Perhelatan Kembul Topeng #3 : Padepokan Seni Mangun Dharmo Gelar Uji Tari, Pesindenan dan Pedalangan

        Malang, 28 Agustus 2025 – Memasuki hari kedua, Kembul Topeng #3 yang digelar di Padepokan Seni Mangun Dharmo, Tumpang, Kabupaten Malang, berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara seni dan budaya. Perhelatan yang sekaligus menandai ulang tahun ke-36 Padepokan Seni Mangun Dharmo ini menegaskan kembali komitmen para pelaku seni dalam melestarikan sekaligus mengembangkan tradisi topeng di Nusantara. Pada Rabu (27/8), acara diisi dengan pagelaran uji pembawaan tari topeng, pendadaran seni karawitan, pesindenan, dan pedalangan. Dalam kesempatan ini, sebanyak 12 cantrik menampilkan Tari Topeng Kudonorowarso, 20 cantrik Tari Topeng Udopati, dan 12 cantrik Tari Topeng Panji. Sementara itu, 12 cantrik tampil dalam uji pedalangan, 10 cantrik dalam pesindenan, dan 4 cantrik dalam seni karawitan.


        Dr. Tri Wahyuningtyas dari PSTM UM selaku panitia Kembul Topeng #3 ini berkomentar "Semua sanggar pasti punya agenda uji pementasan, karenanya perlu untuk menguji mental anak anak di panggung sejauhmana mereka menguasai pembelajaran tari dari aspek wiraga wirama dan wirasa" Terang Tri yang dulu juga pernah nyantrik di padepokan ini bersama Winarto Ekram.
 
Lebih dari Sekadar Pertunjukan
Kembul Topeng #3 bukan sekadar ajang unjuk karya, melainkan juga perayaan bersama yang menghadirkan ruang diskusi, kolaborasi, dan regenerasi.
Winarto Ekram dari Malang Dance salah satu penggagas Kembul Topeng dari yang pertama hingga ketiga kali ini menandaskan. "Kembul Topeng ini jadi wahana ekspresif pelaku seni topeng dari topeng ritual hingga topeng hiburan, dari topeng panji hingga topeng topeng lainnya untuk mempertegas bahwa warisan budaya tak benda indonesia dari kesenian topeng sangat banyak dan beragam".
Rangkaian acara Kembul Topeng #3 selama 6 hari ini mencakup: Sarasehan budaya bersama maestro topeng, Workshop seni untuk generasi muda, Pameran topeng Nusantara, Lomba tari dan mewarnai topeng untuk anak-anak, Pertunjukan lintas sanggar dan kolaborasi lintas daerah, Nyekar dan umbul dongo sebagai penghormatan kepada para sesepuh topeng.
 
Peserta: Dari Kampus Seni hingga Sanggar Rakyat
Perhelatan tahun ini diikuti oleh institusi pendidikan seni terkemuka seperti ISI Surakarta, ISI Denpasar, ISI Yogyakarta, ISBI Bandung, STKW Surabaya, UNESA Surabaya, Universitas Negeri Malang, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, serta SMKI dari berbagai kota. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa seni topeng tidak hanya hidup di desa, tetapi juga tumbuh di ranah akademik seni modern.
Selain itu, berbagai komunitas, grup, dan sanggar topeng turut serta, antara lain dari Jakarta, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Jogjakarta, Surakarta, Klaten, Jombang, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Denpasar, Singaraja, Buleleng, hingga Pacitan.
        Tak ketinggalan, sanggar topeng asal Malang Raya turut memeriahkan acara, di antaranya: Kampung Budaya Polowijen, Sanggar Seni Denandar Batu, Sanggar Tari Topeng Bayu Candra Kirana Senggreng, Topeng Mantraloka Jabung, Topeng Madyo Laras Jatiguwi, Ngesti Pandowo Lowok Permanu, Jambuwer, Pijiombo Gunung Kawi, Sailendra Kranggan, Topeng Jambuwer, Glagah Dowo, hingga Padepokan Topeng Asmorobangun Pakisaji.
 
Pesan Perhelatan
Dalam kesempatan ini, Ki Soleh Adi Pramono, pimpinan Padepokan Seni Mangun Dharmo, menegaskan pentingnya merawat kesinambungan seni topeng melalui ruang bersama seperti Kembul Topeng.
“Topeng bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga cermin kebudayaan kita hari ini. Dengan Kembul Topeng, kami ingin mengikat generasi lama dan baru dalam satu semangat untuk merawat dan menghidupkan kembali seni tradisi,” ungkap Ki Soleh.
Keragaman latar belakang peserta – dari sanggar tradisional hingga perguruan tinggi seni – memperkaya wacana topeng dengan perspektif berbeda, mulai dari bentuk-bentuk klasik hingga eksperimen kontemporer.
 
 
 
Kontibutor : KD
Editor         : MAH 

Posting Komentar untuk "Perhelatan Kembul Topeng #3 : Padepokan Seni Mangun Dharmo Gelar Uji Tari, Pesindenan dan Pedalangan"