![]() |
| aktivitas di Posko untuk merencanakan kegiatan-kegiatan (Foto ist.) |
Damariotimes.
Memasuki pekan kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau kegiatan
Mahasiswa UM BBM Semester Antara 2025/2026 di Kelurahan Karangbesuki, dinamika
pengabdian menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada fase ini, mahasiswa
tidak hanya berfokus pada penyelesaian program fisik, tetapi mulai merambah ke
aspek pemberdayaan sosial dan pelestarian kebudayaan lokal yang menjadi
identitas masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan yang disusun
mencerminkan semangat kolaborasi yang erat antara mahasiswa dan warga dalam
mewujudkan visi pembangunan desa yang kreatif dan religius.
Aktivitas pada awal pekan, mulai Senin, 22 Juni hingga
Selasa, 23 Juni 2026, didominasi oleh upaya memperindah lingkungan melalui
program mural serta pengelolaan tenant untuk menggerakkan ekonomi kreatif.
Mural yang dikerjakan berfungsi sebagai media komunikasi visual untuk
mempercantik sudut-sudut kelurahan, sementara operasional tenant berjalan
dengan lancar berkat koordinasi tim yang efektif. Memasuki hari Rabu, 24 Juni
2026, fokus kegiatan bergeser pada penguatan nilai spiritual dan kepedulian
sosial melalui pengajian dan pemberian santunan kepada anak yatim. Momen
tersebut menjadi krusial dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus
meningkatkan empati sosial mahasiswa terhadap kondisi masyarakat di wilayah
pengabdian.
Menjelang akhir pekan, tepatnya sejak Kamis, 25 Juni hingga
Sabtu, 27 Juni 2026, mahasiswa bersama warga mengintensifkan latihan Tari
Malangan sebagai persiapan menyambut Festival Kampung Obor yang akan dihelat
pada 3 Juli 2026. Mahasiswa berperan aktif sebagai instruktur sekaligus
fasilitator yang membimbing warga dalam menghafal dan memahami filosofi gerak
tari tersebut. Antusiasme yang tinggi dari peserta membuat progres latihan
berjalan dengan sangat memuaskan setiap harinya.
Secara keseluruhan, pekan kedua ini menjadi masa transisi
penting dari tahap perencanaan menuju pematangan persiapan. Keberhasilan dalam
memadukan program fisik seperti mural dan tenant dengan program non-fisik
berupa kegiatan keagamaan dan seni budaya membuktikan bahwa manajemen waktu
serta sumber daya manusia yang dikelola mahasiswa UM BBM berjalan dengan
efektif. Pengalaman selama pekan ini tidak hanya mengasah kemampuan manajerial
dan komunikasi mahasiswa, tetapi juga memperdalam rasa tanggung jawab sosial
sebagai insan akademisi. Dengan semangat yang terjaga dan persiapan yang terus
disempurnakan, rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam
menyukseskan puncak acara Festival Kampung Obor serta memberikan dampak jangka
panjang bagi kemajuan masyarakat di Kelurahan Karangbesuki.
Reporter: R.Dt.

Posting Komentar untuk "Laporan Pekan Kedua Mahasiswa UM dalam Pelaksanaan Program BBM di Kelurahan Karangbesuki Kota Malang"