![]() |
| Cofe Oey di Kota Malang: Romantis (Foto ist.) |
Damariotimes.
Kota Malang selalu punya cara unik untuk menceritakan masa lalunya, dan salah
satu narasi paling memikat tersaji di kawasan bersejarah Kayutangan. Di antara
deretan bangunan kolonial yang masih berdiri kokoh, terdapat sebuah sudut yang
seolah menarik kita kembali ke era tempo dulu. Cafe Oey Malang, yang terletak
strategis di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nomor 1, Kiduldalem, bukan sekadar
tempat makan biasa. Ia adalah kapsul waktu yang menawarkan perpaduan antara
sejarah, budaya, dan kehangatan kuliner di tengah hiruk-pikuk pusat kota.
Lokasinya
yang menyatu dengan Hotel Riche memberikan nilai lebih bagi cafe ini.
Kehadirannya tidak hanya menjadi fasilitas penunjang bagi tamu hotel yang ingin
mencari suasana berbeda, tetapi juga telah menjadi destinasi favorit bagi
masyarakat umum yang merindukan ketenangan. Jam operasionalnya yang panjang,
mulai dari pukul tujuh pagi hingga sepuluh malam, memberikan fleksibilitas luar
biasa. Anda bisa datang untuk menyesap kopi pagi saat udara Malang masih terasa
sejuk, menikmati makan siang yang mengenyangkan, atau sekadar bersantai di
malam hari ditemani lampu-lampu kota yang berpijar.
![]() |
| Suasana yang nyaman untuk keluarga (Foto ist.) |
Aksesibilitas
menjadi keunggulan utama yang tak terbantahkan. Berada di pusat denyut nadi
pariwisata Malang, cafe ini sangat mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan
pribadi maupun transportasi umum. Ketersediaan area parkir di sekitar hotel
juga meminimalisir kekhawatiran pengunjung, sebuah kemewahan tersendiri
mengingat kawasan Kayutangan kini semakin padat oleh wisatawan. Namun, daya
tarik sesungguhnya baru terasa saat kaki melangkah masuk melewati pintu kayu
cafe ini.
Interior
Cafe Oey mengusung konsep klasik yang sangat konsisten. Dinding-dindingnya
seolah berbicara melalui galeri foto-foto lawas dan pajangan bernuansa vintage
yang tertata apik. Ornamen dekoratif yang mencerminkan perpaduan sejarah
Tionghoa-Peranakan memberikan karakter yang kuat dan unik. Pemilihan warna
interior didominasi oleh unsur kayu cokelat yang hangat, berpadu dengan pendar
kuning keemasan dari lampu-lampu gantung yang estetik. Pencahayaan yang sengaja
dibuat tidak terlalu terang menciptakan suasana intim dan nyaman, sebuah latar
yang sempurna untuk berbincang santai, mengerjakan tugas, atau sekadar
melakukan kontemplasi diri. Meskipun ruangannya tidak terlalu luas karena
berbagi bangunan dengan hotel, pengaturan kursi kayu dan sofa empuk di sana
memberikan variasi kenyamanan yang memadai bagi setiap pengunjung.
![]() |
| Menu di Cafe Oey (Foto ist.) |
Dinamika
suasana di Cafe Oey mengikuti perputaran jam. Pada siang hari, suasana
cenderung tenang dan santun, didominasi oleh tamu hotel atau keluarga yang
ingin menikmati makan siang dengan damai. Namun, saat senja berganti malam,
aura cafe ini bertransformasi menjadi lebih hidup. Kehadiran hiburan live
music yang membawakan lagu-lagu populer hingga rock klasik menjadi
magnet utama. Suasana yang tadinya sunyi berubah menjadi ruang hiburan yang
enerjik. Meski terkadang volume musik terasa cukup dominan di ruangan yang
terbatas, hal ini justru memberikan identitas tersendiri bagi Cafe Oey sebagai
tempat nongkrong yang tidak membosankan.
Beralih
ke urusan lidah, menu yang ditawarkan sangatlah variatif, seolah ingin
merangkul semua selera. Bagi mereka yang membutuhkan "Mood Booster"
atau makanan berat, menu khas Nusantara hadir sebagai primadona. Nasi Goreng
Riche yang disajikan lengkap dengan sate ayam, Bakso Malang yang autentik,
hingga Nasi Rawon dengan kuah hitam kluwek yang pekat, semuanya dibanderol
dengan harga yang sangat masuk akal untuk ukuran cafe di pusat kota, yakni
berkisar antara Rp24.000 hingga Rp37.000. Tak hanya itu, bagi lidah yang
menginginkan cita rasa Barat, tersedia pilihan seperti Chicken Cordon Bleu yang
sering dijuluki "Flash Gordon" serta aneka pasta.
Konteributor: Anita Serlyawati



Posting Komentar untuk "Romantika Klasik dan Aroma Kopi di Cafe Oey Kota Malang"