Pesona Salon Chandrika – Gondanglegi di Ramadhan 2026

 


Salon Chandrika milik Mama Chandra di Gondanglegi Kab. Malang (Foto ist.)


Damariotimes. Gema bedug bertalu-talu menandakan datangnya bulan suci Ramadhan, membawa suasana teduh yang menyelimuti setiap sudut Kecamatan Gondanglegi Kulon. Namun, di balik ketenangan ibadah puasa yang baru menginjak hari kedua, sebuah keriuhan yang hangat tampak menyelimuti rumah di Jl. dr Wahidin No. 15; Salon Chandrika, sebuah nama yang sudah melegenda di seantero Malang Selatan, mulai bersolek menyambut "banjir rejeki" tahunan. Di bawah naungan pohon-pohon yang berjajar di sepanjang jalan arah Pantai Balekambang, salon ini menjadi tempat memotong rambut, dan juga oase kecantikan fisik dan dan keanggunana wanita dapat diwujdukan dalam satu cermin yang membuat cerita.

Sejak matahari baru saja meninggi, deru motor dan kendaraan pelanggan mulai memenuhi halaman. Di dalam ruangan yang tertata apik, kepulan uap dari alat steamer dan aroma khas cairan kimia rambut mulai beradu dengan wangi aromaterapi yang menenangkan. Para wanita muda tampak duduk dengan sabar saat jari-jemari terampil asisten salon merumuskan helai demi helai rambut mereka dalam proses smoothing. Mereka menginginkan tampilan rambut yang jatuh dengan sempurna, berkilau, dan lurus tanpa cela demi menyambut hari kemenangan yang masih beberapa pekan lagi. Tidak ketinggalan, para ibu paruh baya pun memenuhi kursi-kursi empuk, menunggu giliran untuk mengoleskan tonik penghitam rambut. Bagi mereka, menutupi uban bukan sekadar soal estetika, melainkan upaya untuk menghadirkan kembali semangat muda di hadapan keluarga besar saat Lebaran nanti.




Mama Chandra melayani pelanggang dengan sepenuh hati (Foto ist.)


Salon Chandrika milik Mama Chandra telah berdiri sejak tahun 1989, usaha ini telah melewati perjalanan panjang selama 37 tahun. Angka tersebut menjadi bukti ketangguhan seorang berjiwa seni yang pernah ditempa kerasnya panggung Ludruk. Keberhasilan Mama Chandra mempertahankan eksistensinya hingga kini, di tengah gempuran salon-salon modern yang menjamur, terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan tuntutan zaman tanpa kehilangan jati diri. Konsistensi inilah yang membuat pelanggan dari tahun 1990 tetap setia, bahkan hingga membawa anak dan cucu mereka untuk mempercayakan mahkotanya di tangan Mama Chandra. Sebuah loyalitas lintas generasi yang jarang ditemukan di era serba instan saat ini.

Keistimewaan Salon Chandrika terletak pada sentuhan personal yang diberikan oleh sang pemilik. Pengalaman hidup Mama Chandra sebagai pemeran utama di panggung Ludruk telah membentuk karakternya menjadi pribadi yang sangat luwes dan santun. Didikan dari tokoh-tokoh terhormat seperti Mama Samsu dan Mak Kadam di masa lalu telah mewariskan tata krama yang luhur dalam menghormati setiap tamu yang datang. Di Salon Chandrika, setiap pelanggan mulai dari warga biasa, pengusaha ternama, hingga pejabat seperti bu Lurah dan bu Camat diperlakukan dengan derajat keramahan yang sama. Tidak ada sekat sosial yang membatasi; semua merasa nyaman layaknya berada di rumah sendiri. Bahasa yang santun dan senyum yang tulus membuat siapa pun yang bersentuhan dengan Mama Chandra merasa hatinya damai dan dihargai.

Bagi banyak orang, datang ke Salon Chandrika yang meminta mahkotanya di rebonding atau smoothing. Ternyata pengakuan mereka, lebih daripada itu, tempat ini telah menjelma menjadi ruang konsultasi atau tempat "curhat" yang nyaman. Sembari menunggu proses pengerjaan rambut yang memakan waktu berjam-jam, para pelanggan sering kali menumpahkan keluh kesah kehidupan mereka kepada Mama Chandra. Dengan kebijaksanaan yang didapat dari pengalaman hidup "ngangsu kawruh" di dunia seni, Mama Chandra sering kali memberikan solusi atau sekadar telinga yang mendengar dengan empati. Hal inilah yang membuat Salon Chandrika selalu ramai; orang-orang datang untuk mencari kecantikan paras sekaligus ketentraman hidup.

Efek keramahan dan kesantuan mama Chandra, Salon Candrika yang tidak terlalu besar itu bagaikan melampaui batas geografis Gondanglegi itu sendiri. Pelanggan tetap berdatangan dari berbagai penjuru, mulai dari Gedangan, Bantur, Wonokerto, hingga wilayah Pakisaji, Suwaru, atau dari Kota Malang. Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan sentuhan tangan Mama Chandra yang konon memiliki "berkat" tersendiri. Pada hari kedua Ramadhan ini, telepon genggam Mama Chandra tak henti-hentinya berdering. Pesan-pesan singkat dan panggilan suara masuk silih berganti dari pelanggan yang ingin memesan tempat demi persiapan Idul Fitri. Semua ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan slot waktu sebelum jadwal salon benar-benar penuh menjelang malam takbiran.

Keberadaan Salon & Rias Pengantin Chandrika di Jl. dr Wahidin No. 15 ini adalah potret tentang sebuah bisnis yang bertahan melalui sentuhan kemanusiaan. Di tengah modernitas yang sering kali terasa dingin dan kaku, Mama Chandra menawarkan kehangatan keluarga. Salon ini membuktikan bahwa pelayanan yang dilakukan dengan hati dapat membuahkan rejeki yang tak pernah putus. Saat pelanggan melangkah keluar dari pintu salon dengan rambut yang hitam berkilau atau lurus menawan, mereka tidak hanya membawa penampilan baru, tetapi juga membawa pulang kedamaian hati yang segar. Di sinilah, di bawah asuhan Mama Chandra, setiap orang merasa menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri, siap menyambut Idul Fitri dengan cahaya yang baru.

 

Kontributor : Marsam

 

Posting Komentar untuk "Pesona Salon Chandrika – Gondanglegi di Ramadhan 2026"