![]() |
| Latihan Tari Bapang untuk Warga (Foto ist.) |
Damariotimes. MALANG, 5 JULI 2026 – Memasuki pekan ketiga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Antara 2025/2026, kelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang bertugas di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menorehkan kontribusi nyata dalam pelestarian budaya lokal. Melalui integrasi Program Kerja Pengabdian Seni Budaya (PSP) dan Pengembangan Seni Rupa (PSR), para mahasiswa berkolaborasi erat dengan masyarakat setempat untuk menyukseskan rangkaian adat tahunan Bersih Desa sekaligus mempersiapkan gelaran seni mendatang.
Revitalisasi
Tari Malangan dan Persiapan Festival Kampung Obor
Mengawali
pekan pada Senin (29/06/2026) hingga Kamis (02/07/2026), fokus utama mahasiswa
tertuju pada pelatihan intensif Tari Malangan. Latihan yang digelar secara
berkala ini bertujuan untuk membekali para pemuda dan warga setempat agar
semakin menguasai estetika gerak wiraga, wirama, dan wirasa khas
Malang. Evaluasi harian menunjukkan peningkatan kekompakan dan teknik performa
yang signifikan dari para peserta.
Paralel
dengan kegiatan olah tari, mahasiswa UM juga mendampingi administrasi
pendaftaran lapak tenant untuk persiapan Festival Kampung Obor. Sinergi ini
memastikan seluruh proses logistik dan ruang niaga bagi pelaku UMKM lokal
berjalan tertib dan terstruktur. Langkah taktis ini diambil guna memastikan
bahwa aspek kebudayaan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan demi
kemaslahatan masyarakat Karangbesuki.
Puncak
Bersih Desa: Kirab Tumpeng dan Gemulai Tari Bapang
Sinergi
kultural mencapai puncaknya pada perayaan tradisi Bersih Desa yang berlangsung
sejak Jumat (03/07/2026) hingga Minggu (05/07/2026). Setelah melalui koordinasi
matang pada H-1, mahasiswa UM secara resmi mempersembahkan penampilan Tari Bapang
sebagai bagian utama dari program kerja PSP pada pembukaan acara. Penampilan
yang memukau tersebut disambut hangat oleh pamong desa dan warga yang memadati
area pelataran kelurahan.
Memasuki
hari puncak pada hari Minggu, atmosfer sakral dan meriah kian terasa dengan
diadakannya ritual Kirab Tumpeng. Mahasiswa KKN UM turut serta mengawal
jalannya kirab dari awal hingga akhir, membantu penataan, serta memastikan
prosesi adat berjalan khidmat. Bersih Desa ini bukan sekadar rutinitas tahunan,
melainkan wujud rasa syukur kolektif sekaligus medium perekat solidaritas
sosial antara civitas akademika dan masyarakat.
Edukasi
Visual Lewat Mural dan Persiapan Melukis Bersama
Tidak
hanya di bidang seni pertunjukan, kontribusi mahasiswa UM juga menyasar pada
penataan visual lingkungan kelurahan melalui program kerja PSR. Sepanjang
pekan, aksi pembuatan mural estetis dilakukan untuk mempercantik sudut-sudut
strategis ruang publik kelurahan.
Selain
itu, guna mematangkan persiapan program "Melukis Bersama Masyarakat",
mahasiswa secara teliti menyiapkan medium kanvas dengan melakukan pengecatan
ulang (coating dasar) dari hari Sabtu hingga Minggu. Restorasi kanvas
ini penting dilakukan agar kualitas medium siap pakai dan optimal saat
masyarakat menuangkan kreativitas visualnya nanti. Melalui kegiatan evaluasi
akhir pekan, seluruh program kerja dilaporkan berjalan secara optimal dan siap
dilanjutkan ke tahap implementasi aksi melukis massal pada pekan berikutnya.
Konteributor Mhas. Anifa Zeni &
Putri Salsabila

Posting Komentar untuk "Lestarikan Seni Malang: Mahasiswa UM Program BBM 2026 Sukses Gelar Tari Bapang dan Bersih Desa Karangbesuki Kota Malang"