![]() |
| Dalang Ki Ardi Bayu Sasongko menerima Wayang untuk mengawali pertunjukan (Foto ist.) |
Damariotimes
Bagi sebagian orang, prestasi mungkin dianggap sebagai buah dari keberuntungan,
namun bagi Ki Andi Bayu Sasongko, pencapaian adalah manifestasi nyata dari
kerja keras yang berkelanjutan dan disiplin yang membaja. Kalimat tersebut
bukan sekadar deretan teori kosong, melainkan prinsip hidup yang ia buktikan
melalui tetesan keringat di atas panggung pewayangan. Sosok dalang muda ini
dikenal tak kenal lelah dalam mengasah keterampilan memainkan tokoh-tokoh kayu,
mengolah vokal agar tetap bertenaga, hingga mendalami sanggit demi
menghidupkan karakter wayang yang ia mainkan. Buah dari ketekunan tersebut
akhirnya memuncak pada tahun 2022, saat ia dinobatkan sebagai Penyaji Terbaik
dalam Festival Dalang Muda Jawa Timur, sebuah pengakuan yang kian mengukuhkan
namanya di jagat seni tradisi.
Keberhasilan
di level provinsi tersebut tidak lantas membuatnya berpuas diri; sebaliknya,
kemenangan itu justru menjadi pelecut semangat bagi pemuda kelahiran 7 Desember
1995 ini untuk terus menggali ilmu. Sebagai lulusan Institut Seni Indonesia
(ISI) Surakarta tahun 2019, Ki Andi Bayu Sasongko dikenal sebagai sosok yang
cerdas dalam menyeimbangkan dua dunia yang ia cintai. Di satu sisi, ia adalah
seorang abdi negara dan tenaga pendidik yang menjunjung tinggi profesionalisme.
Sebagai guru muatan lokal Bahasa Daerah dan pembina ekstrakurikuler karawitan
di SMPN 2 Sumber Pucung, beliau menjadi teladan kedisiplinan bagi para muridnya.
Sesibuk apa pun jadwal panggungnya di luar sekolah, ia tetap memastikan diri
hadir tepat waktu di kelas untuk menunaikan tugas mulianya mencerdaskan anak
bangsa.
Jiwa
seni dan keteguhan hati yang dimiliki Andi Bayu sejatinya merupakan warisan
nilai yang tertanam sejak kecil. Tumbuh di lingkungan keluarga pecinta budaya
Jawa di Sumberpucung, ia mendapatkan bimbingan langsung dari sang ayah, Ki
Dalang Hadi Siswoko. Ayahnya, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa sekaligus
budayawan kondang, telah menanamkan fondasi ketekunan yang kuat dalam diri
Andi. Bekal ilmu dari bangku kuliah dan tempaan tradisi keluarga membuat Andi
mampu menjalani profesi ganda sebagai guru dan dalang tanpa merasa sebagai
beban, melainkan dijalani dengan sepenuh hati dan penuh suka cita.
Kini,
nama Ki Andi Bayu Sasongko tengah naik daun dan menjadi salah satu dalang
paling laris di Kabupaten Malang. Penggemar setianya tersebar di berbagai
kecamatan, bergerak secara organik mempopulerkan kepiawaiannya sehingga
sosoknya semakin melekat di hati masyarakat. Bagi Andi, menjadi seorang dalang
bukan sekadar mencari popularitas, melainkan sebuah misi suci untuk berbagi
pengalaman dan pengetahuan tentang pentingnya melestarikan "budaya
ibu" di era modern. Melalui seni pedalangan, ia percaya bahwa masyarakat
tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga dapat mendalami nilai-nilai budi
pekerti luhur yang menjadi akar kekuatan bangsa.
Contributor: Cak Marsam

Posting Komentar untuk "Kisah Dedikasi Ki Andi Bayu Sasongko"