![]() |
| Kolaborasi UNS dan UM (Foto ist.) |
MALANG
– Departemen Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)
menjadi episentrum kolaborasi inovatif melalui penyelenggaraan kegiatan benchmarking yang dirangkai
dengan Seminar dan Workshop Kolaboratif bersama Universitas Sebelas Maret
(UNS). Mengusung tajuk “Sinergi Akademik, Kreativitas Tanpa Batas, Karya untuk
Negeri”, perhelatan yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 di Sasana Krida
Universitas Negeri Malang ini dirancang sebagai ruang strategis untuk berbagi
pengetahuan, pengalaman, serta praktik akademik terbaik antara kedua institusi
besar tersebut, khususnya dalam memajukan bidang seni dan pendidikan seni di
Indonesia.
Kegiatan ilmiah ini dibuka secara resmi oleh Ketua
Departemen Seni dan Desain Fakultas Sastra UM, Dr. Wida Rahayuningtyas, S.Pd.,
M.Pd. Dalam sambutannya, menegaskan bahwa forum ini sebagai jembatan memperkuat
hubungan akademik sekaligus sarana saling belajar dalam pengembangan
kelembagaan. Secara khusus, Dr. Wida mengapresiasi perkembangan aktivitas seni
tari di UNS yang saat ini tumbuh subur melalui Unit Kegiatan Mahasiswa. Beliau
menaruh harapan besar agar geliat seni tari tersebut dapat terus berkembang
pesat di masa mendatang, bahkan hingga mampu membuka peluang bagi berdirinya
program studi baru yang secara spesifik mewadahi bidang seni tari di UNS.
Untuk membedah inovasi pendidikan seni masa kini, seminar
dan workshop ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama, yaitu Dr.
Joko Daryanto, S.Sn., M.Sn. dari Universitas Sebelas Maret dan Prof. Dr. Robby
Hidajat, M.Sn. dari Universitas Negeri Malang. Pemateri memaparkan model
pembelajaran mutakhir secara praktis, yang mengintegrasikan gerak tubuh,
simbolisasi memori, dan publikasi digital. Model ini merupakan evolusi kreatif
dari teori Experiential Learning
(pembelajaran berbasis pengalaman) yang dipadukan dengan Blended Learning berbasis
proyek.
Inovasi yang ditawarkan merupakan pengembangan adaptif dari
metode klasik yang sudah ada. Secara filosofis, metode mengaitkan gerak dengan
angka atau huruf dalam model ini memiliki kemiripan dengan konsep Dalcroze Eurhythmics yang
mempelajari musik melalui respons tubuh, serta sistem Labanotation yang biasa digunakan untuk mencatat
gerakan tari. Namun, para narasumber berhasil melakukan modifikasi segar yang
sangat ramah anak, salah satunya melalui penyederhanaan identitas siswa
menggunakan nomor dada dalam aktivitas kreatif mereka.
![]() |
| Foto bersama dosen UNS dan UM (Foto ist.) |
Lebih jauh lagi, konsep blended learning dalam model ini didefinisikan secara
lebih dinamis dan interaktif, melampaui batas konvensional yang biasanya hanya
berupa pengumpulan tugas di kelas digital. Model ini berhasil menciptakan
ekosistem belajar yang sangat relevan dengan generasi masa kini dengan cara
mengombinasikan aktivitas fisik di dunia nyata dengan proses produksi konten
serta publikasi di media sosial. Keterlibatan aktif siswa dalam pembuatan
konten ini sekaligus berfungsi sebagai instrumen penilaian otentik yang efektif
untuk melatih literasi media. Melalui pendekatan ini, siswa dididik untuk bertransformasi
menjadi produsen konten yang edukatif dan kreatif. Materi Prof. Dr. Robby
Hidajat, M.Sn. di publikasikan pada Koran on line Damariotimes, tgl 15 Juli
2026.
Sepanjang acara berlangsung, para peserta yang hadir
memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk berdiskusi interaktif dan bertukar
gagasan mengenai peluang kolaborasi akademik antarinstitusi di masa depan.
Pertemuan akademik yang produktif ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana
pertukaran ide semata, melainkan menjadi pemantik bagi berbagai bentuk kerja
sama konkret di bidang pendidikan dan pengembangan kreativitas. Berlandaskan
semangat sinergi yang kuat, kolaborasi antara UM dan UNS ini diproyeksikan
mampu memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi lanskap pendidikan
seni nasional, sekaligus mendorong lahirnya berbagai karya inovatif yang
berdampak nyata bagi masyarakat luas.
Reporter : MAH


Posting Komentar untuk "Workshop Kolaboratif antara UNS dan UM Melalui Pembelajaran Seni Tari"