Pelatihan Desain Kostum Tari Khas Wayang Topeng Malang di Sanggar Senaputra Malang oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UM 2026








Shalahudin Iskandar dan Helena Nindy anggota tim Pengabdian UM menjelaskan materi pelatihan (Foto ist.)




         Damariotimes. Malang, 7 Juni 2026; Sanggar Senaputra Malang menjadi saksi dimulainya sebuah langkah penting dalam pelestarian seni budaya lokal melalui penyelenggaraan pelatihan pembuatan desain kostum tari khas Malang. Kegiatan yang berakar pada kekayaan visual Wayang Topeng Malang ini resmi dibuka pada tanggal 7 Juni 2024. Pelatihan ini dirancang dengan sistem block time yang intensif, dijadwalkan berlangsung secara berkelanjutan mulai dari tanggal 7 hingga 21 Juni 2026 bertempat di markas Sanggar Senaputra Malang. Upaya ini dilakukan untuk memberikan pemahaman yang mendalam serta keterampilan praktis bagi para seniman lokal dalam meregenerasi visualisasi karakter tari mereka.

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh pakar seni budaya, Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn. Selaku ketua pelaksana, beliau didampingi oleh tim ahli yang berkompeten di bidangnya, antara lain Dra. EW. Suprihatin, DP., M.Pd., Yurina Gusanti, M.Sn., serta Muhammad Affaf Hasiymy yang merupakan alumni Universitas Negeri Malang (UM). Tidak hanya dari kalangan akademisi senior, tim ini juga diperkuat oleh energi muda dari unsur mahasiswa aktif, yaitu Shalahudin Iskandar dan Helena Nindy. Kolaborasi lintas generasi ini sengaja dibentuk untuk menjembatani pakem tradisi dengan pendekatan metodologi pembelajaran yang modern dan aplikatif.

Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari para pelatih tari Sanggar Senaputra serta sejumlah siswa senior yang dilibatkan sebagai asisten pelatih, mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh antusias. Kehadiran para siswa senior ini diharapkan mampu mempercepat proses transfer ilmu sekaligus mempersiapkan mereka menjadi asisten yang andal dalam mengawal produksi kostum ke depannya. Keterbatasan kuota peserta sengaja diterapkan agar interaksi dan bimbingan teknis selama pelatihan dapat berjalan secara optimal dan personal.



Foto bersasma seusai kegiatan perancangan desain kotum tari khas Malang (Foto ist.)



Tepat pada pukul 10.00 WIB, rangkaian acara dimulai dengan sesi pembukaan resmi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga identitas visual tari khas Malang agar tidak tergerus zaman, di mana salah satu pilar utamanya terletak pada desain kostum yang merepresentasikan karakter Wayang Topeng Malang. Setelah sesi pembukaan, agenda langsung berlanjut pada pemaparan materi inti yang disampaikan secara sistematis oleh Shalahudin Iskandar dan Helena Nindy. Kedua pemateri muda ini menjelaskan mengenai bentuk, estetika, serta fungsi filosofis dari setiap elemen desain kostum khas Malangan kepada para peserta.

Sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif tersebut berlangsung padat hingga berakhir pada pukul 11.30 WIB. Melalui momentum hari pertama ini, para pelatih dan siswa senior Sanggar Senaputra tidak hanya mendapatkan wawasan teoretis baru, tetapi juga fondasi konseptual yang kuat untuk memulai tahapan perancangan desain kostum pada hari-hari berikutnya. Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan karya-karya kostum baru yang tetap patuh pada pakem tradisi, sekaligus mampu memikat generasi muda untuk terus mencintai seni tari khas Malang.

 

Reporter : R.Dt.

  

Posting Komentar untuk "Pelatihan Desain Kostum Tari Khas Wayang Topeng Malang di Sanggar Senaputra Malang oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UM 2026"