopsi boneka arwah akan rela untuk mencari, membeli, dan memamerkan ke publik.

            Hal ini juga dapat dipandang sebagai sebuah fenomena urban, masyarakat yang mulai kehilangan orentasi sosial. Kehidupan menjadi seolah-olah sebagai drama yang dipertontonkan secara umum dan mendapatkan apresiasi. Hal ini yang ditanggapi oleh psikolog sebagai media ekspresi, dimana dalam kondisi masyarakat metropolis ini yang semakin kehilangan hubungan sosial, mereka dapat mengespresikan diri melalui boneka. Hal ini juga telah menjangkiti beberapa orang dewasa yang memutuskan untuk menikah dengan boneka. Sudah barang tentu, jika diperhatikan dari aspek kenormalan. Ekspresi yang dipandang sebagai usaha untuk mengatasi keterasingan sosial itu akan berubah menjadi penyakit jiwa. Hal ini tentu yang perlu diwaspadai. Apakah dikemudian hari akan terjangkit penyakit sosial. Sungguhpun ada psikiater yang memaklumi, karena setiap manusia memiliki kecenderungan untuk mengekpresikan diri dalam menyalurkan kasih sayang.



Reporter          : R. Hidajat
Editor              : Marsam Hidajat

Posting Komentar untuk "Fenomena Boneka Arwah Bagi Masyarakat Awam"