Sosok Benny Krisnawardi dan Kedalaman Estetika "Roh di Antara Riuh" di DARJONESIA # 1 –Sidoarjo 2026

 


Benny Krisnawardi (Foto ist.)


Damariotimes. Dunia seni pertunjukan Indonesia terus melahirkan karya-karya yang mampu menjadi cermin kritis bagi realitas sosial. Di barisan depan para penggerak tari kontemporer tanah air, salah satunya adalah Benny Krisnawardi. Semangatnya sangat kuat untuk  tampil sebagai koreografer yang konsisten. Karja kreatifnya  mengawinkan akar tradisi dengan dinamika zaman. Benny dikenal memiliki kejelian artistik, yang senantiasa menjadikan tubuh penari sebagai media penuturan narasi yang intens, melampaui sekadar gerak indah menuju wilayah perenungan.

Jejak rekam kreatif Benny Krisnawardi menggambarkan elastisitas karyanya dalam berbagai skala pertunjukan. Luasnya spektrum artistik Benny terbukti melalui pementasan kolosal The Beat Of Kujang Palagan yang memukau ribuan pasang mata pada Opening Ceremony PORDA Jawa Barat di Stadion Pakansari Bogor. Kematangan konsepnya demikian kukuh melalui Bisik Tiga Bumi yang memikat panggung Pra-Opening Indonesia Dance Festival, serta kejayaan Sako Pusako yang meraih Juara 1 Lomba Tari Antar Lembaga Keuangan se-Indonesia sekaligus tampil dalam Bandung Contemporary Dance. Tak berhenti di situ, kepekaannya dalam mengolah dramaturgi tradisi juga mewujud gemilang melalui pertunjukan Randai Monolog Puti Indo Jalito pada gelaran akbar Indo Jalito Peduli di Jakarta.





Roh di antara Riuh karya Benny di Darjonesia #1 (foto ist.)



Pada kali ini, menampilkan  karya terbarunya bertajuk Roh di Antara Riuh, Benny kembali menghentak kesadaran publik. Karya ini lahir dari keprihatinan atas riuh rendah era modern yang kian bising oleh pertikaian, polarisasi pertentangan sosial, serta semakin terkikisnya nilai-nilai nurani dan kebenaran. Dalam tampilan koreografinya ini, Benny merajut bahasa tubuh yang lugas, hentakan rentak yang berdenyut kuat, serta olah vokal organik dari para penarinya untuk menghadirkan perca-perca emosi. Sosok Ibu Pertiwi dihadirkan secara tersirat namun menghujam, meratapi luruhnya kedalaman rasa dari anak-anak manusianya yang terjebak dalam arus amarah.

Tampilan Roh di Antara Riuh di DARJONESIA Dance Festival #1 – Sidoarjo; Tanggal 6-7 September 2026. Bennyi didukung oleh kesolidan tim penari berbakat yang terdiri dari Ni Shinta Adiba Rasyid, Kheisya Anindya Putri, Mutya Arista, Feodora Zefanya, dan Farhan Krisna Ramadhan. Didukung oleh total rombongan yang berjumlah tujuh orang, pertunjukan ini dipersiapkan secara matang sebagai sebuah tawaran pementasan yang tidak hanya menyajikan estetika gerak, tetapi juga menjadi ajakan kontemplatif bagi penonton untuk sejenak mereda, mengendapkan amarah, dan menjemput kembali kesunyian yang jujur di tengah kebisingan dunia.

 

Reporter: R.Dt.

 

Posting Komentar untuk "Sosok Benny Krisnawardi dan Kedalaman Estetika "Roh di Antara Riuh" di DARJONESIA # 1 –Sidoarjo 2026"