![]() |
| hasil pengembangan media belajar (Foto ist.) |
Damariotimes. Tim dosen Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang
(UM) mengembangkan inovasi media pembelajaran digital bertajuk SBL
Quest, sebuah modul Learning Management System (LMS) yang
mengintegrasikan pendekatan studio-based learning dengan gamifikasi.
Inovasi ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran vokasi yang lebih
interaktif, kolaboratif, dan mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi abad
ke-21 yang dibutuhkan di dunia kerja.
Penelitian tersebut diketuai oleh Joko Samodra, S.Kom., M.T.
dengan anggota tim Nuril Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds., Dennaya
Cintya Danastri, S.Sn., MBA, dan Ir. Muh. Aris Ichwanto,
S.Pd., M.A., Ph.D. Selain dosen, penelitian juga dibantu oleh dua
mahasiswa yaitu Grace Gabriela Maneking dan Bayu
Pangestu. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Universitas Negeri
Malang dengan pendanaan Non-APBN UM Tahun 2026 melalui skema Inovasi
Pembelajaran (Inobel), yang berlangsung dari April hingga November
2026.
Pengembangan SBL Quest dilatarbelakangi oleh kebutuhan pendidikan
vokasi untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada
penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis,
kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Melalui integrasi studio-based
learning dan gamifikasi dalam LMS, mahasiswa diharapkan memperoleh
pengalaman belajar yang lebih aktif, menantang, dan berorientasi pada
penyelesaian proyek secara bertahap.
![]() |
| Hasil pengembangan SBL Quest (Foto ist.) |
Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi terhadap pengembangan
pembelajaran vokasi melalui penerapan model studio-based learning yang
dipadukan dengan gamifikasi. Selain itu, penelitian juga memperkaya konsep
pengembangan LMS dengan mengintegrasikan iterative workflow, validasi
dosen, serta sistem gamifikasi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Hasil
penelitian diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan model pembelajaran
digital yang mendukung penguatan kompetensi desain, kemampuan berpikir
metodologis, dan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa.
Dalam proses pengembangannya, tim peneliti menggunakan metode Research
and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang
meliputi lima tahapan, yaitu Analyze, Design,
Develop, Implement, dan Evaluate.
Pendekatan ini memastikan media pembelajaran yang dihasilkan dikembangkan
secara sistematis, mulai dari analisis kebutuhan hingga evaluasi efektivitas
penggunaannya.
Produk utama penelitian adalah SBL Quest, sebuah
LMS berbasis Moodle yang dilengkapi berbagai modul pendukung pembelajaran.
Sistem ini meliputi modul studio-based learning untuk mata kuliah
Metodologi Desain yang terdiri atas empat proyek utama, plugin gamifikasi, validasi
dosen, serta fitur iterative workflow tracking yang mampu merekam
seluruh proses revisi dan penyempurnaan solusi yang dilakukan mahasiswa.
Melalui fitur tersebut, dosen dapat memantau perkembangan proses belajar
mahasiswa secara menyeluruh, bukan hanya menilai hasil akhirnya.
Selain menghasilkan perangkat pembelajaran, penelitian ini juga menghasilkan
modul pembelajaran mata kuliah Metodologi Desain, dan artikel ilmiah mengenai
relevansi studio-based learning sebagai pendekatan pedagogis dalam
mengembangkan kompetensi abad ke-21 pada pendidikan vokasi yang diterbitkan
pada jurnal nasional terindeks SINTA 3.
Melalui pengembangan SBL Quest, tim peneliti berharap inovasi ini
dapat menjadi alternatif pengembangan LMS yang lebih adaptif terhadap
karakteristik pembelajaran vokasi. Integrasi pendekatan studio-based
learning, gamifikasi, dan pelacakan proses belajar secara iteratif
diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa sekaligus menghasilkan
lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.
Reporter : MAH


Posting Komentar untuk "Dosen Fakultas Vokasi UM Kembangkan SBL Quest: Modul LMS Berbasis Studio-Based Learning dan Gamifikasi"