Grandpa Eating: Murah Kenyang Mantap! Petualangan Magis De Djawatan dan Kelezatan Nasi Tempong Mak Har Banyuwangi

 










Damariotimes. Kabupaten Banyuwangi yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa selalu punya daya pikat luar biasa bagi para pencinta jalan-jalan dan penikmat kuliner. Kombinasi antara keajaiban alam yang menakjubkan serta kekayaan rasa masakan lokal yang autentik membuat daerah ini tak pernah sepi pengunjung. Dalam program perjalanan Grandpa Eating: Murah Kenyang Mantap, petualangan kali ini mengajak kita menikmati pesona Banyuwangi lewat paket lengkap: menyusuri rindangnya hutan magis De Djawatan yang memanjakan mata, lalu ditutup dengan santap siang penuh gairah lewat kepedasan khas Nasi Tempong Mak Har yang legendaris. Semua ini dikemas dengan prinsip utama: harga terjangkau, porsi melimpah, dan rasa yang dipastikan bikin puas.                               

Menyusuri Keindahan Magis De Djawatan Benculuk

Petualangan Grandpa Eating: Murah Kenyang Mantap dimulai pada pagi hari yang cerah saat udara Banyuwangi masih terasa begitu sejuk. Destinasi pertama yang disambangi adalah De Djawatan, sebuah kawasan wisata alam bernuansa hutan lindung milik Perhutani yang berlokasi di Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau dari pusat kota Banyuwangi maupun dari arah Jember.

Begitu melangkahkan kaki melewati pintu masuk De Djawatan, suasana seketika berubah. Riuk pikuk kendaraan di jalan raya seolah hilang, berganti dengan kesunyian alam yang tenang dan menyejukkan. Pandangan langsung disambut oleh pemandangan yang amat memesona: puluhan hingga ratusan pohon trembesi (Samanea saman) raksasa yang diperkirakan telah berusia puluhan hingga ratusan tahun berdiri kokoh mengayomi kawasan ini. Batang-batangnya yang besar, berlekuk-lekuk, serta diselimuti tanaman benalu dan lumut hijau menciptakan bentang alam yang amat dramatis.

Tidak mengherankan jika De Djawatan sering digadang-gadang mirip dengan Hutan Fangorn—hutan dongeng ikonik yang ada dalam film The Lord of the Rings. Cahaya matahari pagi yang menerobos celah-celah dedaunan rindang membentuk sinar-sinar emas (ray of light) yang menambah keindahan tempat ini. Berjalan santai di bawah naungan pohon-pohon raksasa sambil menghirup udara segar yang bebas polusi menjadi momen relaksasi yang sempurna.

Bagi pencinta fotografi, De Djawatan adalah surga yang tak ada habisnya. Setiap sudut tempat ini menawarkan latar belakang foto yang ciamik dan Instagrammable. Fasilitas di dalam area wisata pun tergolong lengkap dan terawat dengan baik. Pengunjung bisa menyewa dokar atau bendi untuk berkeliling area hutan tanpa harus lelah berjalan kaki, memanfaatkan berbagai spot foto unik, atau sekadar duduk-duduk santai di bangku kayu yang disediakan di bawah rindangnya pepohonan. Yang paling menyenangkan, harga tiket masuk ke kawasan De Djawatan ini terbilang sangat ramah kantong, sejalan dengan prinsip perjalanan Grandpa Eating: Murah Kenyang Mantap—menikmati keindahan alam kelas dunia tanpa harus menguras dompet.

 

Wisata Kuliner Pedas Gurih di Warung Nasi Tempong Mak Har

Setelah puas menjelajahi keindahan De Djawatan dan menguras tenaga dengan berjalan-jalan, perut pun mulai menyuarakan rasa lapar. Sesuai dengan agenda perjalanan, destinasi selanjutnya adalah memuaskan selera di Warung Nasi Tempong Mak Har, salah satu ikon kuliner paling tersohor dan legendaris di Banyuwangi. Warung ini beralamat di Jalan S. Parman No. 56, Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

Kata tempong dalam bahasa lokal suku Osing berarti "ditampar". Penamaan ini sangat menggambarkan sensasi saat menikmati hidangan tersebut—rasa pedasnya yang menyengat langsung membakar lidah seolah-olah pipi Anda baru saja ditampar. Sensasi pedas menggigit inilah yang menjadi daya tarik utama dan membuat siapa saja selalu rindu untuk kembali.

Setibanya di Warung Nasi Tempong Mak Har, aroma harum lalapan rebus serta gorengan lauk pauk yang gurih langsung menyambut dari area dapur. Tempat makan ini mengusung konsep yang sederhana namun selalu dipenuhi oleh warga lokal maupun wisatawan luar daerah yang rela mengantre demi sepiring kelezatan autentik.

Satu porsi Nasi Tempong Mak Har disajikan secara royal. Di atas piring, nasi putih hangat ditemani oleh lalapan rebus segar yang terdiri dari bayam atau kangkung, daun kenikir, ketimun, serta renyahnya kubis dan terong rebus. Lauk pendamping dasarnya meliputi tahu goreng, tempe goreng, dan bakwan jagung (dadar jagung) khas yang krispi di luar namun lembut di dalam.

Pilihan lauk utamanya sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari ayam goreng empuk, lele goreng krispi, jeroan sapi, hingga aneka olahan hasil laut seperti cumi-cumi dan ikan laut segar. Namun, mahkota dari seluruh sajian ini tak lain adalah sambal tempong. Sambal ini dibuat secara mendadak (fresh) dari racikan cabai rawit merah segar, tomat ranti (tomat khas Banyuwangi yang bergelombang dan berasa agak asam manis segar), terasi lokal berkualitas, ranti, gula, garam, serta perasan jeruk nipis atau jeruk limau.

Saat suapan pertama masuk ke dalam mulut, perpaduan rasa gurih dari lauk, kesegaran lalapan, dan ledakan rasa pedas-asam-manis dari sambal tempong langsung menyatu dengan sempurna. Rasa pedasnya memang tajam menggelegar hingga membuat keringat mengucur deras, namun cita rasa gurih dan sedapnya membuat tangan tak bisa berhenti menyuap. Inilah definisi sejati dari slogan Murah Kenyang Mantap—porsi berlimpah yang siap memuaskan rasa lapar, cita rasa masakan kaya bumbu yang menggugah selera, dan harga yang tetap bersahabat untuk semua kalangan.

 

Reporter: R.Dt.

 


Posting Komentar untuk "Grandpa Eating: Murah Kenyang Mantap! Petualangan Magis De Djawatan dan Kelezatan Nasi Tempong Mak Har Banyuwangi"