Perencanaan Pelatihan Tata Busana Khas Tari Malang di Sanggar Tari Senaputra Malang Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2026

 

Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn. sedang merencanakan program pelatihan dengan ketua Teknik Sanggar Tari Senaputra Malang (Foto ist.)

Damariotimes. Malang, 17 Mei 2026. Sanggar Tari Senaputra Malang merupakan lembaga pembinaan seni tradisional yang saat ini tengah memasuki babak baru dalam pengorganisasian kegiatannya. Di bawah kepemimpinan Bapak Kresno Utomo selaku ketua sanggar, seluruh aktivitas operasional dan latihan kini telah dialihkan sepenuhnya ke lokasi yang baru. Kepindahan ini memberikan dampak yang sangat positif bagi keberlangsungan proses belajar mengajar karena tempat yang baru tersebut dinilai jauh lebih leluasan dan memadai untuk menampung seluruh aktivitas anak didik. Dengan kondisi ruang yang lebih lapang dan representatif, pihak manajemen beserta tim pelatih kini dapat menyiapkan serta menata para siswa tari secara lebih sistematik dibandingkan dengan kondisi di tempat sebelumnya.

Fokus utama yang dilakukan oleh pihak sanggar di lokasi baru ini adalah membekali para siswa dengan materi dasar tari yang disesuaikan secara ketat dengan tingkat usia masing-masing anak. Pendekatan berjenjang ini diterapkan untuk memastikan bahwa penyerapan teknik gerak berjalan optimal sesuai dengan perkembangan motorik tumbuh kembang anak. Saat ini, Sanggar Tari Senaputra mengelola kapasitas pengajaran yang cukup besar dengan jumlah murid secara keseluruhan berdasarkan data yang ada mencapai kurang lebih seratus sepuluh siswa. Ratusan siswa tersebut tersebar ke dalam beberapa tingkatan kelas latihan mulai dari Kelompok Persiapan Baru untuk tingkat anak usia dini hingga Kelompok Remaja untuk jenjang siswa yang lebih dewasa.

Dalam menjalankan roda edukasi sehari-hari, seluruh proses pelatihan teknis diketuai oleh Ibu Siti Sofiana yang mengemban peran krusial sebagai penasehat, ketua dewan pelatih, sekaligus ketua bidang teknik materi. Pelaksanaan pengajaran di lapangan didukung secara berlapis oleh tim pengajar yang terdiri atas Nowo Setyo Rini, Bagus Suwarno yang secara spesifik mengampu materi karawitan dan pedalangan, Sindy Chitra Dewi, serta dibantu oleh dua asisten pelatih yaitu Reza Andi Wijaya dan Zahra Naila Putri, ditambah dengan Dika yang secara khusus menangani pengondisian fisik melalui materi olah tubuh. Meskipun pembinaan berjalan dengan sangat intensif pada setiap hari Minggu, pemberian ciri khas pada aspek tari lokal di sanggar ini untuk sementara waktu diakui masih terbatas pada beberapa tari lokal tertentu saja, yang mana seluruhnya bersumber dari ragam gerak dasar Tari Remo dan Tari Grebeg Sabrang.

Guna mengembangkan potensi artistik sanggar serta mengatasi keterbatasan variasi tersebut, sebuah langkah perencanaan strategis telah diinisiasi melalui pembicaraan formal bersama pakar seni, Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn., yang dilaksanakan tepat pada tanggal 17 Mei 2026. Pembicaraan penting tersebut dilakukan secara langsung bersama Ibu Siti Sofiana selaku ketua bidang teknik materi untuk merumuskan arah pembinaan sanggar ke depan. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, dalam beberapa waktu ke depan direncanakan program pembinaan yang terarah guna memberikan peningkatan kapasitas bagi sanggar melalui pelaksanaan kegiatan pelatihan perencanaan dan penciptaan kostum tari khas Malang.

Program pelatihan ini dirancang secara khusus untuk fokus pada ruang lingkup perencanaan dan pengembangan tata busana pertunjukan yang memiliki identitas visual kuat serta berakar pada nilai-nilai lokal Malang. Dalam kaitan pelaksanaan program kerja ini, melibatkan mahasiswa PSP DSD FS Universitas Negeri Malang sebagai anggota tim kegiatan, yaitu Shalahudin Iskandar dan Helena Nindy. Sinergi lintas disiplin ini juga diperkuat oleh keterlibatan alumni dari program magister keguruan seni rupa Universitas Negeri Malang, yaitu Bapak Muhammad Affaf Hasiymy, M.Pd., yang akan mengawal aspek konseptual desain, estetika rupa, dan standarisasi penciptaan busana tersebut.

Seluruh rangkaian persiapan teknis pasca-perencanaan ini akan ditindaklanjuti dalam perancangan, pembuatan pola busana, hingga peragaan pemakaian kostum tari khas Malang. Adapun persiapan dan diproduksi secara terpusat di dalam Studio Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan DSD FS Universitas Negeri Malang. Melalui perencanaan kolaboratif ini, Sanggar Tari Senaputra diharapkan dapat segera mewujudkan standarisasi kostum baru yang berkarakter lokal kuat guna mendukung materi pembelajaran dasar tari yang sistematis bagi seluruh siswanya.

 

Reporter : H.Gum.

 

Posting Komentar untuk "Perencanaan Pelatihan Tata Busana Khas Tari Malang di Sanggar Tari Senaputra Malang Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2026"