![]() |
| Salon Chandrika milik Mama Chandra di Gondanglegi Kab. Malang (Foto ist.) |
Damariotimes.
Gema bedug bertalu-talu menandakan datangnya bulan suci Ramadhan, membawa
suasana teduh yang menyelimuti setiap sudut Kecamatan Gondanglegi Kulon. Namun,
di balik ketenangan ibadah puasa yang baru menginjak hari kedua, sebuah
keriuhan yang hangat tampak menyelimuti rumah di Jl. dr Wahidin No. 15; Salon
Chandrika, sebuah nama yang sudah melegenda di seantero Malang Selatan, mulai
bersolek menyambut "banjir rejeki" tahunan. Di bawah naungan
pohon-pohon yang berjajar di sepanjang jalan arah Pantai Balekambang, salon ini
menjadi tempat memotong rambut, dan juga oase kecantikan fisik dan dan
keanggunana wanita dapat diwujdukan dalam satu cermin yang membuat cerita.
Sejak
matahari baru saja meninggi, deru motor dan kendaraan pelanggan mulai memenuhi
halaman. Di dalam ruangan yang tertata apik, kepulan uap dari alat steamer
dan aroma khas cairan kimia rambut mulai beradu dengan wangi aromaterapi yang
menenangkan. Para wanita muda tampak duduk dengan sabar saat jari-jemari
terampil asisten salon merumuskan helai demi helai rambut mereka dalam proses smoothing.
Mereka menginginkan tampilan rambut yang jatuh dengan sempurna, berkilau, dan
lurus tanpa cela demi menyambut hari kemenangan yang masih beberapa pekan lagi.
Tidak ketinggalan, para ibu paruh baya pun memenuhi kursi-kursi empuk, menunggu
giliran untuk mengoleskan tonik penghitam rambut. Bagi mereka, menutupi uban
bukan sekadar soal estetika, melainkan upaya untuk menghadirkan kembali
semangat muda di hadapan keluarga besar saat Lebaran nanti.
![]() |
| Mama Chandra melayani pelanggang dengan sepenuh hati (Foto ist.) |
Salon
Chandrika milik Mama Chandra telah berdiri sejak tahun 1989, usaha ini telah
melewati perjalanan panjang selama 37 tahun. Angka tersebut menjadi bukti
ketangguhan seorang berjiwa seni yang pernah ditempa kerasnya panggung Ludruk.
Keberhasilan Mama Chandra mempertahankan eksistensinya hingga kini, di tengah
gempuran salon-salon modern yang menjamur, terletak pada kemampuannya
beradaptasi dengan tuntutan zaman tanpa kehilangan jati diri. Konsistensi
inilah yang membuat pelanggan dari tahun 1990 tetap setia, bahkan hingga
membawa anak dan cucu mereka untuk mempercayakan mahkotanya di tangan Mama
Chandra. Sebuah loyalitas lintas generasi yang jarang ditemukan di era serba
instan saat ini.
Keistimewaan
Salon Chandrika terletak pada sentuhan personal yang diberikan oleh sang
pemilik. Pengalaman hidup Mama Chandra sebagai pemeran utama di panggung Ludruk
telah membentuk karakternya menjadi pribadi yang sangat luwes dan santun.
Didikan dari tokoh-tokoh terhormat seperti Mama Samsu dan Mak Kadam di masa
lalu telah mewariskan tata krama yang luhur dalam menghormati setiap tamu yang
datang. Di Salon Chandrika, setiap pelanggan mulai dari warga biasa, pengusaha
ternama, hingga pejabat seperti bu Lurah dan bu Camat diperlakukan dengan
derajat keramahan yang sama. Tidak ada sekat sosial yang membatasi; semua
merasa nyaman layaknya berada di rumah sendiri. Bahasa yang santun dan senyum
yang tulus membuat siapa pun yang bersentuhan dengan Mama Chandra merasa
hatinya damai dan dihargai.
Bagi
banyak orang, datang ke Salon Chandrika yang meminta mahkotanya di rebonding
atau smoothing. Ternyata pengakuan mereka, lebih daripada itu, tempat
ini telah menjelma menjadi ruang konsultasi atau tempat "curhat" yang
nyaman. Sembari menunggu proses pengerjaan rambut yang memakan waktu
berjam-jam, para pelanggan sering kali menumpahkan keluh kesah kehidupan mereka
kepada Mama Chandra. Dengan kebijaksanaan yang didapat dari pengalaman hidup
"ngangsu kawruh" di dunia seni, Mama Chandra sering kali memberikan
solusi atau sekadar telinga yang mendengar dengan empati. Hal inilah yang membuat
Salon Chandrika selalu ramai; orang-orang datang untuk mencari kecantikan paras
sekaligus ketentraman hidup.
Efek
keramahan dan kesantuan mama Chandra, Salon Candrika yang tidak terlalu besar
itu bagaikan melampaui batas geografis Gondanglegi itu sendiri. Pelanggan tetap
berdatangan dari berbagai penjuru, mulai dari Gedangan, Bantur, Wonokerto,
hingga wilayah Pakisaji, Suwaru, atau dari Kota Malang. Mereka rela menempuh
perjalanan jauh demi mendapatkan sentuhan tangan Mama Chandra yang konon
memiliki "berkat" tersendiri. Pada hari kedua Ramadhan ini, telepon
genggam Mama Chandra tak henti-hentinya berdering. Pesan-pesan singkat dan
panggilan suara masuk silih berganti dari pelanggan yang ingin memesan tempat
demi persiapan Idul Fitri. Semua ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan slot
waktu sebelum jadwal salon benar-benar penuh menjelang malam takbiran.
Keberadaan
Salon & Rias Pengantin Chandrika di Jl. dr Wahidin No. 15 ini adalah potret
tentang sebuah bisnis yang bertahan melalui sentuhan kemanusiaan. Di tengah
modernitas yang sering kali terasa dingin dan kaku, Mama Chandra menawarkan
kehangatan keluarga. Salon ini membuktikan bahwa pelayanan yang dilakukan
dengan hati dapat membuahkan rejeki yang tak pernah putus. Saat pelanggan
melangkah keluar dari pintu salon dengan rambut yang hitam berkilau atau lurus
menawan, mereka tidak hanya membawa penampilan baru, tetapi juga membawa pulang
kedamaian hati yang segar. Di sinilah, di bawah asuhan Mama Chandra, setiap
orang merasa menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri, siap menyambut
Idul Fitri dengan cahaya yang baru.
Kontributor : Marsam


Posting Komentar untuk "Pesona Salon Chandrika – Gondanglegi di Ramadhan 2026"