Menyelami Realitas Angka: Model Penelitian Kuantitatif

 


Pola kerja peneliti kuantitatif (Sumber AI)


Damariotimes. Akar penelitian kuantitatif dapat lacak  kembali dari ke abad ke-17 dan ke-18, saat semangat Pencerahan (Enlightenment) mulai mendominasi Eropa. Pada era ini ditandai oleh kemajuan besar dalam ilmu alam dan matematika yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Isaac Newton dan René Descartes. Para ilmuwan tersebut memperkenalkan paradigma yang menjelaskan tentang alam semesta bekerja secara mekanistis dan dapat dijelaskan melalui hukum-hukum matematis yang pasti.

Namun, penerapan metode kuantitatif secara sistematis dalam ilmu sosial baru mulai menguat pada abad ke-19 melalui pemikiran Auguste Comte, bapak Positivisme. Comte berpendapat bahwa fenomena sosial harus dipelajari dengan metode yang sama seperti ilmu alam: melalui observasi empiris dan pengukuran objektif. Jejak ini kemudian dipertegas oleh Émile Durkheim, yang menggunakan data statistik untuk menganalisis fenomena sosial dalam karyanya yang terkenal tentang bunuh diri (Suicide).

Seiring berkembangnya teori probabilitas dan statistik pada awal abad ke-20 oleh ilmuwan seperti Karl Pearson dan Ronald Fisher, penelitian kuantitatif menjadi semakin canggih. Sejak saat itu, angka bukan sekadar simbol hitungan, melainkan alat utama bagi para ilmuwan untuk menguji hipotesis, mencari generalisasi, dan meminimalisir subjektivitas manusia dalam memahami realitas.

 

Model-Model Dasar dalam Penelitian Kuantitatif

Secara umum, arsitektur penelitian kuantitatif terbagi menjadi dua kelompok besar:

 

Eksperimental dan Non-Eksperimental.

Dalam model eksperimental, peneliti berperan aktif layaknya seorang arsitek yang memberikan perlakuan khusus kepada subjek untuk melihat dampak yang dihasilkan. Misalnya, dalam True Experimental, peneliti mengontrol penuh lingkungan penelitian untuk membuktikan sebab-akibat. Sementara itu, model non-eksperimental atau observasional lebih bersifat pasif. Peneliti hanya memotret kondisi yang sudah ada tanpa melakukan intervensi. Model deskriptif hanya bertujuan menggambarkan profil suatu variabel, sedangkan model korelasional berusaha memetakan sejauh mana dua variabel saling memengaruhi satu sama lain.

 

Fondasi Objektivitas

Kekuatan utama penelitian ini terletak pada spesifikasi datanya yang bersifat numerik dan terstruktur. Data kuantitatif tidak lahir dari asumsi, melainkan dari pengukuran instrumen yang valid dan reliabel. Secara teknis, data ini dibagi ke dalam beberapa tingkatan atau skala pengukuran.

Mulai dari skala Nominal yang hanya berfungsi sebagai label, hingga skala Rasio yang memiliki nilai nol mutlak (seperti berat badan atau pendapatan). Sifat datanya pun bisa berupa data Diskrit, yang dihitung dalam bilangan bulat, maupun data Kontinu yang memiliki presisi hingga ke angka desimal. Karakteristik data yang kaku ini justru menjadi keunggulannya, karena memungkinkan peneliti untuk melakukan analisis statistik yang kompleks guna menarik kesimpulan yang berlaku bagi populasi luas.

 

Ilustrasi Penerapan dalam Kasus Nyata

Sebagai gambaran, bayangkan sebuah penelitian berjudul "Dampak Durasi Pelatihan terhadap Produktivitas Teknik Menari". Dalam kasus ini, model yang digunakan adalah kuantitatif korelasional.

  • Variabel Penelitian: Durasi pelatihan (dalam jam) berfungsi sebagai variabel independen, sedangkan skor hasil kerja (skala 1-100) menjadi variabel dependen.
  • Proses Data: Data dikumpulkan melalui kuesioner atau catatan perusahaan, kemudian diolah menggunakan statistik regresi.
  • Tujuan Akhir: Peneliti ini menjadi penari lebih semangat, tetapi ingin membuktikan secara statistik apakah secara umum tambahan jam pelatihan dapat meningkatkan produktivitas seluruh penari di sebuah sanggar.

Melalui pendekatan ini, penelitian kuantitatif memberikan kepastian dalam bentuk probabilitas dan angka, yang menjadi dasar kuat bagi pengambilan keputusan di berbagai bidang, mulai dari kebijakan publik hingga strategi bisnis.

 

Penulis : R.Dt.

 

Posting Komentar untuk "Menyelami Realitas Angka: Model Penelitian Kuantitatif"