![]() |
| Foto Bersama mahasiswa program BBM 2026 dengan Kepala Desa dan ketua RW (Foto ist.) |
Damariotimes.
Malang, 15 Juni 2026 – Sebuah babak baru kolaborasi
antara dunia akademis dan masyarakat telah dimulai. Pada hari Senin, 15 Juni
2026, suasana penuh semangat menyelimuti Kantor Kelurahan Karangbesuki,
Kecamatan Sukun, Kota Malang. Sivitas akademika Universitas Negeri Malang (UM)
secara resmi mengantarkan 15 mahasiswa terpilih untuk memulai program
"BBM" (Belajar Bersama Masyarakat). Angkatan ini istimewa karena
seluruh mahasiswanya merupakan gabungan dari program studi Seni Tari dan Seni
Rupa, yang siap membawa warna baru dalam pengabdian kepada warga.
Kegiatan
seremonial yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran perangkat
kelurahan, tokoh masyarakat, dan dosen pembimbing lapangan. Acara dibuka dengan
doa bersama, memohon kelancaran dan keberkahan bagi program yang akan berjalan.
Lantunan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" bergema dengan tegas,
membakar semangat nasionalisme dan pengabdian para peserta.
Mengingat
komposisi mahasiswa yang berasal dari latar belakang seni, acara ini juga
dimeriahkan dengan penampilan istimewa. Tari Gambyong, sebuah tari tradisional
Jawa yang melambangkan penyambutan dan penghormatan, dibawakan dengan luwes
oleh perwakilan mahasiswa. Gerakan yang estetis ini tidak hanya menjadi
hiburan, tetapi juga simbolisasi penghormatan budaya dari kampus kepada
masyarakat Kelurahan Karangbesuki. Penampilan tersebut menuai apresiasi meriah
dari hadirin, mencerminkan keakraban yang langsung terjalin.
Bapak
Endy Sri Hartanto, S.H., selaku Lurah Karangbesuki, memberikan sambutan hangat
dan penuh motivasi. Beliau menyambut baik kehadiran 15 mahasiswa UM dan
berharap agar program BBM ini dapat memberikan dampak nyata bagi warga,
khususnya di RW 05 dan sekitarnya. "Kami sangat terbuka dan siap mendukung
berbagai inovasi program kerja dari para mahasiswa, terutama dengan latar
belakang seni yang unik ini," ujar beliau. Prof. Dr. Robby Hidayat, M.Sn.,
sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), juga memberikan arahan agar mahasiswa
dapat mengasah empati dan keterampilan problem-solving di tengah
masyarakat dengan tetap menjaga nama baik almamater.
Momen
paling bersejarah adalah prosesi simbolis penyematan lanyard dan
pemakaian almamater. Melalui agenda ini, 15 mahasiswa UM secara resmi
diserahkan kepada Kelurahan Karangbesuki untuk memulai masa bakti mereka.
Penyematan atribut tersebut menjadi simbol kesiapan mereka untuk berbaur,
belajar, dan tumbuh bersama masyarakat Karangbesuki. Koordinator Desa (Kordes),
dalam sambutannya, menyampaikan komitmen mereka untuk memberikan kontribusi
terbaik bagi kemajuan wilayah tersebut.
Acara
ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, mengabadikan senyum optimisme di wajah
mahasiswa dan warga. Ini adalah awal dari perjalanan panjang di mana mahasiswa
tidak hanya membawa perubahan, tetapi juga diharapkan dapat menyerap pelajaran
hidup tak ternilai dari lingkungan Kelurahan Karangbesuki. Kegiatan seremonial
berakhir dengan tertib, meninggalkan harapan besar akan kolaborasi-kolaborasi
inspiratif di masa depan.
Reporter : MAH

Posting Komentar untuk "15 Mahasiswa UM dari Prodi Seni Tari dan Seni Rupa Awali Program BBM UM di Kelurahan Karangbesuki Kota Malang"