![]() |
| Inaugurasi Fakultas Sastra 2026 (foto ist.) |
Acara
dibuka dengan sambutan resmi sebelum memasuki agenda utama: pementasan drama
dari tiap-tiap departemen. Rangkaian pertunjukan menyajikan keberagaman tema
yang erat dengan realitas sosial, mulai dari lakon Token Mati,
pementasan berlatar sejarah Cleopatra, hingga isu perundungan dan aksi
demonstrasi.
Dari
segi estetika visual, tata cahaya menjadi salah satu kekuatan utama pementasan
malam itu. Sorotan lampu panggung yang presisi berhasil mengarahkan fokus
penonton sekaligus membangun intensitas emosi di setiap babak pertunjukan.
Perpaduan akting, dekorasi, dan tata lampu memberikan sajian artistik yang
memikat.
Di
balik kemegahan panggung, proses panjang dan penuh tantangan dilalui para
pemain. Bulan, salah satu mahasiswa baru yang terlibat dalam pementasan,
mengungkapkan alasannya bergabung dalam jajaran pemeran.
"Saya
ikut karena memang suka dunia teater. Saya juga ingin mencoba hal baru di
kampus, sekaligus menambah pengalaman dan bertemu teman-teman sebagai mahasiswa
baru," ujar Bulan saat diwawancarai pada Senin (5/10/2026).
Ia
menuturkan, proses latihan berlangsung cukup intensif dan melelahkan, terlebih
dengan dinamika perubahan naskah, koreografi, hingga pengerjaan dekorasi
panggung yang baru dimulai lima hari menjelang acara. Kendati demikian, ia
merasa pesan dari pementasan tersebut berhasil tersampaikan.
"Ceritanya
mirip dengan kehidupan sehari-hari, seperti masalah ekonomi, isu-isu nasional,
sampai pandangan masyarakat yang masih memandang sebelah mata terhadap
seni," tambahnya.
Namun,
penampilan penuh totalitas para pemain sedikit terganggu oleh kendala teknis
tata suara. Beberapa clip-on atau mikrofon jepit yang digunakan pemain
mengalami gangguan teknis bahkan mati di tengah pementasan. Akibatnya,
artikulasi dialog—yang menjadi inti penyampaian cerita—terdengar samar di area
penonton dan mengaburkan substansi narasi di beberapa bagian.
Usai
sesi pementasan drama, acara dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan
dari para Liaison Officer (LO) serta pengumuman penghargaan departemen
yang disambut antusias. Suasana Graha Cakrawala kembali bergemuruh saat dua
grup musik, The Bumi dan Minoritas, tampil sebagai penutup rangkaian acara.
Evaluasi
teknis, khususnya pada sektor sound system, menjadi catatan penting
untuk perbaikan di masa mendatang. Pengujian kelayakan alat seperti clip-on,
pengeras suara, serta penyediaan perangkat cadangan dan koordinasi antara tim
teknis dengan pemeran di balik panggung perlu dimaksimalkan sebelum pentas
dimulai.
Secara
keseluruhan, Inaugurasi Fakultas Sastra UM 2026 tetap menjadi ajang apresiasi
seni yang berkesan. Keberanian para mahasiswa baru untuk tampil serta tingginya
antusiasme penonton hingga akhir acara menjadi modal berharga bagi
penyelenggaraan inaugurasi di tahun-tahun berikutnya.
Konteributor lepas:

Kirab seni ini menunjukkan bahwa kegiatan seni di lingkungan mahasiswa dapat menjadi ruang untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya. Kegiatan seperti ini juga dapat meningkatkan apresiasi terhadap seni dan mempererat kebersamaan antarmahasiswa. Semoga kegiatan seni seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
BalasHapus