![]() |
| Benny Krisnawardi (Foto ist.) |
Damariotimes.
Dunia seni pertunjukan Indonesia terus melahirkan karya-karya yang mampu
menjadi cermin kritis bagi realitas sosial. Di barisan depan para penggerak
tari kontemporer tanah air, salah satunya adalah Benny Krisnawardi. Semangatnya
sangat kuat untuk tampil sebagai koreografer
yang konsisten. Karja kreatifnya mengawinkan akar tradisi dengan dinamika
zaman. Benny dikenal memiliki kejelian artistik, yang senantiasa menjadikan
tubuh penari sebagai media penuturan narasi yang intens, melampaui sekadar
gerak indah menuju wilayah perenungan.
Jejak rekam kreatif Benny Krisnawardi menggambarkan
elastisitas karyanya dalam berbagai skala pertunjukan. Luasnya spektrum
artistik Benny terbukti melalui pementasan kolosal The Beat Of Kujang Palagan yang memukau ribuan
pasang mata pada Opening Ceremony
PORDA Jawa Barat di Stadion Pakansari Bogor. Kematangan konsepnya demikian kukuh
melalui Bisik Tiga Bumi yang memikat panggung Pra-Opening Indonesia Dance Festival,
serta kejayaan Sako Pusako
yang meraih Juara 1 Lomba Tari Antar Lembaga Keuangan se-Indonesia sekaligus
tampil dalam Bandung Contemporary
Dance. Tak berhenti di situ, kepekaannya dalam mengolah dramaturgi tradisi
juga mewujud gemilang melalui pertunjukan Randai Monolog Puti Indo Jalito pada gelaran akbar
Indo Jalito Peduli di Jakarta.
![]() |
| Roh di antara Riuh karya Benny di Darjonesia #1 (foto ist.) |
Pada kali ini, menampilkan karya terbarunya bertajuk Roh di Antara Riuh, Benny kembali
menghentak kesadaran publik. Karya ini lahir dari keprihatinan atas riuh rendah
era modern yang kian bising oleh pertikaian, polarisasi pertentangan sosial,
serta semakin terkikisnya nilai-nilai nurani dan kebenaran. Dalam tampilan
koreografinya ini, Benny merajut bahasa tubuh yang lugas, hentakan rentak yang
berdenyut kuat, serta olah vokal organik dari para penarinya untuk menghadirkan
perca-perca emosi. Sosok Ibu Pertiwi dihadirkan secara tersirat namun
menghujam, meratapi luruhnya kedalaman rasa dari anak-anak manusianya yang
terjebak dalam arus amarah.
Tampilan Roh di Antara Riuh di DARJONESIA Dance
Festival #1 – Sidoarjo; Tanggal 6-7 September 2026. Bennyi didukung oleh
kesolidan tim penari berbakat yang terdiri dari Ni Shinta Adiba Rasyid, Kheisya
Anindya Putri, Mutya Arista, Feodora Zefanya, dan Farhan Krisna Ramadhan.
Didukung oleh total rombongan yang berjumlah tujuh orang, pertunjukan ini
dipersiapkan secara matang sebagai sebuah tawaran pementasan yang tidak hanya
menyajikan estetika gerak, tetapi juga menjadi ajakan kontemplatif bagi
penonton untuk sejenak mereda, mengendapkan amarah, dan menjemput kembali
kesunyian yang jujur di tengah kebisingan dunia.
Reporter: R.Dt.


Posting Komentar untuk "Sosok Benny Krisnawardi dan Kedalaman Estetika "Roh di Antara Riuh" di DARJONESIA # 1 –Sidoarjo 2026"