OBITUARI: Selamat Jalan Sang Maestro Ludruk Malang, Mas Sutak Wardhiono


Maestro dan budayawan Kota Malang: Mas Sutak Wardhiono (Foto ist.)


Damariotimes. Dunia seni dan kebudayaan Jawa Timur, khususnya di Malang Raya, hari ini diselimuti awan duka yang mendalam. Seorang maestro, pendidik, dan penggerak budaya, Mas Sutak Wardhiono, telah berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 28 Maret 2026. Kepergian sosok yang dikenal sangat rendah hati ini terjadi tak lama setelah beliau menjalani tindakan medis pemasangan ring jantung pada malam sebelumnya. Meskipun upaya medis maksimal telah dilakukan, takdir Allah SWT menetapkan bahwa perjalanan pengabdian beliau di dunia ini telah genap, meninggalkan duka cita yang mendalam bagi keluarga, kerabat, serta seluruh insan seni yang pernah bersentuhan dengan kehangatan budinya.

Perjalanan artistik Mas Sutak adalah sebuah dedikasi panjang yang bermula dari kecintaannya pada seni tari. Sebagai seorang penari dan guru tari yang mumpuni, beliau tidak hanya mewariskan teknik gerak, tetapi juga menanamkan filosofi dan karakter khas Malangan ke dalam setiap jengkal koreografinya. Bagi beliau, menari bukan sekadar olah tubuh, melainkan proses menghidupkan jiwa dalam setiap pertunjukan. Semangat inilah yang kemudian membawa beliau melangkah lebih jauh untuk mendirikan komunitas Kendo Kenceng, sebuah wadah yang menjadi rumah bagi pelestarian seni ludruk. Di bawah kepemimpinannya, Kendo Kenceng bertransformasi menjadi grup yang progresif, di mana elemen tradisional dan modern berkelindan secara harmonis, membuat ludruk tetap memiliki taji dan relevansi di tengah gempuran zaman.

Kreativitas Mas Sutak tidak hanya berhenti di panggung pertunjukan rakyat, namun juga merambah ke ranah religi melalui kiprahnya di Lesbumi. Beliau menjadi sosok kunci dalam mengembangkan seni sholawatan Jawa, sebuah upaya mulia untuk menjaga nilai-nilai Islam Nusantara agar tetap lestari dan dapat diterima dengan baik oleh generasi muda. Prestasi beliau sebagai Penulis Naskah Terbaik dalam Festival Pertunjukan Rakyat 2019 hanyalah satu dari sekian banyak bukti sahih atas intelektualitas dan ketajaman visinya dalam berkesenian. Hari ini, Malang kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah berhasil membawa identitas lokal ke panggung masa depan. Selamat jalan, Mas Sutak Wardhiono; warisan karyamu akan terus mengalir dan menjadi obor bagi para penerus jalan budaya yang engkau cintai.

 

Reporter : R.Dt.

Posting Komentar untuk "OBITUARI: Selamat Jalan Sang Maestro Ludruk Malang, Mas Sutak Wardhiono"