![]() |
| Gekar Wayang Topeng di Desa Pijiombo (Foto ist.) |
Damariotimes.
Pada 19 Oktober 2026, Sanggar Madyo Utomo menggelar pertunjukan Gebyak Wayang
Topeng di Dusun Pijiombo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Pementasan ini
membawakan lakon "Sumping Wijaya Kusuma" yang mengisahkan penolakan
Dewi Sinta atas pinangan Rahwana. Sebagai bentuk siasat, Dewi Sinta meminta
syarat berupa bunga Wijaya Kusuma untuk dijadikan hiasan telinga (sumping), padahal bunga tersebut
sebenarnya diperuntukkan bagi suaminya, Prabu Rama Wijaya. Perpaduan karakter
topeng, gerak tari, dan alur cerita dalam pementasan ini menjadi ajang penting
bagi para seniman lokal untuk menjaga keberlanjutan kesenian tradisional di tengah
arus modernisasi.
Dari segi teknis pertunjukan, penyajian seni tradisi ini
masih menghadapi beberapa kendala artistik dan tata panggung. Penataan posisi
pemain (blocking) serta
penempatan dialog dirasa belum maksimal, terutama saat banyak pemeran berada di
atas panggung secara bersamaan sehingga antartokoh saling menutupi. Pak Wahyu
selaku Dalang mengonfirmasi bahwa kendala tersebut bersumber dari jarak
antarpenari dan penataan peran yang belum sepenuhnya tepat. Selain itu,
penggunaan pendopo sebagai tempat pementasan menimbulkan keterbatasan pandangan
bagi sebagian penonton akibat terhalang tiang di bagian tengah.
Untuk meningkatkan kualitas pementasan berikutnya,
penyelenggara dapat melakukan penyesuaian pada tata letak panggung dan
pengaturan tempat duduk penonton. Pemeriksaan sudut pandang dari berbagai titik
sebelum acara dimulai sangat diperlukan agar seluruh penonton dapat menikmati
jalannya cerita tanpa terhalang struktur bangunan. Pada akhirnya, Gebyak Wayang
Topeng di Pijiombo ini tetap menjadi langkah nyata yang patut diapresiasi dalam
melestarikan warisan budaya. Pelestarian seni tradisional tidak hanya berhenti
pada menjaga keberadaannya, tetapi juga melibatkan evaluasi dan pengembangan
kualitas penyajian secara berkelanjutan.
Konteributor lepas:
Falisa Hilwana Zahra

Posting Komentar untuk "Gebyak Wayang Topeng Pijiombo Upaya Pelestarian Seni Tradisional"