Mengungkap Filosofi Mendalam di Balik Thak-thak


Paguyuban Thak-thakan Naga Bui (Foto ist.)

Damariotimes. Thak-thak merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional dari Kabupaten Tuban. Seni pertunjukan ini  bukan hanya menarik tapi juga penuh makna filosofis, masyarakat setempat, utamanya masyarakat di daerah Tambakbaya, makna filosofis seni pertunjukan Thak-thakan ini dikenal dengan sebutan 'dakwah berjalan', seni ini menyampaikan pesan moral lewat topeng, alat musik, dan gerakan yang dimainkan. Nah, dalam wawancara dengan Muhammad Karla Jessy Yaiz, ketua paguyuban Thak-thakan Naga Bumi; dalam pembicaraan tersebut dapat menjelajahi lebih dalam tentang asal-usul nama Thak-thak, filosofi di balik karakter-karakternya, dan bagaimana seni ini berfungsi sebagai media dakwah yang efektif.

Kenapa Namanya Thak-thak?

Awalnya, seni ini mau dinamai 'Naga Bumi' biar terkesan kuat dan mistis seperti naga. Tapi, nama itu nggak jadi dipakai karena karakter Thak-thak sebenarnya nggak menyerupai naga, melainkan lebih ke suara naga dari alam gaib. Dulu, karena keterbatasan alat dan teknologi, nama lebih fokus pada esensi dan maksud daripada penampilan. Jadi, akhirnya dipilihlah nama Thak-thak.

Filosofi di Balik Karakter-karakter Thak-thak

1.      Tokoh Utama Thak-thak
Tokoh utama Thak-thak mengajarkan kita untuk hidup tegas, tegap, dan berani memberantas kejahatan serta keburukan. Pesan moralnya adalah kita harus berani melawan segala bentuk kejahatan tanpa pandang bulu.

 

2.      Kirek Kikek
Karakter ini menggambarkan anjing atau kerek. Meski tampak buruk, anjing adalah hewan setia dan patuh pada tuannya. Filosofinya, kita harus setia, patuh, dan taat kepada Tuhan.

 

3.      Topeng Wewe
Topeng Wewe melambangkan kebijaksanaan dan kewaspadaan dalam kehidupan sehari-hari. Kita diajarkan untuk selalu bertindak bijak dan waspada dalam setiap situasi.

 

4.      Topeng Laki-laki dan Perempuan
Karakter-karakter ini menunjukkan pentingnya hidup saling menjaga satu sama lain dan tidak berebut kekuasaan. Musuh sejati adalah diri sendiri, yaitu memerangi nafsu dan keinginan buruk kita.

 

5.      Pecut
Pecut dalam Thak-thak melambangkan disiplin. Jika kita merasa salah arah dalam hidup, kita harus introspeksi dan memperbaiki diri tanpa putus asa.

 

Thak-thak bukan hanya hiburan, tapi juga media dakwah yang sangat efektif. Lewat filosofi yang mendalam dari karakter-karakternya dan alat musik yang digunakan, Thak-thak mengajarkan nilai-nilai moral dan kehidupan yang penting untuk masyarakat. Seni ini mengingatkan kita untuk selalu bijaksana, setia, dan disiplin dalam menjalani hidup, serta berani melawan segala bentuk kejahatan.

Dengan begitu banyak pesan moral dan filosofi yang terkandung di dalamnya, Thak-thak menjadi lebih dari sekadar pertunjukan. Ini adalah seni yang membawa nilai-nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.

 

Reporter : R.Dt.

Editor     : MAH

Posting Komentar untuk "Mengungkap Filosofi Mendalam di Balik Thak-thak"