Panggung Budaya di Rumah Bu Poninten: Reuni Akbar Seniman dan Kebangkitan Sang Dalang Muda Kreatif

 

Kemeriahan reuni seniman di rumah Bu Poninten (Foto ist.)


Damariotimes. MALANG – Suasana kediaman Bu Poninten pada Sabtu Pon, 31 Januari 2026, mendadak berubah menjadi pusat perhatian masyarakat Sambe Gede. Rumah yang biasanya tenang, kini semarak dengan kehadiran puluhan penyanyi cantik dan deretan seniman papan atas Malang Raya dalam sebuah acara syukuran yang kental dengan nuansa budaya Jawa.

Sejak pagi hari, ruang tamu Bu Poninten telah disulap menjadi ruang rias bagi para biduan. Alunan gamelan yang berkolaborasi apik dengan musik electone menciptakan harmoni kreatif yang memikat para undangan. Kehadiran para sinden atau waranggono ternama dari Malang dan Blitar pun menjadikan acara ini bukan sekadar syukuran biasa, melainkan ajang reuni bagi para pelaku seni karawitan dan pedalangan.

 

Harmoni Budaya di Sudut Rumah

Kecintaan Bu Poninten terhadap budaya Jawa tercermin jelas dari penataan rumahnya. Wayang yang tersimping rapi berpadu dengan gamelan pelog slendro menciptakan pemandangan artistik yang memukau. Kemeriahan ini tidak lepas dari peran Pak Gito, sahabat dekat Bu Poninten sekaligus pengusaha persewaan alat kesenian asal Blitar. Pak Gito, yang dikenal sebagai pengrawit "Ngabehi" (serba bisa), mengaku bangga dapat berpartisipasi mewujudkan keinginan sahabatnya tersebut.

 

pergelaran dalang wayang kulit (Foto ist.)

Kebangkitan Ki Eko Luhur

Momen yang paling dinantikan adalah penampilan Ki Eko Luhur, dalang alumni Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Bagi Ki Eko, pertunjukan ini adalah momentum "bangun tidur" setelah cukup lama tidak bersentuhan dengan dunia pedalangan karena kesibukannya.

Dalang asli Banyuwangi yang kini menetap di Jalan Welirang, Kepanjen, ini pernah tercatat sebagai dalang muda kreatif Jawa Timur pada era 1990-an. Semangatnya tampak membara kembali saat melihat dukungan luar biasa dari 20 sinden cantik yang mengiringi pakelirannya.

 

Pesta Rakyat dan Pelestarian Budaya

Pertunjukan wayang purwa ini sukses menyedot perhatian luar biasa dari masyarakat sekitar. Daya tarik utama terletak pada talenta suara para sinden yang memukau, membuat para tamu undangan tak henti-hentinya melakukan request lagu hingga naik ke panggung untuk nyawer dan ngibing bersama.

Memahami keinginan penonton, Ki Eko Luhur memberikan ruang yang luas pada adegan Limbukan dan Gara-gara. Langkah ini dilakukan agar para tamu benar-benar terhibur sekaligus menumbuhkan semangat kolektif dalam melestarikan budaya Indonesia di tengah gempuran zaman.

 

Konteributor Kab Malang: Marsam Hidajat

 

Posting Komentar untuk "Panggung Budaya di Rumah Bu Poninten: Reuni Akbar Seniman dan Kebangkitan Sang Dalang Muda Kreatif"