Peningkatan Kualitas Akademik Melalui Pengukuhan Empat Guru Besar Universitas Negeri Malang

 



Pengukuhan empat Guru Besar UM (Foto ist.)


Damariotimes. Konsistensi Universitas Negeri Malang (UM) dalam memperkuat fondasi keilmuan dan kualitas pendidikan perguruan tinggi kembali dibuktikan melalui penambahan jumlah guru besar. Pada hari Kamis Pon (8/10), Sidang Terbuka Senat Akademik UM yang diselenggarakan di Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 secara resmi mengukuhkan empat akademisi sebagai profesor baru. Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis lembaga dalam memperkuat daya saing akademis dan memperluas kontribusi pemikiran ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Adapun empat sosok yang dikukuhkan mencakup Prof. Dr. Pujiyanto, M.Sn., Prof. Dr. Raden Bambang Sumarsono, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd., dan Prof. Dr. Ir. Triyanna Widiyaningtyas, M.T.

Pengukuhan Prof. Dr. Raden Bambang Sumarsono, S.Pd., M.Pd. sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan memberikan penekanan khusus pada pentingnya kepercayaan sebagai fondasi tata kelola sekolah. Partisipasi orang tua dan masyarakat dipandang tidak lagi sebatas kehadiran fisik saat diundang atau bantuan yang bersifat material semata. Sebaliknya, bentuk keterlibatan tersebut diarahkan menuju kontribusi yang lebih substantif, khususnya dalam proses pengambilan keputusan di lembaga pendidikan. Keterlibatan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan sekolah dinilai perlu ditopang oleh prinsip transparansi informasi dan rasa saling percaya. Melalui skema tersebut, pola hubungan yang terjalin antara instansi sekolah dan masyarakat tidak lagi terbatas pada aspek administratif belaka, melainkan mampu menjadi dorongan nyata bagi peningkatan mutu serta kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

Dalam bidang keilmuan yang berbeda, Prof. Dr. Pujiyanto, M.Sn. dikukuhkan sebagai Guru Besar Kepakaran Desain Media Persuasif pada Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Gagasan ilmiah yang diusung berfokus pada potensi kreativitas Generasi Z yang ditransformasikan melalui karya ilustrasi dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Pemanfaatan metafora visual dalam karya seni diidentifikasi sebagai media persuasif yang efektif sekaligus wahana dalam mengasah daya cipta generasi muda. Proses penuangan ide dan gagasan ke dalam bentuk ilustrasi mencerminkan cara peserta didik dalam menyampaikan pesan secara tersirat. Karya ilustrasi yang dihasilkan oleh generasi muda tersebut memiliki kapasitas untuk menjadi media penyampaian pesan yang harmonis dengan kelompok sebaya, mengingat penggunaan metafora visual sangat erat kaitannya dengan karakter, gaya hidup, dan pengalaman hidup yang dialami oleh generasi tersebut.

Sementara itu, kontribusi di bidang teknologi informasi dihadirkan oleh Prof. Dr. Ir. Triyanna Widiyaningtyas, M.T. yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Penambangan Data (data mining) dan Sistem Rekomendasi. Eksplorasi keilmuan yang diteliti menyoroti peran penting data mining dalam pengembangan sistem rekomendasi cerdas di era keberlimpahan data (big data). Pengolahan kumpulan data berukuran besar dinilai mampu menghasilkan sistem rekomendasi yang berakurasi tinggi serta relevan dengan kebutuhan spesifik para pengguna. Urgensi dari keberadaan sistem rekomendasi tersebut dipicu oleh tantangan berupa melimpahnya opsi pilihan dan informasi yang dihadapi masyarakat modern. Melalui ekstraksi pola data secara terstruktur, informasi yang tidak relevan dapat disaring secara otomatis. Pengorganisasian sistem tersebut dirancang sedemikian rupa agar penyerahan rekomendasi dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan adaptif terhadap konteks kebutuhan pengguna yang dinamis, sehingga mempermudah proses pencarian informasi yang sesuai sasaran.

Pada ranah pendidikan bahasa, Prof. Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kajian Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya. Pokok pemikiran yang disajikan menekankan perlunya pembelajaran Bahasa Indonesia untuk tetap berorientasi pada pengembangan kemampuan berkomunikasi dan kapasitas berpikir kritis. Meskipun pesatnya perkembangan teknologi—termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence)—dapat diintegrasikan sebagai media pendukung dalam proses pembelajaran, keberadaannya ditegaskan tidak boleh menggeser atau menggantikan proses nalar peserta didik. Tahapan kognitif yang mencakup proses berpikir, perencanaan, penyusunan struktur, hingga perancangan karya akhir tetap wajib dilalui secara mandiri oleh siswa. Evaluasi pembelajaran dipandang tidak boleh berfokus hanya pada produk akhir saja, melainkan harus memberikan penilaian yang proporsional terhadap keseluruhan proses berpikir peserta didik. Dengan demikian, orientasi utama pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dijaga agar tidak bergeser dari tujuan dasarnya, yakni mengasah keterampilan berbahasa sekaligus kemampuan bernalar.

Secara keseluruhan, pengukuhan empat guru besar ini menegaskan komitmen Universitas Negeri Malang dalam memajukan riset bernilai strategis di berbagai ranah disiplin ilmu. Gagasan yang ditawarkan oleh para profesor baru ini diharapkan mampu memberikan dampak transformatif, baik dalam penyempurnaan manajemen pendidikan, pengembangan karya komunikasi visual, penerapan teknologi informasi masa depan, maupun penguatan metode pembelajaran bahasa. Kebijakan ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Negeri Malang sebagai pusat keunggulan akademik yang siap menjawab tantangan zaman secara berkelanjutan.

 

Reporter: R.Dt.

 

Posting Komentar untuk "Peningkatan Kualitas Akademik Melalui Pengukuhan Empat Guru Besar Universitas Negeri Malang"