Menutup Kisah dengan Senyuman: Sepekan Penuh Kebersamaan dan Kenangan di Karangbesuki

 



Nobar vidio UM BBM selama program berlangsung 40 hari (Foto ist.)


Damariotimes. Tidak terasa, perjalanan mengabdi melalui program Universitas Negeri Malang Membangun Desa (UM BBM) Semester Antara 2025/2026 di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang telah memasuki puncaknya. Memasuki minggu keenam, suasana haru sekaligus semangat yang membara begitu terasa di antara para mahasiswa. Minggu ini bukan sekadar penutup agenda harian, melainkan babak akhir dari sebuah dedikasi yang dirangkai manis lewat berbagai kegiatan hingga momen perpisahan yang berkesan.

Awal pekan, tepatnya di hari Senin, dinamika kerja dimulai dengan fokus mendalam di balik layar. Suasana studio mendadak tenang namun penuh konsentrasi saat proses perekaman pengisian suara atau voice over untuk video profil dan after movie dilaksanakan. Setiap kata dalam naskah diresapi dengan sungguh-sungguh agar mampu menyampaikan dinamika dan cerita perjuangan selama mengabdi di Karangbesuki. Usai proses rekaman tuntas dengan hasil yang sesuai harapan, perhatian langsung beralih ke meja penyuntingan. Sinkronisasi antara alur audio dan visual dilakukan secara teliti demi menghasilkan sebuah karya dokumentasi yang apik dan mampu merangkum seluruh momen berharga.

Memasuki hari Selasa dan Rabu, ritme kegiatan bergeser pada persiapan birokrasi dan koordinasi lapangan. Tim bergerak cepat menyusun surat pemberitahuan resmi terkait agenda seremoni penutupan KKN. Surat-surat tersebut ditujukan kepada jajaran pemangku kepentingan wilayah, mulai dari pihak Kelurahan Karangbesuki, Polsek, Linmas, Kasitrantib, hingga Babinsa. Pengantaran surat yang dilakukan secara langsung pada hari Rabu menjadi ruang silaturahmi yang hangat. Sambutan terbuka dari para pejabat dan tokoh masyarakat setempat tidak hanya memastikan koordinasi berjalan lancar, tetapi juga memperkuat konfirmasi kehadiran para tamu undangan untuk acara puncak kelak.

Atmosfer kegiatan semakin ceria dan berwarna saat memasuki hari Kamis. Hari itu dipenuhi dengan berbagai bentuk interaksi seni dengan warga. Di SDN 2 Karangbesuki, riuh tawa dan semangat anak-anak menyelimuti pendampingan ekstrakurikuler tari. Tak kalah antusias, para ibu RT pun berkumpul dengan penuh energi mengikuti pelatihan tari yang dirancang khusus sebagai program pendukung. Pada saat yang sama, latihan koreografi flashmob untuk acara penutupan makin digencarkan. Gelak tawa berpadu dengan ketepatan irama, menciptakan kekompakan yang kian solid antara mahasiswa dan warga.

Menjelang akhir pekan, tepatnya Jumat, seluruh persiapan telah memasuki tahap pematangan akhir. Pelatihan tari untuk ibu-ibu RT dan simulasi flashmob disempurnakan hingga gerakan terlihat harmonis. Usai latihan seni tuntas, fokus bergeser pada persiapan teknis di lokasi acara melalui proses loading in perlengkapan panggung, tata suara, dan dekorasi. Kesibukan dilanjutkan hingga malam hari dengan menggelar gladi bersih serta pengecekan menyeluruh untuk memastikan setiap detail acara siap ditampilkan tanpa kendala.

Puncak dari seluruh rangkaian pengabdian akhirnya tiba pada hari Sabtu. Acara seremoni penutupan UM BBM berlangsung meriah, tertib, dan penuh rasa haru. Penampilan seni hasil latihan bersama warga sukses memukau dan mengundang apresiasi hangat dari pihak kelurahan serta seluruh masyarakat Karangbesuki yang hadir. Rasa bangga dan haru bercampur menjadi satu ketika senyum kepuasan terpancar dari wajah setiap orang. Sebagai penutup dari perjalanan ini, seluruh tim melakukan evaluasi kegiatan, merapikan laporan akhir dan dokumentasi, serta menyerahkan hasil program kerja secara simbolis sebagai warisan manfaat kecil bagi Kelurahan Karangbesuki.

 

Konteributor : Anifa Zeni dan Putri Salsabila

 

Posting Komentar untuk "Menutup Kisah dengan Senyuman: Sepekan Penuh Kebersamaan dan Kenangan di Karangbesuki"