![]() |
| Bersiap Menjelajahi Indonesia (Foto ist.) |
Damariotimes. Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (FS UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui kegiatan penyusunan Panduan Bahasa dan Budaya Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bertempat di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.
Kegiatan ini dilakukan untuk merancang sebuah panduan yang mengembangkan kompetensi berbahasa Indonesia sekaligus membekali pembelajar asing dengan pemahaman budaya lokal agar mampu beradaptasi dengan kehidupan akademik maupun sosial di Indonesia.
Panduan tersebut dikembangkan menggunakan Time-Based Cultural Adaptation Model, sebuah pendekatan yang memandu proses adaptasi mahasiswa asing secara bertahap, mulai dari sebelum keberangkatan ke Indonesia hingga mampu berinteraksi secara mandiri di lingkungan masyarakat. Melalui model ini, pembelajaran bahasa dipadukan dengan pengembangan cultural intelligence sehingga pembelajar BIPA tidak hanya memahami aspek kebahasaan, tetapi juga nilai, norma, dan praktik budaya masyarakat Indonesia.
Penyusunan panduan dipimpin oleh Prof. Dr. Primardiana Hermilia Wijayati, M.Pd. dari Departemen Sastra Jerman. Tim penyusun terdiri atas Prof. Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., Dr. Dwi Sulistyorini, M.Hum., dan Dr. Dewi Ariani, S.S., S.Pd., M.Pd. dari Departemen Sastra Indonesia, serta Siti Muniroh, S.Pd., M.A., Ph.D. dari Departemen Sastra Inggris. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari kolaborasi akademik, yakni Ahmad Abdul Karim dan Faruq Hidayat dari Departemen Sastra Indonesia, serta Azki Izzur Rabbani dan Saffanatus Syarifah dari Departemen Sastra Inggris.
Menariknya, proyek ini selain melibatkan sivitas akademika Universitas Negeri Malang juga menggandeng mitra internasional, yaitu Asst. Prof. Sainee Thampu, M.A. dari Yala Rajabhat University, Thailand. Kehadiran peneliti asing tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif lintas budaya sehingga materi yang dikembangkan lebih relevan dengan kebutuhan pembelajar BIPA dari berbagai negara.
Ketua tim penyusun, Prof. Dr. Primardiana Hermilia Wijayati, M.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran BIPA pada era global tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan bahasa Indonesia, tetapi juga harus membangun kompetensi komunikasi lintas budaya.
"Bahasa dan budaya merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Melalui panduan ini, kami ingin membantu pembelajar BIPA memahami kehidupan masyarakat Indonesia secara lebih utuh sehingga mereka mampu berkomunikasi dengan tepat sekaligus beradaptasi dengan lingkungan akademik maupun sosial,” ujar Prof. Primardiana (21/07/ 2026).
Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi lintas departemen dan mitra internasional menjadi kekuatan utama dalam penyusunan panduan ini.
“Hal ini kami lakukan agar menghasilkan materi yang kontekstual, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajar dari berbagai negara," imbuhnya.
Panduan ini akan memuat 12 bab yang disusun berdasarkan fase adaptasi mahasiswa asing. Materi diawali dari tahap persiapan sebelum datang ke Indonesia, pengenalan kehidupan kampus, etika berkomunikasi, transportasi, tempat tinggal, hingga kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Setiap bab dirancang secara sistematis melalui tahapan orientasi, pemahaman budaya, cultural alert, cultural insight, ungkapan trilingual, refleksi pembelajaran, serta evaluasi perkembangan kompetensi budaya.
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam penyusunan panduan, Ahmad Abdul Karim, mengatakan bahwa kolaborasi ini memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga karena mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pengembangan bahan ajar yang akan dimanfaatkan oleh pembelajar internasional.
"Keterlibatan dalam proyek ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami belajar bagaimana menyusun materi pembelajaran BIPA secara ilmiah, mengintegrasikan aspek bahasa dan budaya, serta berdiskusi dengan dosen dan peneliti internasional. Pengalaman ini memperluas wawasan kami tentang pentingnya kompetensi lintas budaya dalam pembelajaran BIPA dan memberikan bekal yang sangat berarti sebagai calon akademisi," ungkap pria yang akrab disapa Karim (21/07/ 2026).
Melalui kolaborasi lintas departemen, keterlibatan
mahasiswa, dan dukungan mitra internasional, Fakultas Sastra Universitas Negeri
Malang berharap panduan ini dapat menjadi salah satu referensi inovatif dalam
pengembangan pembelajaran BIPA berbasis bahasa dan budaya lokal. Kehadiran
panduan tersebut sekaligus diharapkan semakin memperkuat peran UM sebagai
perguruan tinggi yang aktif mendukung internasionalisasi pendidikan serta
meningkatkan kualitas layanan pembelajaran bagi mahasiswa asing di Indonesia.***
Kontributor: Prof. Dr. Primardiana Hermilia Wijayati

Posting Komentar untuk "Dukung Internasionalisasi Pendidikan, Dosen FS UM Susun Panduan Bahasa dan Budaya Lokal untuk Pembelajar BIPA"