Hadi Sentosa Pelukis Jebolan Sarjana Hukum

Hadi Sentosa sedang berkerja di stodionya (foto ist.)
             DAMARIOTIMES - Hadi Sentosa S.H, seorang seniman dari kota Malang, lahir tanggal 24 Maret tahun 1969 di Kota Malang. Anak kelima dari enam bersaudara. Selama ini  telah melewati banyak kisah yang telah dijalani, hingga pada akhirnya menjadi seorang seniman di Malang.

Pada masa remaja,  Hadi Sentosa sekolah di Sekolah Dasar  Kedawung (SD Tulusrejo 2 Malang), kemudian berlanjut sekolah di SMP Negeri 5 Malang, beriktunya menjadi siswa di SMA Negeri 7 Malang, lulus di tahun 1988.

Sebagai anak yang patuh pada nasehat orang tuanya, Hadi Sentosa melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Malang. mengikuti anjuran orang tuanya mendaftar ke Universitas Brawijaya Malang, bidang studi yang dipilih ilmu hukum di  fakultas hukum.

Selama  studi dijalani dengan baik-baik saja, bahkan lulus tepat waktu pada tahun 1993. Namun ada cerita yang mengejutkan, sebenarnya  Hadi Sentosa ketika masih di SMA sangat ingin menempuh studi di ISI ( Institut Seni Indonesia Yogyakarta) yang pada saat itu bernama ASRI. Bayangannya dapat mengembangkan hobbynya sebagai pelukis. Namun anjuran orang tuanya berbeda. Hadi Sentosa benar-benar mendengarkan saran orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya di luar bidang seni rupa. Seperti persepsi banyak orang tua lainnya. Jadi pelukis nanti akan makan apa. Hadi Sentosa tidak dapat meyakinkan orang tuanya, dan memutuskan untuk mengikuti saran dan arahan yang dapat menyenangkan hati mereka.  

Selama menempuh pendidikan di bidang ilmu hukum, Hadi Sentosa tetap berlatih melukis, sungguhpun agar berkurang. Pada waktu itu hobbynya beralih menekuni musik, bersama teman-temannya  mendirikan kelompok Band, dan salah satu Bend  terbaik se Fakultas Hukum.

Masa muda beliau sama seperti masa muda mudi pada umumnya, menonton film di bioskop dan mengamati hingga menikmati poster film sehingga membuat beliau mencoba untuk melukis tokoh-tokoh dalam film yang pada akhirnya gaya melukis beliau banyak dipengaruhi dari poster film dan musik. Akan tetapi,  sesekali melakukan hobinya yaitu melukis di kaos dengan menggunakan acrylic.

Hadi Sentosa, melukis adalah jiwa dalam kehiduannya (Foto ist.)

 Hadi Sentosa menceritakan awal mula melukis, yaitu  memulai dari melukis lanskap pemandangan alam. Pada waktu masih di kelas 6 SD bacaannya adalah buku biografi singkat pelukis Affandi. Masih ingat betul, buku itu dibeli dari uang pinjaman dari temannya; anak kepala sekolah. Sejak saat itu, dorongan untuk melukis  bergaya ekspresionis ala Affandi mulai memotivasinya. Tema lukisan, hingga prinsip-prinsip berkesenian Afffandi terus menguat dalam dirinya.

Pada saat duduk di bangku SMP, mulai gaya Affandi yang ditiru berakhir,  dan beralih melukis potret musisi rock, dikarenakan mulai menyukai musik rock. Objek lukisan nya waktu itu adalah Sting dari grup The Police, Phil Collins dari Genensis, hingga Lee Toth dari Van Vallen yang dimana beliau mengambil dari majalah Vista dan majalah Hai untuk menjadi referensi objeknya.

Terlepas dari itu, ketika dinyatakan lulus dari Universitas Brawijaya. Kemudian mencoba mengadu untung merantau ke Sulawesi Selatan. Di sana memperoleh pekerjaan  di salah satu bank swasta dari bagian akuntansi, apresial (penilai jaminan) hinggga loan administration. Selain itu juga pernah bekerja di radio FM swasta di Sulawesi Selatan sebagai penyiar dan script writer.

Lima tahun hidup dalam perantauan di Sulawesi Selatan. Kemudian memutuskan untuk pulang kampung halaman, Malang. babak kehidupan baru dimulai, dengan membuka usaha persewaan film DVD, berlangsung selama 4 tahun. Namun kegiatan melukis tidak pernah beliau lupakan dibalik kesibukannya, bahkan menyempatkan untuk melukis dan dipajang di rumahnya.

Pada tahun 2001, Memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya, dan menikah. Saat anak pertama lahir,  usaha persewaan DVD ditutup. Kali ini, mulai melamar pekerjaan dan di terima bekerja di Biro iklan. Waktu berlalu begitu cepat. Selama hampir 10 tahun sebagai desainer grafis. Bekerja  dari jam 09.00-17.00. setiap hari kegiatannya  di depan komputer memainkan program photoshop dan coreldraw. Di sela-sela kesibukan itu, masih juga melukis dan menjualnya untuk mendapatkan pengahasilan  tambahan.

Ketika anak ke 4 lahir, Hadi Sentosa memutuskan untuk resign dari pekerjaannya, dan memutuskan akan fokus sebagai pelukis,  dan menjual hasil karyanya. Hal ini menjadi pengalaman yang sangat menarik, dan sebuah perjalanan kilas balik yang sangat mengispirasi, bahwa jadi seniman itu bukan tujuan, tetapi sebuah talenta yang pasti akan dapat menopang kehidupannya.

Pada saat ini, Hadi Sentosa adalah salah satu seniman lukis yang khusus melukis tokoh-tokoh terkenal. Lukisan potret ini memang lebih cepat terjual, bahkan sangat diminati di berbagai kalangan. Wajah seseorang itu mempunyai ikatan batin yang kuat dengan objeknya. Sehingga sebagaian roh memang berada dalam lukisan itu. Oleh karena itu melukis itu memang pekerjaan yang dilakukan dengan rasa, dan jiwa yang iklas.



Konteributor               : Nadila Dwi Putri
Editor                          : Marsam Hidajat

Posting Komentar untuk "Hadi Sentosa Pelukis Jebolan Sarjana Hukum"