![]() |
| ketrampilan seni tari dari mahasiswa PSP UM di New Wisata Wendit (Foto ist.) |
Damariotimes. Pagi yang cerah, Minggu, 24
Mei 2026, suasana di New Wisata Wendit terasa berbeda dari biasanya. Destinasi
wisata legendaris yang terletak di Jalan Raya Wendit, Desa Mangliawan,
Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini tampak lebih bergeliat dan
penuh energi muda. Gerbang ikonik yang menyambut pengunjung seolah menjadi
saksi bisu bagaimana sebuah tempat rekreasi bersejarah berpadu mesra dengan
kreativitas akademis. Wendit, yang secara latar belakang sejarahnya dikenal
sebagai salah satu pemandian alam tertua di Malang sejak zaman Kerajaan
Majapahit dan terkenal dengan sumber air jernih serta kawanan monyet ekor
panjangnya, kini tengah berbenah. Situasi destinasi saat ini menunjukkan
lanskap yang sedang bertransformasi, berupaya menyelaraskan pesona alam masa
lalu dengan kebutuhan rekreasi modern keluarga melalui penataan area Family
Zoo dan fasilitas ramah anak lainnya.
Di tengah atmosfer sejuk khas Malang
Timur, potensi besar Wendit sebagai ruang publik kreatif mulai dieksplorasi
secara maksimal. Keberadaan destinasi ini ternyata sangat memungkinkan untuk
menjadi wadah eksplorasi praktis, salah satunya melalui gelaran repertoar musik
dan tari yang megah di panggung arena Family Zoo. Sungguhpun penonton
tidak terlalu banyak, namun beberapa penonton yang hadir benar-benar menikmati
harmoni musik dan tari yang mulai menggema, menciptakan situasi pertunjukan
yang hidup dan interaktif. Acara ini merupakan implementasi dari mata kuliah
entrepreneurship yang ditempuh oleh para mahasiswa Program Studi Pendidikan
Seni Tari dan Musik (PSP), Departemen Seni dan Desain, Fakultas Sastra
Universitas Negeri Malang.
Acara resmi dibuka dengan sambutan dari
Dr. Tri Wahyuningtyas, M.Si., selaku dosen pengampu matakuliah ini. Dalam
pemaparannya, beliau mengemukakan hal yang sangat mendasar mengenai visi
kegiatan pembelajaran. Beliau menegaskan bahwa mata kuliah entrepreneur di PSP
dirancang secara khusus untuk mengembangkan kompetensi utama mahasiswa,
sekaligus sebagai pendukung kuat agar mereka siap menjadi seorang entrepreneur
sejati di masa depan. Melalui ruang publik seperti New Wisata Wendit, mahasiswa
tidak hanya belajar teori di dalam kelas, melainkan dapat langsung
mengembangkan pengetahuan dan pengalaman yang bersifat aplikatif serta
multidisipliner. Pelaksanaan acara yang digalang di destinasi ini sengaja
diselenggarakan sebagai tempat strategis untuk mempromosikan event, dengan
target utama agar kreasi seni mahasiswa dapat menjadi daya tarik wisata baru
yang mendongkrak kunjungan masyarakat.
Potensi pengembangan seni wisata ini digarap
serius, baik secara teknis pementasan maupun sebagai bentuk aplikatif dari ilmu
manajemen pertunjukan yang dipelajari oleh mahasiswa yang rupanya masih duduk
di semester 2. Meski tergolong mahasiswa muda, kematangan konsep yang mereka
bawakan patut diacungi jempol. Salah satu performa yang paling mencuri
perhatian adalah tampilan dari Kelompok 2 yang merepresentasikan wilayah
Kabupaten Malang. Mereka membawakan sebuah karya bertajuk Lumaku ing Jiwo.
Secara deskriptif, pertunjukan ini menggambarkan perjalanan spiritual dan
kejiwaan manusia yang dinamis, disajikan melalui gerakan-gerakan tari tradisi
yang dikemas secara kontemporer, selaras dengan gemericik air dan rindangnya
pepohonan Wendit yang magis.
Situasi di sekitar panggung arena semakin
hangat saat Ketua Pelaksana Kegiatan, Sario Wibowo, memberikan sambutannya di
atas podium. Dengan penuh rasa bangga, Sario menyampaikan bahwa kegiatan luar
ruangan ini merupakan bentuk pembelajaran konkret yang esensial. Baginya dan
rekan-rekan sesama mahasiswa, agenda ini bertindak sebagai pembekalan penting
untuk mendukung profesi utama mereka di masa depan sebagai calon guru seni.
Seorang guru seni modern tidak hanya dituntut mahir mempraktikkan tarian atau
musik di depan kelas, tetapi juga harus memiliki mentalitas interprenersif kemampuan
membaca peluang, mengelola acara, serta memasarkan produk seni kepada
masyarakat luas agar memiliki nilai ekonomi dan daya guna yang tinggi.
Keseruan acara tidak berhenti pada sajian
tradisi semata. Untuk memberikan warna yang lebih segar dan relevan dengan tren
masa kini, panggung Family Zoo New Wisata Wendit juga diguncang oleh
penampilan Dance Modern. Gerakan yang energetik, ekspresif, dan penuh
warna dari para mahasiswa berhasil memukau mata para wisatawan yang sedang berkunjung.
Kontras yang indah terjadi di sini: di satu sisi Wendit menawarkan wisata alam
yang tenang dan historis, namun di sisi lain, intervensi kreatif mahasiswa
membawa angin segar berupa hiburan modern yang interaktif. Melalui sinergi
seni, pendidikan, dan pariwisata ini, New Wisata Wendit tidak hanya berhasil
memamerkan potensinya sebagai destinasi wisata keluarga yang adaptif, tetapi
juga sukses menjadi laboratorium alam bagi lahirnya para pelaku industri
kreatif dan pendidik seni yang berjiwa entrepreneur tangguh dari Kabupaten
Malang.
Penulis: R.Dt.

Posting Komentar untuk "Menghidupkan New Wisata Wendit: Sinergi Seni Pertunjukan dan Entrepreneurship Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FS UM"