![]() |
| Assoc. Prof. Dr. Badrul Isa dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia (Foto ist.) |
Damariotimes.
Dalam upaya menyelaraskan ranah keilmuan seni dan desain dengan isu
keberlanjutan global, para dosen Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas
Negeri Malang menggelar kegiatan diskusi kelompok terarah dan lokakarya
bertajuk Creative Action for the SDGs: Turning Local Challenges into
Creative Solutions pada tanggal 15 September 2026. Acara ini menghadirkan
narasumber Assoc. Prof. Dr. Badrul Isa dari Universiti Teknologi MARA,
Malaysia, yang juga bertindak sebagai Profesor Adjunct di Fakultas Sastra
Universitas Negeri Malang. Melalui kegiatan ini, jajaran akademisi diajak untuk
menggali potensi besar disiplin ilmu seni dan desain dalam menjawab berbagai
tantangan riil yang dihadapi masyarakat.
Dalam
pemaparannya, Dr. Badrul Isa menekankan betapa krusialnya peran perguruan
tinggi dalam menghubungkan pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat
dengan tujuh belas sasaran Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable
Development Goals. Seni dan kreativitas dipandang bukan sekadar media
ekspresi estetis, melainkan sebuah proses transformatif yang dimulai dari
kemampuan mengenali masalah lingkungan dan sosial di sekitar, membayangkan
berbagai kemungkinan solusi, menciptakan karya yang bermakna, hingga akhirnya
menginspirasi tindakan nyata di tengah masyarakat. Fokus perhatian diarahkan
pada dinamika lokal kawasan Malang, seperti masalah pengelolaan sampah, krisis
kesadaran iklim, kesejahteraan komunitas, hingga upaya pelestarian warisan
budaya.
![]() |
| Foto bersama dengan Assoc. Prof. Dr. Badrul Isa dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia, (Foto ist.) |
Selama
berlangsungnya dinamika kelompok, para dosen mempraktikkan alur pemikiran
kreatif yang terstruktur untuk mengubah permasalahan di lapangan menjadi
peluang akademis. Setiap kelompok ditantang untuk mengeksplorasi berbagai
alternatif pendekatan, baik dari sudut pandang bentuk visual, keterlibatan
audiens, maupun strategi artistik yang digunakan. Melalui pemetaan pada kanvas
solusi kreatif, peserta merumuskan integrasi isu-isu keberlanjutan ke dalam
kurikulum pembelajaran, proposal riset, program pengabdian masyarakat, serta
jaringan kemitraan akademis. Gagasan-gagasan tersebut kemudian dipresentasikan
secara singkat untuk mendapatkan masukan kritis yang bertujuan memperkuat dan
mematangkan ide rancangan.
Sebagai
tolok ukur keberhasilan dari kegiatan ini, seluruh peserta berkomitmen untuk
mengeksekusi rencana aksi yang realistis dan dapat segera dimulai langkah
perdananya dalam jangka waktu tiga puluh hari ke depan. Melalui dorongan
kolaborasi dan refleksi yang mendalam, lokakarya ini diharapkan mampu
menggerakkan Departemen Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri
Malang untuk menghasilkan karya-karya inovatif yang tidak hanya bernilai
artistik tinggi, namun juga memberikan dampak sosial serta lingkungan yang
nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Reporter: R.Dt.


Posting Komentar untuk "Mengubah Tantangan Lokal Menjadi Solusi Kreatif: Dosen Seni dan Desain FS UM Dorong Aksi Nyata SDGs"