![]() |
| Buku Estetika Seni Pertunjukan (sumber Gemini AI) |
Damariotimes.
Memasuki gerbang perguruan tinggi merupakan fase transisi krusial bagi seorang
pembelajar seni. Bagi mahasiswa baru tahun angkatan 2026/2027 pada Program
Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Departemen Seni dan Desain, Fakultas Sastra,
Universitas Negeri Malang (UM), perjalanan akademis diawali dengan peletakan
fondasi teoretis yang kokoh. Pada semester pertama ini, para mahasiswa
diperkenalkan pada salah satu pilar utama ilmu pertunjukan melalui mata kuliah
Estetika Seni Pertunjukan. Buku panduan utama yang dijadikan rujukan substantif
dalam perkuliahan ini adalah Estetika Seni Pertunjukan karya Prof. Dr.
Robby Hidajat, M.Sn.
Perkuliahan
ini diampu oleh dosen luar biasa, Muhammad Sirojul Munier, M.Pd., seorang
akademisi lulusan Magister Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia
(UPI) Bandung. Dengan latar belakang kepakaran di bidang pendidikan seni,
beliau membimbing para mahasiswa untuk tidak hanya melihat seni pertunjukan
sebagai tontonan visual semata, melainkan sebagai sebuah konstruksi makna,
nilai, dan filosofi keindahan yang mendalam. oleh karena itu, buku ini digunakan sebagai buku pegangan utama bagi para mahasiswa.
Pandangan
Komprehensif tentang Keindahan dan Makna
Buku
Estetika Seni Pertunjukan karya Robby Hidajat menyajikan pembahasan yang
runtut dan komprehensif mengenai konsep-konsep keindahan dalam konteks seni
pertunjukan. Bagi mahasiswa semester satu, buku ini menjadi kacamata analisis
untuk memahami bagaimana sebuah pertunjukan dirancang dan dinikmati. Konsep
keindahan dan pembentukan makna dijadikan sebagai fondasi awal diskusi. Buku
ini membimbing pembaca untuk mengeksplorasi elemen-elemen fundamental seperti
harmoni, komposisi, ekspresi, serta simbolisme yang melingkupi karya seni.
Dalam
setiap babnya, karya pertunjukan dibedah secara struktural maupun holistik.
Elemen-elemen pembentuk panggung—meliputi olah gerakan, tata musik, penataan
ruang panggung, tata busana (kostum), hingga pencahayaan (lighting)—dianalisis
secara mendalam. Prof. Robby Hidajat menunjukkan bagaimana seluruh bagian
terpisah ini saling berinteraksi dan bersinergi untuk melahirkan kesatuan
pertunjukan yang harmonis serta mampu menyampaikan pesan emosional maupun
intelektual kepada penonton.
Kerangka
Teori Estetika dan Ragam Genre Seni
Sebagai
konsumsi akademis tingkat perguruan tinggi, buku ini tidak hanya berhenti pada
deskripsi permukaan. Mahasiswa diajak menyelami kerangka teori estetika klasik
hingga modern, antara lain:
· Mimesis: Memahami seni pertunjukan sebagai tiruan atau refleksi
dari realitas kehidupan.
· Ekspresionisme: Menekankan pada pencurahan emosi dan gejolak jiwa seniman
ke dalam bentuk pertunjukan.
· Formalisme: Berfokus pada struktur, bentuk, dan hubungan antarunsur
visual serta auditori di atas panggung.
· Instrumentalisme: Memandang seni sebagai instrumen atau sarana untuk
mencapai tujuan moral, sosial, atau edukatif.
Penerapan
teori-teori tersebut diulas melalui berbagai genre seni pertunjukan, mulai dari
teater, tari, musik, opera, hingga pertunjukan berbasis multimedia. Setiap
genre diurai karakteristik estetikanya yang khas, memberikan wawasan luas bagi
mahasiswa calon pendidik seni agar memiliki kepekaan apresiasi yang bervariasi.
Konteks
Sosio-Budaya, Globalisasi, dan Teknologi Digital
Di
era yang terus berubah, seni pertunjukan tidak pernah berdiri di ruang hampa.
Buku ini secara tajam menguraikan bagaimana konteks budaya, arus globalisasi,
serta dinamika sosial-politik memengaruhi estetika pertunjukan. Pertunjukan
ditunjukkan sebagai cermin dari lingkungan sosial tempat karya tersebut lahir
dan berkembang. Pemahaman ini sangat relevan bagi mahasiswa Universitas Negeri
Malang untuk mengasah kepekaan kritis terhadap fenomena seni di masyarakat.
Selain
itu, bab mengenai peran inovasi teknologi memberikan pandangan visioner tentang
masa depan dunia pertunjukan. Penggunaan estetika digital, tata panggung
virtual, hingga kolaborasi interaktif teknologi modern menjadi bahasan penting
yang mempersiapkan mahasiswa angkatan 2026/2027 menghadapi tantangan zaman.
Buku ini menekankan bahwa kritik seni dan apresiasi yang terstruktur merupakan
kunci penting untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas keindahan seni
pertunjukan.
Sinergi
Pedagogis dalam Perkuliahan
Kehadiran
Muhammad Sirojul Munier, M.Pd. sebagai dosen pengampu memperkuat proses
internalisasi materi buku ini. Dengan pendekatan metodologi pembelajaran yang
adaptif dan komunikatif, beliau menjembatani teori-teori estetika yang kompleks
agar mudah dipahami serta diimplementasikan oleh mahasiswa baru. Perkuliahan
dirancang interaktif melalui diskusi kelompok, analisis pertunjukan, serta
penyusunan ulasan kritis.
Secara
keseluruhan, pengajaran buku Estetika Seni Pertunjukan di Program Studi
Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Sastra UM bukan sekadar proses transfer
ilmu pengetahuan. Ini adalah langkah awal pembentukan karakter mahasiswa
sebagai calon pendidik dan seniman yang kritis, berwawasan luas, serta memiliki
pemahaman estetika yang mendalam untuk memajukan dunia seni dan pendidikan di
Indonesia.
Reporter : MAH

Posting Komentar untuk "Kajian Buku Estetika Seni Pertunjukan bagi Mahasiswa Baru Universitas Negeri Malang"