![]() |
| foto bersama dengan para peserta (Foto ist.) |
Damariotimes.
Suasana semarak menyelimuti lingkungan Universitas Negeri Malang pada Minggu,
25 Oktober 2026. Sejak pukul 09.00 WIB, gelaran lomba tari tingkat nasional
bertema Sapta Vimsati resmi dibuka untuk memperingati Dies Natalis ke-72
Universitas Negeri Malang. Diprakarsai oleh Program Studi S1 Pendidikan Seni
Pertunjukan, ajang ini menjadi panggung kreativitas sekaligus ruang pelestarian
seni tari Nusantara bagi sepuluh kelompok peserta yang berasal dari jenjang
SMA/SMK/MA sederajat serta berbagai sanggar seni.
Panggung pertunjukan menyajikan deretan karya tari yang
sarat makna dan daya pikat visual. Senandung irama dan olah gerak tubuh berpadu
membawakan tarian khas seperti Tari Sri Ganyong, Niskala Seblang, Ngarojhan,
Srokol, Ritus Mahesa, Jagone Suroboyo, Gugah Ragah, Laloberen, hingga Gemah
Gimah. Para penari yang datang dari pelbagai daerah—mulai dari Malang,
Ponorogo, Sidoarjo, hingga Lamongan—menjadikan acara ini sebagai ruang
perjumpaan budaya antarwilayah. Riuh tepuk tangan dan antusiasme penonton pun membahana
sepanjang acara, terutama saat setiap kontingen memperagakan keunikan gerak
serta karakter khas daerahnya masing-masing.
Di balik kemegahan aksi para penari, terselip cerita
ketegangan dan rasa bangga dari balik panggung. Salah satu peserta mengungkapkan
rasa antusias sekaligus kegugupannya, seraya menegaskan bahwa ia telah
menampilkan yang terbaik dengan harapan mampu membawa pulang gelar juara. Meski
jalannya pertunjukan berlangsung memikat, penataan dekorasi panggung masih
terlihat sederhana dan cenderung monoton. Hal ini menjadi catatan evaluasi
tersendiri, mengingat tata panggung merupakan elemen pendukung vital yang dapat
memperkuat atmosfer, karakter, serta estetika sebuah seni pertunjukan.
Pengembangan dekorasi yang lebih kreatif dan tematik diharapkan mampu
memberikan kesan visual yang lebih mendalam pada penyelenggaraan mendatang.
Kemeriahan lomba tari Sapta Vimsati ini mempertegas bahwa
semangat generasi muda dalam menjaga keberlanjutan seni tari Nusantara tetap
membara. Keberanian para penari dalam mengekspresikan karya terbaiknya serta
dukungan penuh dari para penonton menjadi bukti nyata apresiasi terhadap seni
tradisi. Lewat ajang semacam ini, para penari muda tidak hanya mendapatkan
ruang untuk mengasah potensi dan mengenalkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga
membuka jalan bagi hadirnya pertunjukan seni yang kian berkualitas di masa
depan.
Kontributor lepas: Felicia Alvilonita Rizki Arintamia

Posting Komentar untuk "Sapta Vimsati: Ajang Unjuk Kreativitas Tari dalam Dies Natalis ke-72 Universitas Negeri Malang"