![]() |
| Salah satu daya tarik Hotel Merusaka Nusa Dua - Bali (Foto ist.) |
Damariotimes.
Kawasan Nusa Dua di Pulau Bali senantiasa memancarkan keanggunan resor mewah
berpadu dengan lanskap alam tropis yang menawan. Di tengah lingkungan eksklusif
ini berdiri Hotel Merusaka Nusa Dua, sebuah penginapan bintang lima bernuansa
budaya lokal yang dahulu dikenal sebagai Inaya Putri Bali. Hotel ini menawarkan
kemewahan hunian modern yang menyatu harmonis dengan suasana alam pesisir,
menghadirkan ketenangan bagi siapa saja yang berkunjung. Tepat di area terdepan
hotel, membentang hamparan Pantai Mengiat yang dikenal akan keindahan pasir
putihnya yang halus serta riak gelombang lautnya yang tenang jernih. Lanskap
tropis yang dihiasi nyiur melambai dan angin sepoi-sepoi menciptakan atmosfer
relaksasi yang begitu sempurna.
Suasana tenang di kawasan resor ini kian memikat perhatian
dengan hadirnya sosok patung Nyi Roro Kidul yang berdiri anggun menghadap
langsung ke arah Samudra Hindia. Keberadaan patung Sang Ratu Laut Selatan di
area luar hotel tersebut memberikan sentuhan mistis sekaligus estetis yang membedakan
Merusaka Nusa Dua dari penginapan lainnya di Bali. Banyak tamu dan pelancong
terpesona oleh perpaduan antara kemewahan arsitektur hotel, pesisir pantai yang
membentang luas, dan aura spritual yang dipancarkan oleh patung pualam
tersebut.
Kehadiran patung Nyi Roro Kidul di lanskap Hotel Merusaka
Nusa Dua memiliki latar belakang historis dan spiritual yang mendalam. Sebagai
bagian dari jaringan hotel milik negara atau BUMN di bawah naungan Hotel
Indonesia Group, properti ini mewarisi tradisi simbolis yang diispirasi oleh
penghormatan Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno, terhadap sosok penguasa
lautan. Nilai sejarah ini terus dijaga dalam berbagai properti hotel BUMN yang
berhadapan langsung dengan samudra luas sebagai bentuk pelestarian mitologi Nusantara.
Di samping sejarah BUMN, penempatan patung ini selaras
dengan kosmologi Hindu Bali yang menempatkan laut sebagai wilayah suci atau Segara. Masyarakat setempat
memandang laut sebagai manifestasi kekuatan alam yang memberi kehidupan
sekaligus sumber pembersihan diri secara spiritual. Keberadaan patung ini
berfungsi sebagai simbol penghormatan manusia terhadap penguasa samudra,
membawa doa perlindungan bagi keselamatan kawasan pesisir, serta menjaga
keseimbangan antara manusia, alam, dan Pencipta sesuai filosofi Tri Hita Karana.
Dari sudut pandang estetika dan budaya, keberadaan patung
ini memperkaya pengalaman visual para tamu yang menginap. Pada pagi hari,
ketika matahari terbit membias warna keemasan di atas permukaan laut,
pemandangan patung Nyi Roro Kidul yang terpapar sinar pagi menghadap samudra
menjadi salah satu sudut paling memesona di area hotel. Pengalaman menikmati
deburan ombak Samudra Hindia sembari meresapi keindahan arsitektur dan
simbolisme budaya Nusantara menjadikan Hotel Merusaka Nusa Dua sebagai
destinasi yang menawarkan kenyamanan fisik sekaligus ketenangan jiwa.
Konteributor Bali:
AA Arimbawa

omg
BalasHapusCukup berkesan karena menggambarkan keindahan Hotel Merusaka Nusa Dua dengan jelas.
BalasHapusArtikel yang sangat berkesan buat saya
BalasHapus