![]() |
Suasana
Pameran Samsara di Pasar Setono Betek Lantai 2 Kota Kediri (Foto ist.) |
Pujiyanto: pengamat desain media persuasif
Samsara
dari bahasa Sanskerta merupakan reinkarnasi yang mengalir secara terus-menerus
atau berkelana. Pengertian ini oleh mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi
Visual Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Kediri dijadikan tajuk Pameran
Karya Ilustrasi dan Fotografi. Mahasiswa UDINUS memamerkan karyan terbaiknya
yang telah dikurasi oleh Aji Nugroho, M.Sn mengatakan bahwa karya yang
dipamerkan merupakan adanya kepedulian sosial dan refleksi diri terhadap
dinamika realita sehari-hari yang terhimpit perkembangan absurd yang mempengaruhinya.
Meskipun karya yang dipamerkan lebih mengarah pada ego kultural masing-masing
namun terasa akrab dengan khalayak penglihatnya. Untuk mendukung kegiatan ini,
panitia juga menyelenggarakan talkshow dan whorkshop antara lain curator ready,
live sketch, dan photography yang diikuti oleh masyarakat umum khususnya siswa
SMA/SMK kota Kediri.
Samsara
berlangsung pada tanggal 26 s.d 28 Juni 2026 tepat anak-anak libur sekolah
sehingga mereka dapat meluangkan waktunya untuk pameran dan mengikuti talkshow
dan whorkshop yang diselenggarakan oleh UDINUS Kediri. Pada siswa merasa senang
karena mendapatkan hiburan dan wawasan keilmuan secara akademis yang jarang
diperoleh di sekolahnya. Hal ini terasa tatkala mereka antusias untuk bertanya
tentang objek visual pada karya yang dipamerkan dan materi yang disampaikan
oleh naras umber kegiatan talkshow dan whorkshop.
Kegiatan
yang meriah ini khususnya di sore dan malam hari karena Samsara hadir di
lingkungan banyak café di lantai 2 pasar Setono Betek. Lingkungan café yang
ramai di malam hari ditambah kehadiran Samsara yang menjadi gemparnya suasana
antara pelanggan café dan penonton pameran menjadi satu-kesatuan masyarakat
penikmat malam hari. Pasar Setono Betek menjadi kontras tatkala berlangsungnya
pameran Samsara, karena di lantai 1 terasa sunyi dan tenang karena sebagai
tempat penjual sayur dan ikan segar namun sebaliknya di lantai 2 suasanya ramai
karena alokasi café sekaligus dimeriahkan pameran Samsara. Suasana yang sunyi
menjadi ramai inilah mengundang kehadiran masyarakat untuk menikmati kopi
hangat sekaligus menghangatkan hati untuk menikmati karya yang dipamerkan dalam
acara yang diselenggarakan setahun sekali.
Kegiatan
Samsara yang diketuai oleh Xelo ini dapat diapresiasi yang tinggi karena pasar sebagai
sirkulasi ekonomi kerakyatan menjadi suasana intektual akademik. Pada acara ini
dibuka oleh Bapak Khamasi, S.Sn, M.Ds selaku Ketua Program Studi Desain
Komunikasi Visual UDINUS Kediri mengatakan bahwa kegiatan Samsara merupakan
program pameran akademik pertama kali di luar kampus untuk mengenalkan dan
menunjukkan karya terbaiknya kepada khalayak umum. Kegiatan yang didukung penuh
oleh pemerintah daerah hingga hadirnya kepala dinas Disbudparpora Kota Kediri
Bapak Aries Ahmad Cudori S.Sos mengatakan kegiatan ini sebagai wujud nyata
sebagai penerapan slogan Harmoni Kediri yang mengharmoniskan antara Pemerintah Daerah
dengan masyarakat melalui pendidikan unggul yang terfokus pada memerataan akses
peningkatan mutu dan pengembangan keterampilan, seperti dalam keilmuan desain
komunikasi visual.
Samsara
sengaja ditempatkan di pasar karena untuk mendekatkan diri pada masyarakat,
dari masyarakat untuk masyarakat. Masyarakat hadir menjadi mahasiswa untuk
dikembalikan lagi melalui karyanya kepada masyarakat, sehingga terasa akrapnya
kampus dengan masyarakat. Kegiatan ini sangat mengagetkan masyarakat khususnya
di lingkungan pasar karena jarang ada siswa dan mahasiswa hadir ke pasar
tradisional, namun kali ini berbeda karena hadirnya Samsara sehingga terasa
adanya suasana akademik karena hadirnya calon intelektual bangsa hadir melihat
pameran yang disuguhkan UDINUS.
Harapannya,
Samsara tidak hanya hadir tahun ini saja tetapi selalu hadir pada tahun-tahun
mendatang seperti judul pameran kali ini “Samsara #1 Exhibition”. Pameran kali
ini para kreator telah merepresentatifkan potret kehidupan masyarakat secara
realita visual sebagai wujud kepolosan kehidupan masyarakat dalam berperilaku
dan bentindak melalui pendekatan rasional yang direkam dalam karya mereka. György
Lukács merupakan filsuf Marxis dan ahli estetika dari Hungaria menyatakan, kehidupan
individu-individu dipotret sebagai suatu narasi yang ditempatkan dalam
kehidupan masyarakat. Untuk mengembangkan dan meningkatkan kreativitas anak
muda perlu ditindaklanjuti lebih nyata melalui karya desain yang berdampak
untuk dirinya dan orang lain. Para mahasiswa tetap berkarya dan terus berkarya
untuk membranding diri menjadi jati diri yang terbaik.

Posting Komentar untuk "PASAR SETONO BETEK KOTA KEDIRI DIKAGETKAN HADIRNYA SAMSARA"